Kompas.com - 12/08/2012, 10:16 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Electroral threshold atau ambang batas partai politik untuk mengikuti pemilu selanjutnya lebih baik ditingkatkan sampai 5 persen.

Hal tersebut dibutuhkan karena Indonesia masih perlu menata ulang pemilu dan partai untuk menjadi lebih profesional.

"Selama ini kan 3,5 persen, kalau perlu ditingkatkan menjadi 5 persen karena kita mau menata ulang pemilu dan partai," ujar Siti Zuhro, peneliti senior Pusat Penelitian Politik LIPI, di Cikini, Jakarta, Sabtu (11/8/2012) malam.

Siti mengungkapkan, partai politik harus sejalan dengan sistem presidensiil. Menurutnya, selama ini parlemen tidak efektif, mulai dari perihal regulasi dan pengawasan sampai budgeting. Parlemen selama ini, lanjutnya, hanya kepanjangan tangan dari partai sehingga seringkali terjadi intrik dan skandal korupsi yang justru merugikan rakyat.

Parpol, tegasnya, harus segera ditata dengan electoral threshold yang tinggi. Hal itu bagus karena parpol akan mempunyai akar yang kuat daripada hanya menjadi penghibur dan kualitas parpol dipertanyakan banyak pihak.

"Semakin sulit electoral treshold itu, maka partai semakin menghargai SDM (Sumber Daya Manusia) yang ditampilkan oleh partai ke masyarakat," tambahnya.

Dirinya mengungkapkan, jika electoral threshold semakin sulit maka partai akan tersaring dengan profesional. Selain itu, parpol akan dituntut untuk lebih terlecut berkompetisi dengan mengedepankan kinerja yang serius melayani rakyat agar electoral threshold partai tersebut tidak ambruk.

Ketatnya electoral threshold, menurut dia, juga akan membuat parpol semakin bijak menyaring para kadernya. Kader yang berpotensi memimpin bangsa akan dapat dilahirkan dari electoral threshold yang ketat itu karena parpol akan lebih mengedepankan kader berdasarkan kualitas bukan kuantitas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    Rekomendasi untuk anda
    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Vaksinasi Booster 18 Tahun ke Atas Boleh Digelar di Seluruh Daerah

    Vaksinasi Booster 18 Tahun ke Atas Boleh Digelar di Seluruh Daerah

    Nasional
    DPR Akan Minta Klarifikasi Pemerintah karena Teken Perjanjian yang Tak Diratifikasi pada 2007

    DPR Akan Minta Klarifikasi Pemerintah karena Teken Perjanjian yang Tak Diratifikasi pada 2007

    Nasional
    Enggan Rekomendasikan Nama Calon Pemimpin IKN, Nasdem: Ketum Kami Tahu Batasan

    Enggan Rekomendasikan Nama Calon Pemimpin IKN, Nasdem: Ketum Kami Tahu Batasan

    Nasional
    PPP Ingatkan Jaksa Hati-hati saat Putuskan Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Tak Diproses Hukum

    PPP Ingatkan Jaksa Hati-hati saat Putuskan Korupsi di Bawah Rp 50 Juta Tak Diproses Hukum

    Nasional
    Geledah Kantor dan Perusahaan Bupati Langkat, KPK Sita Sejumlah Dokumen

    Geledah Kantor dan Perusahaan Bupati Langkat, KPK Sita Sejumlah Dokumen

    Nasional
    Jokowi: Yang Paling Penting Meminimalkan Kontak, Agar Cegah Meluasnya Penyebaran Omicron

    Jokowi: Yang Paling Penting Meminimalkan Kontak, Agar Cegah Meluasnya Penyebaran Omicron

    Nasional
    UPDATE 28 Januari: Sebaran 9.905 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 4.558

    UPDATE 28 Januari: Sebaran 9.905 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi di DKI dengan 4.558

    Nasional
    Bareskrim Jadwalkan Pemeriksaan Kedua ke Edy Mulyadi Pada Senin Besok

    Bareskrim Jadwalkan Pemeriksaan Kedua ke Edy Mulyadi Pada Senin Besok

    Nasional
    Omicron Meningkat, Jokowi: Tetap Tenang, Tidak Panik, Kurangi Aktivitas Tak Perlu

    Omicron Meningkat, Jokowi: Tetap Tenang, Tidak Panik, Kurangi Aktivitas Tak Perlu

    Nasional
    Jokowi: Varian Omicron Masih Akan Meningkat Beberapa Waktu ke Depan

    Jokowi: Varian Omicron Masih Akan Meningkat Beberapa Waktu ke Depan

    Nasional
    UPDATE 28 Januari: Bertambah 2.028, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.131.333

    UPDATE 28 Januari: Bertambah 2.028, Kasus Sembuh Covid-19 Jadi 4.131.333

    Nasional
    Jokowi: Ketika Hasil Tes Anda Positif, tapi Tanpa Gejala, Silakan Isoman 5 Hari

    Jokowi: Ketika Hasil Tes Anda Positif, tapi Tanpa Gejala, Silakan Isoman 5 Hari

    Nasional
    UPDATE 28 Januari: Kasus Aktif Covid-19 Bertambah, Kini Ada 43.574 di Indonesia

    UPDATE 28 Januari: Kasus Aktif Covid-19 Bertambah, Kini Ada 43.574 di Indonesia

    Nasional
    UPDATE: 372.844 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 18,88 Persen

    UPDATE: 372.844 SpesimenĀ Diperiksa dalam Sehari, Positivity Rate Versi PCR 18,88 Persen

    Nasional
    Lebih dari 90 Sekolah di DKI Jakarta Terpapar Covid-19, Batalkan PTM 100 Persen

    Lebih dari 90 Sekolah di DKI Jakarta Terpapar Covid-19, Batalkan PTM 100 Persen

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.