Kontekstualisasi Ramadhan

Kompas.com - 11/08/2012, 09:48 WIB
EditorEgidius Patnistik

Dalam suatu riwayat, penafsir Ibn ’Abbas menyebut puasa Islam yang paling awal sebagai puasa Yom Kippur. Hal ini sebagai bukti bahwa puasa dalam Islam pada awalnya tidak hadir dalam ruang yang hampa, tetapi berinteraksi aktif dengan konteks sejarah yang spesifik, terutama puasa dalam dua agama monote- istik pra-Islam: Yahudi dan Kristen. Itu sebabnya al-Abari memberikan preferensi tafsir ”orang-orang sebelum kamu” sebagai ahl al-kitab.

Bersama pengikutnya yang tergabung ke dalam gerakan reformasi keagamaan, yang disebut sejarawan Fred Donner dari Universitas Chicago sebagai ”gerakan orang-orang beriman”, Muhammad hijrah ke dan menetap di Madina sama sekali bukan untuk memusuhi dan memusnahkan, melainkan untuk mengonfirmasi dan mengapresiasi atas tradisi puasa yang hidup di kalangan Yahudi dan Kristen.

Pada akhirnya itu meneguhkan identitas diri yang istimewa melalui instrumen puasa yang diwajibkan atas orang-orang beriman selama Ramadhan. Kewajiban puasa Ramadhan ini menandai status puasa pada hari ’Ashura’, yang menjadi tradisi puasa orang-orang Yahudi di hari Yom Kippur, berubah menjadi pilihan yang bersifat sukarela semata.

Turunnya Al Quran

Sama dengan puasa, Al Quran juga diturunkan pada Ramadhan, yang turunnya sendiri tak terjadi dalam ruang sosial yang hampa, tetapi dalam konteks sejarah yang spesifik. Turunnya Al Quran pada Ramadhan merupakan mata rantai sejarah yang tak terpisahkan dari agama monoteistik pra-Islam, terutama karena kitab-kitab suci yang pernah diwahyukan kepada Nabi Ibrahim, Musa, Daud, dan Yesus juga diturunkan pada Ramadhan. Pendapat ini dikemukakan penafsir al-Suyudhi dalam karyanya, al-Itqan fi 'Ulum al-Quran.

Sama dengan puasa, turunnya Al Quran juga harus dikontekstualisasikan secara historis terkait apa yang sebenarnya terjadi dengan pewahyuan Kitab Suci dalam tradisi agama monoteistik pra-Islam: Yahudi dan Kristen. Salah satu contoh dapat diberikan melalui kalam Tuhan ini: ”Mereka yang tidak percaya berkata: mengapa Al Quran tidak diturunkan kepadanya (yakni Muhammad) sekali turun saja?” Menurut al-Abari, frase ”sekali turun saja” merujuk pada proses pewahyuan Taurat kepada Nabi Musa di Gunung Sinai.

Penafsir al-Tha'labi al-Naysaburi memperlebar makna ”sekali turun saja” yang merujuk bukan hanya Kitab Taurat kepada Musa, tetapi juga Kitab Zabur kepada Nabi Daud dan kitab Injil kepada Nabi Isa. Berbeda dengan proses pewahyuan Taurat kepada Musa, Zabur kepada Daud, dan Injil kepada Isa yang ”sekali turun”, Al- Quran hanya diturunkan secara progresif dan bertahap sesuai dengan periode kena- bian Muhammad. Mengapa?

Pertama, penafsir awal Ibn Jurayj, yang pendapatnya terekam dalam Tafsir al- Abari, lebih menekankan karakter respon- sif wahyu dalam Islam. Menurut dia, ”Al Quran diturunkan kepada Muhammad sebagai respons atas apa yang mereka kata- kan sehingga Muhammad akan tahu bahwa Tuhan akan menjawab orang-orang dengan kebenaran terkait dengan apa yang mereka katakan.” Pewahyuan ini adalah proses dialogis yang berlangsung secara aktif, yang melibatkan antara dua subyek yang hadir dalam sejarah penyelamatan, Tuhan dan Muhammad untuk memberikan jawaban atas apa yang orang-orang katakan kepada Muhammad.

