Moratorium TKI Gagal

Kompas.com - 30/08/2012, 05:17 WIB
Editor

Madiun,Kompas - Ribuan tenaga kerja usia produktif asal Kabupaten Madiun dan Kota Madiun, Jawa Timur, bermigrasi ke luar negeri. Jumlahnya meningkat hampir dua kali lipat dari tahun lalu. Ketiadaan lapangan kerja yang sesuai dengan kemampuan pendidikan jadi faktor penyebabnya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa moratorium pengiriman TKI ke luar negeri gagal. Sebab, pemerintah tak berhasil menyediakan lapangan kerja memadai di dalam negeri.

Kepala Bidang Penempatan Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Madiun Suyadi mengatakan, sampai dengan akhir Juli 2012 jumlah calon tenaga kerja Indonesia yang memproses dokumen keberangkatan ke luar negeri mencapai 1.118 orang.

”Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah calon TKI meningkat tajam hampir dua kali lipat. Tahun lalu yang mengajukan hanya 600-700 orang,” ujarnya, Rabu (29/8), di Madiun.

Dari 1.118 calon TKI, sebanyak 1.020 di antaranya perempuan, hanya 98 orang yang laki-laki. Mereka berasal dari kelompok penduduk usia produktif, yakni 18-35 tahun.

Latar belakang pendidikan calon TKI rata-rata lulusan SMP dan SMA. Dari pendataan dinas, sebanyak 40 persen calon TKI belum pernah bekerja. Sisanya 60 persen adalah mereka yang sudah pernah bekerja kemudian ingin kembali lagi karena dorongan ekonomi.

Suyadi menambahkan, lapangan pekerjaan yang tersedia bagi para calon TKI asal Kabupaten Madiun sebagian besar sektor informal, seperti pekerja rumah tangga serta pengasuh bayi dan perawat lanjut usia. Kaum laki-laki bekerja di sektor perkebunan ataupun menjadi kuli bangunan.

Tingginya animo warga bekerja di luar negeri disebabkan oleh sejumlah faktor. Pertama, dibukanya kembali pengiriman tenaga kerja ke sejumlah negara, seperti Malaysia. Faktor utama adalah ketiadaan lapangan pekerjaan di Madiun yang sesuai dengan tingkat pendidikan dan kemampuan mereka.

Muniati (19), salah satu calon TKI, asal Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, mengatakan, dirinya terpaksa mencari kerja di luar negeri selepas lulus SMA. Alasannya, tak ada perusahaan di Madiun yang siap menampung.

Minim lapangan kerja

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPNI: Jika Satu Perawat Sakit, Negara Ini Kehilangan Kesempatan Melayani 1.000 Orang

PPNI: Jika Satu Perawat Sakit, Negara Ini Kehilangan Kesempatan Melayani 1.000 Orang

Nasional
Dugaan PPNI soal Sumber Penularan Covid-19 di Lingkungan Tenaga Medis

Dugaan PPNI soal Sumber Penularan Covid-19 di Lingkungan Tenaga Medis

Nasional
Kejagung Periksa 3 Pengusaha Ekspedisi Laut Terkait Kasus Impor Tekstil

Kejagung Periksa 3 Pengusaha Ekspedisi Laut Terkait Kasus Impor Tekstil

Nasional
Kasus Jiwasraya Jilid II, Kejagung Periksa Mantan Dirut BEI dan 12 Saksi Lain

Kasus Jiwasraya Jilid II, Kejagung Periksa Mantan Dirut BEI dan 12 Saksi Lain

Nasional
Doni Monardo: Apabila Data Pasien Covid-19 Dibuka, Itu Sangat Membantu

Doni Monardo: Apabila Data Pasien Covid-19 Dibuka, Itu Sangat Membantu

Nasional
Usai Dicecar Hakim soal Janji Hadirkan Ki Gendeng, Kuasa Hukum Cabut Gugatan UU Pemilu

Usai Dicecar Hakim soal Janji Hadirkan Ki Gendeng, Kuasa Hukum Cabut Gugatan UU Pemilu

Nasional
Mahfud MD: Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Harus dengan Protokol Kesehatan

Mahfud MD: Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Harus dengan Protokol Kesehatan

Nasional
Ini Prediksi Terbaru Jokowi Soal Puncak Covid-19 di Indonesia...

Ini Prediksi Terbaru Jokowi Soal Puncak Covid-19 di Indonesia...

Nasional
Kemenkes Belum Atur Sanksi Terkait Pelanggaran Batas Tertinggi Biaya Rapid Test

Kemenkes Belum Atur Sanksi Terkait Pelanggaran Batas Tertinggi Biaya Rapid Test

Nasional
Djoko Tjandra Dianggap Imigrasi Penuhi Kriteria, Apa Syarat Pembuatan Paspor?

Djoko Tjandra Dianggap Imigrasi Penuhi Kriteria, Apa Syarat Pembuatan Paspor?

Nasional
Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Penipuan Proyek Asian Games 2018

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Kasus Penipuan Proyek Asian Games 2018

Nasional
Gugus Tugas Covid-19 dan KLHK Kerja Sama Tangani Limbah APD

Gugus Tugas Covid-19 dan KLHK Kerja Sama Tangani Limbah APD

Nasional
Targetkan Tes Covid-19 Tembus 30.000 per Hari, Ini Upaya Gugus Tugas

Targetkan Tes Covid-19 Tembus 30.000 per Hari, Ini Upaya Gugus Tugas

Nasional
Jokowi Sebut 18 Lembaga akan Dibubarkan Dalam Waktu Dekat

Jokowi Sebut 18 Lembaga akan Dibubarkan Dalam Waktu Dekat

Nasional
Soal Djoko Tjandra, Mendagri: Yang Salah Itu Kenapa Bisa Masuk Indonesia

Soal Djoko Tjandra, Mendagri: Yang Salah Itu Kenapa Bisa Masuk Indonesia

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X