Koruptor Tetap Diajukan Mendapat Remisi - Kompas.com

Koruptor Tetap Diajukan Mendapat Remisi

Kompas.com - 17/08/2012, 17:24 WIB

SALATIGA, KOMPAS.com — Narapidana tindak pidana korupsi tetap diajukan untuk mendapat remisi atau pengurangan masa hukuman. Pihak Lembaga Pemasyarakatan memberi rekomendasi dengan dasar memenuhi hak narapidana.

Di Kota Salatiga, Jawa Tengah, Kepala Rumah Tahanan Kota Salatiga Darwis Tampubolon, Jumat (17/8/2012), mengatakan, ada 27 narapidana di rutan yang mendapat remisi kali ini. Remisi yang diberikan terdiri dari remisi umum bagi mereka yang masih tetap tinggal di rutan dan untuk yang langsung bebas.

"Itu semua untuk pelaku tindak pidana umum. Untuk pidana khusus, yaitu narkoba dan korupsi, sudah kami ajukan ke Jakarta, tetapi kami belum menerima keputusannya. Terpidana narkoba yang diajukan dua orang, sedangkan korupsi ada empat orang," kata Darwis.

Darwis mengatakan, remisi merupakan hak para narapidana, termasuk terpidana kasus korupsi. Semuanya mengacu pada PP Nomor 28 Tahun 2006 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan dan setelah moratorium pemberian remisi untuk kasus korupsi dicabut.

"Ketentuannya sudah jelas. Kalau sudah menjalani sepertiga masa hukuman dan berkelakuan baik, otomatis mendapat remisi. Ini berbeda dengan pembebasan bersyarat yang harus melalui prosedur khusus," tutur Darwis.


EditorAgnes Swetta Pandia
Komentar

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X