Kompas.com - 14/08/2012, 10:07 WIB
EditorHindra

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Masyarakat di Kabupaten Banyuwangi kini bisa mudik dengan tenang, tanpa khawatir barang yang ditinggalkan di rumah atau kos-kosan hilang digarong maling. Tahun ini, Polres Banyuwangi menyediakan pelayanan penitipan barang gratis bagi warga yang ingin mudik. Berada di tengah-tengah markas polisi, pencuri tentu saja tidak akan berani datang menggasak.

Barang-barang berharga, seperti perhiasan, laptop, motor, dan mobil bisa dititipkan di posko penitipan barang kantor Polres Banyuwangi. Untuk menitipkan barang, warga tinggal datang ke mapolres itu dengan membawa identitas diri dan barang yang akan disimpan.

Di ruang lobi kantor Polres Banyuwangi, mbak-mbak polwan yang ramah akan membantu mencatat identitas dan menyimpankan barang berharga. Pemudik bisa mengambilnya kembali hanya dengan menunjukkan identitas diri dan bukti penitipan ke pos penitipan barang. Barang titipan akan disimpan di gudang hingga maksimal H+7 atau saat warga sudah kembali dari perjalanan mudik di kampung asal.

Beda dengan jasa penitipan lain, pelayanan dari Polres Banyuwangi itu tanpa biaya alias gratis. Suharno (37), warga Karangente, Banyuwangi, sudah menjajal menitipkan laptopnya ke jasa penitipan gratis itu. Ia memang berencana meninggalkan rumahnya dalam kondisi kosong untuk mudik ke Madiun. ”Tahun lalu, barang berharga seperti laptop kerja, saya titipkan ke pegadaian. Tapi berbiaya. Hitungannya sama seperti saya menggadaikan barang,” katanya saat menitipkan barang pada, Selasa (7/8).

Untuk biaya administrasi pegadaian, Suharno harus membayar Rp 15.000, itu belum termasuk biaya gadai yang besarnya tergantung dari waktu penyimpanan. Tahun lalu, ia membayar Rp 50.000 untuk biaya selama dua pekan lebih.

Tempat penitipan gratis ini juga menarik perhatian Andi Azis (28) untuk menitipkan motornya. Kredibilitas penyelenggara pelayanan, yakni polisi, dan tempat penyimpanan yang berada di markas polisi membuat Andi yakin motor matiknya bisa lebih aman disimpan karena jauh dari jangkauan maling.

”Kalau disimpan di rumah, saya tidak bisa tidur karena maling bisa membobol kapan saja dan mengambil motor saya, tapi kalau barangnya ada di gedung polres, saya pikir hanya maling nekat yang berani membobol,” ujar kata Andi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baru dibuka

Pelayanan penitipan barang berharga gratis itu memang baru sekali ini dibuka di Polres Banyuwangi. Pelayanan ini sebagai respons dari maraknya kasus pembobolan atau pencurian rumah kosong di Banyuwangi selama musim mudik.

Kepala Polres Banyuwangi Ajun Komisaris Nanang Masbudi mengatakan, pada tahun lalu ada 11 kasus pencurian dan pembobolan rumah. Sasarannya rumah-rumah kosong yang ditinggal mudik pemiliknya. Untuk itu, Polres Banyuwangi membuka pelayanan titipan barang gratis itu.

”Kebetulan kami punya ruangan luas untuk menampung barang, yakni aula kosong seluas 8 x 12 meter. Halaman parkir pun luas. Jadi mau menitipkan mobil pun bisa. Tenaga ada, jadi kami buka pelayanan penitipan barang,” katanya.

Soal keamanan tak perlu ditanya lagi. Ruang penyimpanan yang berada di tengah Markas Polres Banyuwangi itu selalu dikunci dan dijaga 24 jam oleh petugas. Begitu pula lapangan parkir. Mungkin benar, hanya pencuri nekat yang berani membobol kantor polisi.

Pelayanan penitipan barang gratis tersebut diharapkan menjadi salah satu bagian dari solusi sebagai upaya untuk menekan angka kriminalitas selama musim mudik Lebaran. Dengan menitipkan barang berharga di tempat yang aman, warga pun kini bisa menikmati mudik dengan senang dan tenang, tanpa khawatir rumahnya kebobolan. (Siwi Yunita C)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.