Kompas.com - 04/09/2012, 19:24 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi berharap persidangan kasus dugaan penerimaan suap yang melibatkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Angelina Sondakh, dapat mengungkapkan fakta-fakta penting bagi KPK untuk mengembangkan kasus tersebut. KPK tidak akan berhenti pada Angelina.

"Kita berharap tidak hanya berhenti pada Angelina. Ada saksi-saksi yang bisa mengungkapkan karena di persidangan itu kan di bawah sumpah yang nilainya lebih akurat," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, Selasa (4/9/2012) di Jakarta.

Angelina akan disidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Kamis (6/9/2012) lusa. Selaku anggota Badan Anggaran DPR, Angelina atau Angie diduga menerima suap terkait penganggaran proyek wisma atlet SEA Games XI di Kementerian Pemuda dan Olahraga serta proyek sarana prasarana universitas yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Nasional. Johan memastikan, pihaknya akan menindaklanjuti informasi persidangan Angie yang terkait dengan pihak lain.

"Itulah yang dipakai KPK, kalau ada informasi yang tidak terkait terdakwa tapi muncul di persidangan, ditindaklanjuti KPK. Contohnya dalam persidangan Nazaruddin, KPK menindaklanjuti, muncullah tersangka AS (Angelina Sondakh)," kata Johan.

Johan berharap Angelina berkata jujur dalam persidangan, termasuk mengakui percakapan BlackBerry Messenger antara dirinya dan mantan anak buah Nazaruddin, Mindo Rosalina Manulang. Selain menjadi kunci pembuktian penerimaan suap oleh Angelina, percakapan BlackBerry Messenger itu dianggap dapat mengungkap aliran dana proyek wisma atlet dan sarana prasarana universitas ke pihak lain.

Kasus yang menjerat Angelina ini merupakan pengembangan penyidikan kasus suap wisma atlet SEA Games yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Dalam persidangan Nazaruddin, terungkap bahwa Angelina diduga ikut menikmati uang korupsi proyek wisma atlet dan proyek olahraga di Hambalang.

KPK menemukan 16 aliran dana mencurigakan ke Angie yang nilainya miliaran rupiah. Aliran uang itu diduga terkait proyek pembangunan sarana dan prasarana 16 universitas di Indonesia. Satu per satu pimpinan universitas yang diduga terkait masalah itu sudah diperiksa sebagai saksi Angelina. Pimpinan universitas yang sudah diperiksa KPK, di antaranya Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto, Rektor Universitas Haluoleo Sulawesi Tenggara Usman Rianse, Rektor Universitas Tadulako Muhammad Basir, Rektor Universitas Pattimura HPB Tetelepta, dan Rektor Universitas Nusa Cendana Frans Umbu Datta.

Selain itu, KPK memeriksa Nazaruddin dan pihak terkait lainnya sebagai saksi Angelina. Seusai diperiksa beberapa waktu lalu, Nazaruddin mengungkapkan bahwa Angelina mendapat uang Rp 5,5 miliar dari tiga universitas, yakni Universitas Tadulako, Universitas Haluoleo, dan Universitas Cendana. Sebagian uang tersebut, kata Nazaruddin, digunakan untuk mencetak kalender bergambar Anas Urbaningrum.

Mirwan Amir disebut

Nazaruddin seusai diperiksa KPK juga pernah mengatakan bahwa mantan pimpinan Banggar DPR, Mirwan Amir, memerintahkan Angelina mengatur proyek pengadaan sarana dan prasarana 16 universitas di Kementerian Pendidikan Nasional. "Kalau Angelina itu yang melapor, itu langsung ke Mirwan Amir," kata Nazaruddin.

Ia menambahkan, Mirwan selaku unsur pimpinan Badan Anggaran DPR mengurus belanja pusat terkait pendidikan. Menurut dia, Mirwan juga mendapat jatah fee dari proyek ini. Dalam sejumlah kesempatan, Mirwan membantah tudingan Nazaruddin itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.