Kedua, penafsir Ibn ’Abbas, yang inter- pretasinya juga terekam dalam Tafsir al- Abari lebih menekankan argumen pembelajaran dan penghafalan agar Muhammad dapat mempelajari ayat demi ayat yang diwahyukan bahkan diajarkan Tuhan kepadanya melalui hafalan dan ingatan. Argumen ini merefleksikan karakter utama wahyu Al Quran yang bersifat oral dan, karena itu, terekam dalam memori kolektif Muhammad dan pengikutnya.

SUKIDI Kandidat PhD di Universitas Harvard

Halaman:
Baca tentang
    Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
    Ikut


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Epidemiolog: Kita Belum Mencapai Gelombang Pertama Covid-19

    Epidemiolog: Kita Belum Mencapai Gelombang Pertama Covid-19

    Nasional
    Airlangga Hartarto: Korporasi Indonesia Diharapkan Bisa Jadi Stimulan Ekonomi Nasional

    Airlangga Hartarto: Korporasi Indonesia Diharapkan Bisa Jadi Stimulan Ekonomi Nasional

    Nasional
    Viral soal Video Mobil Dinas RI 2 Isi Bensin Pakai Jeriken, Wapres Naik Mobil Berbeda

    Viral soal Video Mobil Dinas RI 2 Isi Bensin Pakai Jeriken, Wapres Naik Mobil Berbeda

    Nasional
    Covid-19 Dapat Menular Lewat Udara, Epidemiolog: Gunakan Masker di Luar dan Dalam Gedung

    Covid-19 Dapat Menular Lewat Udara, Epidemiolog: Gunakan Masker di Luar dan Dalam Gedung

    Nasional
    Video Mobil Wapres Diisi Bensin Pakai Jeriken Viral, Ini Penjelasan Setwapres

    Video Mobil Wapres Diisi Bensin Pakai Jeriken Viral, Ini Penjelasan Setwapres

    Nasional
    Tenaga Ahli KSP: Ada Unsur Bahasa Asing, New Normal Tidak Mudah Dipahami

    Tenaga Ahli KSP: Ada Unsur Bahasa Asing, New Normal Tidak Mudah Dipahami

    Nasional
    BNPT Ingatkan Potensi Penyebaran Paham Teror di Lingkungan Karyawan Swasta

    BNPT Ingatkan Potensi Penyebaran Paham Teror di Lingkungan Karyawan Swasta

    Nasional
    Partai Nasdem dan Partai Buruh Selandia Baru Bicara Potensi Kerja Sama Penanganan Covid-19

    Partai Nasdem dan Partai Buruh Selandia Baru Bicara Potensi Kerja Sama Penanganan Covid-19

    Nasional
    Pernyataan WHO soal Penularan Covid-19 Lewat Udara dan Tanggapan Pemerintah...

    Pernyataan WHO soal Penularan Covid-19 Lewat Udara dan Tanggapan Pemerintah...

    Nasional
    72.347 Kasus Covid-19 Indonesia dan Ancaman Penularan Lewat Udara...

    72.347 Kasus Covid-19 Indonesia dan Ancaman Penularan Lewat Udara...

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Update Covid-19 | Klaster Baru Secapa AD

    [POPULER NASIONAL] Update Covid-19 | Klaster Baru Secapa AD

    Nasional
    UU Minerba Digugat ke MK, Ini Tiga Alasan Penggugat Ajukan Uji Materi

    UU Minerba Digugat ke MK, Ini Tiga Alasan Penggugat Ajukan Uji Materi

    Nasional
    Gugus Tugas: Masker Jadi Kunci Cegah Penularan Covid-19 Lewat Udara

    Gugus Tugas: Masker Jadi Kunci Cegah Penularan Covid-19 Lewat Udara

    Nasional
    UU Minerba Digugat ke MK, Ini Pihak-pihak yang Ajukan Uji Materi

    UU Minerba Digugat ke MK, Ini Pihak-pihak yang Ajukan Uji Materi

    Nasional
    Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

    Menlu Minta China Hadirkan Warganya sebagai Saksi di Kasus Kapal Long Xing 629

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X