Kompas.com - 10/08/2012, 12:55 WIB
|
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Operasi PT. Jasa Marga (Persero) Tbk, Hasanudin, memastikan terminal bayangan Jatibening, Bekasi, Jawa Barat, akan steril dari aktivitas turun-naik penumpang. Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak Walikota dan Korps Lalu Lintas (Korlantas) untuk memastikan hal tersebut.

"Kita sudah sepenuhnya sepakat dengan Walikota, Korlantas serta warga. Tidak ada lagi yang menurunkan atau menaikan penumpang di tempat itu, baik angkutan penumpang atau kendaraan pribadi," ujarnya kepada wartawan saat konferensi pers yang dilakukan di Kantor Jasa Marga, Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (10/8/2012).

Hasanudin melanjutkan, kebijakan tersebut telah dilakukan pihaknya selama satu minggu terakhir. PT Jasa Marga juga telah memberikan alternatif bagi angkutan umum yang ingin menaik-turunkan penumpang di tempat tersebut, baik tol yang mengarah ke Cikampek, maupun ke Jakarta.

"Untuk yang arah ke Cikampek, bus atau kendaraan penumpang yang menaik-turunkan penumpang, harus keluar dulu ke Ramp Pondok Gede Timur, baru masuk kembali, hanya bayar Rp. 1.000 saja," lanjutnya.

Sementara, untuk angkutan umum yang mengarah ke Jakarta, pihak Jasa Marga telah mempersiapkan area parkir derek sebagai tempat menaik-turunkan penumpang. Tempat tersebut tidak dipungut bayaran. Dengan demikian, arus lalu lintas kedua arah tak terganggu.

Kebijakan tersebut dilakukan demi menciptakan pelayanan optimal dalam arus mudik dan arus balik Lebaran tahun 2012. PT. Jasa Marga memperkirakan, kondisi arus mudik naik pada H-3 (Kamis 16 Agustus 2012) dengan persentase kenaikan sebesar 178 persen. Jika pada hari biasa rata-rata kendaraan melintas sebanyak 16.221, maka pada puncak arus mudik, akan mencapai 45.092 per harinya.

Sebelumnya, Jumat (27/7/2012), Warga Kelurahan Jatibening, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, meminta PT Jasa Marga membatalkan penutupan terminal bayangan eks Gerbang Tol Pondok Gede Timur karena akan memutus nadi perekonomian masyarakat setempat.

Masyarakat yang paling menolak keras penutupan akses turun/naik penumpang di lokasi itu ialah orang-orang yang biasa beraktivitas di jalan tol Jakarta-Cikampek dekat eks gerbang tol Pondok Gede Timur. Tidak cuma para penumpang yang menolaknya, tapi juga pengojek, dan warga lain yang berkegiatan ekonomi di area tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.