Wa Ode Beli Telepon Seluler Rp 9 Miliar

Kompas.com - 29/08/2012, 06:06 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Terdakwa kasus dugaan korupsi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah, Wa Ode Nurhayati, membeli telepon seluler dan pulsa senilai Rp 9 miliar kepada pengusaha di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Majelis hakim dan penuntut umum mencurigai transaksi tak wajar soal nilai pembelian telepon seluler dan pulsanya tersebut.

Pengusaha ritel telepon seluler di Palangkaraya, Sie Yanto, yang bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa (28/8), mengakui bahwa Wa Ode membeli telepon seluler dan pulsa kepada dirinya sejak tahun 2008. Namun, Sie Yanto mengaku tak mencatat secara persis transaksi bisnis yang dia lakukan dengan Wa Ode sehingga total jumlah telepon seluler yang telah dibeli Wa Ode pun tak pernah tercatat.

Hakim Pangeran Napitulu mempertanyakan transaksi jual beli telepon seluler antara Sie Yanto dan Wa Ode. Pangeran mengatakan, dengan total transaksi mencapai Rp 9 miliar, Wa Ode membeli telepon seluler dari pengusaha asal Palangkaraya. Padahal, pusat penjualan telepon seluler ada di Jakarta.

Saat Sie Yanto ditanya Pangeran soal asal telepon seluler yang dibeli Wa Ode, pengusaha itu pun menjawab dari Jakarta.

”Total Ibu Wa Ode membeli telepon seluler sebesar Rp 9 miliar. Sebagian saya ambil di Jakarta. Merek Blackberry dan segala macam. Saya enggak tahu ke mana itu telepon seluler digunakan,” ujar Sie Yanto.

Berkali-kali Sie Yanto mengaku lupa detail transaksi jual-beli telepon seluler dengan Wa Ode meski nilainya sangat besar. Ketua Majelis Hakim Suhartoyo meminta Sie Yanto untuk memberikan kesaksian dengan benar karena jika di pengadilan terbukti Wa Ode bersalah dan uang yang digunakan adalah hasil korupsi, Sie Yanto bisa ikut terjerat. ”Transaksi Rp 9 miliar kok enggak pakai bukti,” kata Suhartoyo.

Jaksa Jaya Sitompul sempat menanyakan maksud tulisan persen bulanan dalam nota pembelian telepon seluler. Sie Yanto menjawab bahwa persen bulanan tersebut dia tulis jika setelah pembelian Wa Ode belum membayar transaksinya, dia menaikkan nilai transaksinya menjadi 2 persen. Jaya bertanya apakah nota itu dibuat setelah Sie Yanto diperiksa oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Sie Yanto membenarkan.

Namun, saat tim penasihat hukum Wa Ode bertanya apakah nota dibuat saat transaksi terjadi, Sie Yanto juga membenarkan. Majelis hakim pun mengingatkan Sie Yanto karena memberikan keterangan yang berbeda.

Dari kesaksian Sie Yanto juga terungkap bahwa Wa Ode membayar utang kepadanya sebesar Rp 7 miliar melalui pembelian rumah di Jalan Guntur Nomor 64, Jakarta. Menurut Sie Yanto, Wa Ode memiliki utang sebesar Rp 9 miliar. Namun, Rp 7 miliar di antaranya dibayarkan dalam bentuk pembelian rumah di Jalan Guntur.

Pencucian uang

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Hari Operasi Yustisi, Denda dari Pelanggar Protokol Kesehatan Capai Rp 924,17 Juta

8 Hari Operasi Yustisi, Denda dari Pelanggar Protokol Kesehatan Capai Rp 924,17 Juta

Nasional
Sebagian Besar Wilayah Indonesia Akan Memasuki Musim Hujan

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Akan Memasuki Musim Hujan

Nasional
Ilham Saputra Gantikan Arief Budiman Sebagai Plh Ketua KPU

Ilham Saputra Gantikan Arief Budiman Sebagai Plh Ketua KPU

Nasional
UPDATE 22 September: 184.298 Pasien Sembuh dari Covid-19

UPDATE 22 September: 184.298 Pasien Sembuh dari Covid-19

Nasional
UPDATE: 160 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE: 160 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sehari, Tertinggi Selama Pandemi

Nasional
UPDATE 22 September: Tambah 160, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 9.837

UPDATE 22 September: Tambah 160, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Capai 9.837

Nasional
Muhammadiyah Minta Pemerintah Kaji Seluruh Tahapan Pilkada

Muhammadiyah Minta Pemerintah Kaji Seluruh Tahapan Pilkada

Nasional
Positif Covid-19, Ketua KPU Arief Budiman Dirawat di RSPAD Gatot Soebroto

Positif Covid-19, Ketua KPU Arief Budiman Dirawat di RSPAD Gatot Soebroto

Nasional
Pilkada 2020 Tetap Digelar, Mahfud: Pemerintah Tak Ingin Ada Kepala Daerah Plt

Pilkada 2020 Tetap Digelar, Mahfud: Pemerintah Tak Ingin Ada Kepala Daerah Plt

Nasional
Kemenkes Jelaskan Tingkat Penularan Covid-19 jika Masyarakat Abai Pakai Masker

Kemenkes Jelaskan Tingkat Penularan Covid-19 jika Masyarakat Abai Pakai Masker

Nasional
MAKI Duga Eks Politikus Nasdem Berupaya Hilangkan Barang Bukti Dalam Perkara Djoko Tjandra

MAKI Duga Eks Politikus Nasdem Berupaya Hilangkan Barang Bukti Dalam Perkara Djoko Tjandra

Nasional
Pilkada di Tengah Pandemi, Pemerintah hingga KPU Dinilai Pertaruhkan Nyawa Rakyat

Pilkada di Tengah Pandemi, Pemerintah hingga KPU Dinilai Pertaruhkan Nyawa Rakyat

Nasional
Kemenko PMK Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian 10 Kali Berturut-turut

Kemenko PMK Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian 10 Kali Berturut-turut

Nasional
Mendagri Akui Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19 Timbulkan Kontroversi

Mendagri Akui Pilkada di Tengah Pandemi Covid-19 Timbulkan Kontroversi

Nasional
UPDATE: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 252.923, Bertambah 4.071

UPDATE: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 252.923, Bertambah 4.071

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X