2 Hakim Tipikor Jadi Tersangka - Kompas.com

2 Hakim Tipikor Jadi Tersangka

Kompas.com - 17/08/2012, 23:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan dua hakim ad hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi sebagai tersangka dugaan kasus penyuapan terkait penanganan perkara korupsi pemeliharaan mobil dinas di DPRD Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, senilai Rp 1,9 Miliar.

Dua hakim Tipikor yang resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka tersebut berinisial KM dan HK. Selain itu KPK turut menetapkan SD yang berprofesi sebagai wiraswasta sebagai tersangka. Ketiganya diciduk dalam operasi tangkap tangan oleh KPK di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Jalan Siliwangi, seusai upacara HUT ke-67 Kemerdekaan RI, Jumat (17/8/2012) pagi.

"Jadi KPK sudah menetapkan sejak beberapa saat yang lalu. Jadi HK, KJM dan SD sudah tersangka," ujar Juru Bicara KPK Johan Budi Sapto Prabowo, Jumat malam di Jakarta.

Johan mengatakan, ketiga tersangka dijerat dengan pasal berlapis. KM yang menjadi hakim Pengadilan Tipikor Semarang dijerat dengan Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 6 ayat 2 atau Pasal 11 atau Pasal 12 huruf a, b, dan c Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Adapun HK, hakim Pengadilan Tipikor Pontianak, diduga melanggar Pasal 5 ayat 2 atau Pasal 6 ayat 2 atau Pasal 11 atau 12 huruf a, b, c atau Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Sementara itu, pengusaha berinisial SD yang diduga merupakan adik Ketua DPRD Grobogan M Yaeni dikenai Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 6 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 huruf a UU Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Setelah menjalani pemeriksaan awal di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Jumat siang, ketiga tersangka itu kemudian diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di kantor KPK. Ketiga tersangka tersebut sebelumnya sudah diselidiki oleh KPK selama beberapa hari sebelum penangkapan.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorLaksono Hari W
    Komentar

    Terkini Lainnya

    Bayi Usia 10 Hari Ini Torehkan Sejarah di Kongres AS

    Bayi Usia 10 Hari Ini Torehkan Sejarah di Kongres AS

    Internasional
    Cerita Penjual 'Es Kepal Milo' yang Berdiri 8 Jam Melayani Pembeli

    Cerita Penjual "Es Kepal Milo" yang Berdiri 8 Jam Melayani Pembeli

    Megapolitan
    Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

    Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

    Nasional
    Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

    Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

    Megapolitan
    Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

    Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

    Nasional
    Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

    Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

    Nasional
    Rela Antre Berjam-jam demi 'Es Kepal Milo' yang Viral di Medsos...

    Rela Antre Berjam-jam demi "Es Kepal Milo" yang Viral di Medsos...

    Megapolitan
    Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

    Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

    Nasional
    Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

    Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

    Regional
    Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

    Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

    Internasional
    Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

    Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

    Nasional
    Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

    Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

    Regional
    5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

    5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

    Nasional
    Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga 'Skybridge'

    Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga "Skybridge"

    Megapolitan
    Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

    Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

    Megapolitan

    Close Ads X