Kompas.com - 07/09/2012, 08:47 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Nama anggota Komisi X asal Fraksi PDI Perjuangan, Wayan Koster, bukan hanya disebut dalam surat dakwaan Angelina Sondakh. Dakwaan tersebut dibacakan dalam sidang perdana Angie yang menjadi terdakwa kasus dugaan suap proyek di Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pendidikan Nasional.

Sejak kasus wisma atlet SEA Games bergulir di pengadilan, nama Koster mulai disebut. Kasus suap wisma atlet SEA Games yang menjerat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin, itu memang menjadi ujung pangkal kasus dugaan suap yang melibatkan Angie.

Dalam persidangan kasus suap wisma atlet SEA Games, Koster disebut sejumlah saksi ikut menerima dana Grup Permai bersama Angie. Kesaksian mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai Yulianis dalam persidangan Nazaruddin beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa Grup Permai menggelontorkan uang Rp 3 miliar dan Rp 2 miliar untuk belanja proyek wisma atlet. Uang miliaran rupiah tersebut, menurut Yulianis, diberikan kepada Angie dan Koster.

Keterangan yang sama disampaikan Direktur Marketing Grup Permai Mindo Rosalina Manulang dan staf pribadi istri Nazaruddin, Oktarina Furi. Bukan hanya tiga orang itu, saksi lainnya, yakni sopir Yulianis yang bernama Luthfi, bahkan mengaku pernah mengantarkan miliaran rupiah yang dibungkus kardus ke ruangan Koster di lantai 6 Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta.

Pada 5 Mei 2010, kata Luthfi, ia dua kali diperintah Yulianis mengantar uang ke ruangan Koster. Pertama, uang dalam bentuk kardus printer yang diterima staf Koster di ruangan Koster. Kedua, uang dalam bungkus kardus rokok yang dijemput seseorang dari basement. Luthfi juga mengaku sempat berpapasan dengan Angie saat dia meninggalkan ruangan Koster.

Tidak hanya terkait proyek wisma atlet, Koster juga disebut menerima uang terkait proyek universitas Kementerian Pendidikan Nasional. Keterangan Oktarina Furi saat bersaksi dalam persidangan Nazaruddin di Tipikor, 27 Januari lalu, menyebutkan hal itu. Namun, Oktarina tidak menjelaskan lebih jauh soal proyek yang dimaksudnya. Dia juga tidak mengungkapkan berapa nilai uang yang didapat Koster.

Menurut Oktarina, uang dalam dollar AS tersebut diberikan kepada Koster atas pengajuan Mindo Rosalina Manulang yang telah disetujui Nazaruddin selaku atasan. Terkait penerimaan-penerimaan uang yang disebut para saksi di persidangan ini, Koster dalam sejumlah kesempatan membantah informasi tersebut.

Semakin jelas

Dugaan penerimaan uang oleh Koster semakin rinci dan jelas terungkap dalam surat dakwaan Angie. Surat dakwaan yang dibacakan tim jaksa penuntut umum KPK dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Kamis (6/9/2012), mengungkapkan, uang yang diterima Angie dan Koster lebih dari Rp 2 miliar dan Rp 3 miliar seperti yang diungkapkan para karyawan Grup Permai dalam persidangan Nazaruddin tersebut.

Menurut surat dakwaan Angie, pada 2 September 2010, Grup Permai kembali mengeluarkan kas 150.000 dollar AS terkait kepengurusan proyek universitas 2010. Pemberian uang tersebut, kata surat dakwaan, diawali dengan percakapan BlackBerry Messenger antara Mindo Rosalina Manulang dan Angie.

Halaman:
Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Epidemiolog Sebut Masker, Testing, Vaksinasi Booster Kunci Kendalikan Kenaikan Covid-19

    Epidemiolog Sebut Masker, Testing, Vaksinasi Booster Kunci Kendalikan Kenaikan Covid-19

    Nasional
    Presiden Partai Buruh Kritik Pasal Penghinaan Presiden pada RKHUP, Sebut Bahayakan Demokrasi

    Presiden Partai Buruh Kritik Pasal Penghinaan Presiden pada RKHUP, Sebut Bahayakan Demokrasi

    Nasional
    Koalisi Gerindra-PKB Disebut Putuskan Capres-Cawapres dalam Waktu Dekat

    Koalisi Gerindra-PKB Disebut Putuskan Capres-Cawapres dalam Waktu Dekat

    Nasional
    Kopi Susi Deklarasi Dukung Susi Pudjiastuti Maju Pilpres 2024

    Kopi Susi Deklarasi Dukung Susi Pudjiastuti Maju Pilpres 2024

    Nasional
    Pemerintah dan Masyarakat Diminta Waspadai Subvarian Baru Omicron BA.2.75

    Pemerintah dan Masyarakat Diminta Waspadai Subvarian Baru Omicron BA.2.75

    Nasional
    Bentuk Gugus Tugas Keamanan Sipol, KPU Gandeng BIN hingga BRIN

    Bentuk Gugus Tugas Keamanan Sipol, KPU Gandeng BIN hingga BRIN

    Nasional
    Cerita Puan Soal Bung Karno yang Dijuluki Arsitek Kemerdekaan Bangsa-bangsa

    Cerita Puan Soal Bung Karno yang Dijuluki Arsitek Kemerdekaan Bangsa-bangsa

    Nasional
    Pemerintah Tarik Kebijakan Pelonggaran Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Keputusan Tepat

    Pemerintah Tarik Kebijakan Pelonggaran Masker di Luar Ruangan, Epidemiolog: Keputusan Tepat

    Nasional
    91.106 Calon Haji Reguler Sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci

    91.106 Calon Haji Reguler Sudah Diberangkatkan ke Tanah Suci

    Nasional
    PDI-P Serahkan ke Jokowi soal Pengganti Tjahjo Kumolo, Djarot: Kita Tak Pernah Minta Jatah

    PDI-P Serahkan ke Jokowi soal Pengganti Tjahjo Kumolo, Djarot: Kita Tak Pernah Minta Jatah

    Nasional
    Kemenkes Imbau Calon Haji Perbanyak Istirahat Mulai H-3 Wukuf

    Kemenkes Imbau Calon Haji Perbanyak Istirahat Mulai H-3 Wukuf

    Nasional
    Tak Hanya Toreh Sejarah di Indonesia, PDI-P Sebut Bung Karno Arsitek Kemerdekaan Bangsa-bangsa di Dunia

    Tak Hanya Toreh Sejarah di Indonesia, PDI-P Sebut Bung Karno Arsitek Kemerdekaan Bangsa-bangsa di Dunia

    Nasional
    Gerindra-PKB Berkoalisi, PDI-P Sebut Pendukung Jokowi Harus Rukun

    Gerindra-PKB Berkoalisi, PDI-P Sebut Pendukung Jokowi Harus Rukun

    Nasional
    Imbauan Wamenag untuk Jemaah Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Puncak Haji 2022

    Imbauan Wamenag untuk Jemaah Hadapi Cuaca Ekstrem Jelang Puncak Haji 2022

    Nasional
    Partai Buruh: Cuti Melahirkan 6 Bulan Jangan Hanya Wacana di Atas Kertas

    Partai Buruh: Cuti Melahirkan 6 Bulan Jangan Hanya Wacana di Atas Kertas

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.