Hizbut Tahrir Tolak Hillary Clinton

Kompas.com - 03/09/2012, 11:01 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

BANDUNG, KOMPAS.com- Setidaknya 100 pengunjuk rasa dari Hizbut Tahrir berunjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung, Senin (2/9/2012). Isu yang mereka bawa hanya satu yakni menolak kedatangan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton sore ini di Jakarta.

Unjuk rasa berlangsung dengan tertib dengan pengawalan petugas kepolisian. Massa dari Hizbut Tahrir berdiri di sepanjang jalan sembari membentangkan spanduk berisi penolakan kedatangan Clinton ke Indonesia.

Pengunjuk rasa beralasan, kedatangan Clinton harus ditolak karena agenda yang ada di belakangnya. Mereka menafsirkan kunjungan tersebut hanya bermaksud untuk memperkuat pengaruh Amerika Serikat ke Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

"Kami ikut mendorong Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, untuk turut menolak kedatangan Menlu Clinton," ujar orator unjuk rasa.

Beberapa agenda kedatangan Clinton yang diduga oleh pengunjuk rasa bakal dibahas seperti pembangunan gedung kedutaan besar Amerika Serikat di Jakarta dengan 10 lantai serta fasilitas mewah lainnya senilai Rp 4,2 triliun. Agenda lain yang tidak kalah pelik adalah rencana perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia hingga 2041, rencana itu dikhawatirkan makin membuat kekayaan Indonesia dikeruk pihak asing. Hingga berita diturunkan, unjuk rasa masih berlansung.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Sejauh Ini, Kedua Terpidana Kasus Novel Baswedan Belum Dijatuhi Sanksi Etik

    Sejauh Ini, Kedua Terpidana Kasus Novel Baswedan Belum Dijatuhi Sanksi Etik

    Nasional
    Capai Target Bauran Energi 23 Persen, Indonesia Kerja Sama dengan Inggris Luncurkan Program Mentari

    Capai Target Bauran Energi 23 Persen, Indonesia Kerja Sama dengan Inggris Luncurkan Program Mentari

    Nasional
    Jaksa Pinangki Mangkir Panggilan, Komisi Kejaksaan: Atasannya Kirim Surat

    Jaksa Pinangki Mangkir Panggilan, Komisi Kejaksaan: Atasannya Kirim Surat

    Nasional
    Tanggapi Klaim Risma, Satgas Sebut Zonasi Risiko Covid-19 Kewenangan Pusat

    Tanggapi Klaim Risma, Satgas Sebut Zonasi Risiko Covid-19 Kewenangan Pusat

    Nasional
    Masyarakat Diminta Bersikap Sempurna Saat Pengibaran Merah Putih di Istana

    Masyarakat Diminta Bersikap Sempurna Saat Pengibaran Merah Putih di Istana

    Nasional
    Awas, Ada Sarang Burung Walet Palsu Berbahan Bihun

    Awas, Ada Sarang Burung Walet Palsu Berbahan Bihun

    Nasional
    Marak Klaim Obat Covid-19, Kemenristek Imbau Masyarakat Cermati 3 Hal

    Marak Klaim Obat Covid-19, Kemenristek Imbau Masyarakat Cermati 3 Hal

    Nasional
    Satgas Covid-19 Akui Kemampuan Contact Tracing Masih Rendah

    Satgas Covid-19 Akui Kemampuan Contact Tracing Masih Rendah

    Nasional
    Tak Ikuti Saran Kemenkes, KPU Bakal Beri Sarung Tangan ke Pemilih di TPS

    Tak Ikuti Saran Kemenkes, KPU Bakal Beri Sarung Tangan ke Pemilih di TPS

    Nasional
    Partai Berkarya Kubu Tommy Soeharto Akan Tempuh Jalur Hukum Terkait SK Kemenkumham

    Partai Berkarya Kubu Tommy Soeharto Akan Tempuh Jalur Hukum Terkait SK Kemenkumham

    Nasional
    Menurut LPSK, 3 Hal Ini Jadi Alasan Mengapa RUU PKS Perlu Segera Disahkan

    Menurut LPSK, 3 Hal Ini Jadi Alasan Mengapa RUU PKS Perlu Segera Disahkan

    Nasional
    Berkaca dari Djoko Tjandra, Mendagri Usul Penambahan Status Hukum di Data Kependudukan

    Berkaca dari Djoko Tjandra, Mendagri Usul Penambahan Status Hukum di Data Kependudukan

    Nasional
    Kampanye Penggunaan Masker Dinilai Akan Efektif jika Pemerintah Beri Teladan

    Kampanye Penggunaan Masker Dinilai Akan Efektif jika Pemerintah Beri Teladan

    Nasional
    Satgas Covid-19: Jabar Tak Masuk 10 Besar Daerah dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

    Satgas Covid-19: Jabar Tak Masuk 10 Besar Daerah dengan Kasus Covid-19 Tertinggi

    Nasional
    Kecewa Ada Dugaan Mahar Politik, 12 DPC Nasdem Kabupaten Semarang Alihkan Dukungan

    Kecewa Ada Dugaan Mahar Politik, 12 DPC Nasdem Kabupaten Semarang Alihkan Dukungan

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X