PNS Golongan II A Dituduh Punya "Rekening Gendut"

Kompas.com - 10/08/2012, 05:05 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

PAREPARE, KOMPAS.com — Seorang pegawai negeri sipil (PNS) golongan II A di lingkungan Pemerintah Kota Parepare, Sulawesi Selatan, dituduh mempunyai "rekening gendut" dari hasil usaha haram. Indikasi itu muncul hanya karena yang bersangkutan kini tengah membangun rumah yang tergolong mewah senilai Rp 1,5 miliar di Kota Parepare.

Tuduhan itu dilayangkan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang menamakan diri Kelompok Relawan Anti Korupsi (KRAK), Kamis (9/8/2012). "Kita menduga adanya Indikasi rekening gendut yang dimiliki oleh oknum PNS bergolongan II A tersebut, apalagi sebuah bangunan mewah berdiri di seputar Jalan Industri Kecil, Kecamatan Soreang, Kota Parepare, yang disinyalir dimiliki oleh oknum PNS itu," ujar Lasady, Koordinator Biro Investigasi LSM KRAK.

Lasady mengatakan, oknum PNS tersebut tidak mempunyai jabatan dan belum sarjana. "Menjadi pertanyaan kami bahwa oknum pegawai tersebut memiliki kedekatan dengan beberapa petinggi atau pejabat teras di kota ini. Sehingga untuk mencapai keinginannya, ia memanfaatkan kedekatan itu," kata Lasady lagi.

"Dari hasil analisis KRAK, seorang PNS dengan golongan II A mempunyai penghasilan bersih sekitar Rp 2 juta per bulan. Kalaupun harus mengambil kredit di bank, maksimal hanya Rp 60 juta hingga Rp 70 juta dengan tenor pembayaran angsuran sepanjang 15 tahun," katanya.

Dengan kondisi itu, KRAK menduga oknum tersebut telah melakukan korupsi. "Sebagai pembanding, kami menelusuri PNS lainnya pada dinas yang berbeda dengan golongan III C dan IV A dan mempunyai jabatan strategis ketika mengajukan kredit di bank hanya memperoleh platform Rp 100 juta-an dengan standar gaji sekitar Rp 4 juta dengan masa angsuran 15 tahun," terangnya.

Mendengar hal ini, Sekretaris Daerah Pemkot Parepare, Achmad Faisal A Sapada, di ruang kerjanya kemarin, mengatakan, jika memang ada indikasi tersebut, pihaknya bisa saja melakukan pengecekan. Namun, menurutnya, sangat banyak PNS golongan II A yang mempunyai rekening. "Bisa saja dia mempunyai harta warisan," kata Faisal.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ayah di Salatiga Tularkan Covid-19 ke Tiga Anggota Keluarganya

Ayah di Salatiga Tularkan Covid-19 ke Tiga Anggota Keluarganya

Nasional
Ketua KPK Minta Kepala Daerah Stop Poles Citra dengan Dana Penanganan Covid-19

Ketua KPK Minta Kepala Daerah Stop Poles Citra dengan Dana Penanganan Covid-19

Nasional
Pemerintah: Tidak Pakai Masker Jadi Faktor Penyumbang Kasus Positif Covid-19 Terbanyak

Pemerintah: Tidak Pakai Masker Jadi Faktor Penyumbang Kasus Positif Covid-19 Terbanyak

Nasional
UPDATE 11 Juli: Pemerintah Telah Periksa 1.038.988 Spesimen Covid-19

UPDATE 11 Juli: Pemerintah Telah Periksa 1.038.988 Spesimen Covid-19

Nasional
1.671 Kasus Baru Covid-19 dari 28 Provinsi, Jatim Terbanyak dengan 409

1.671 Kasus Baru Covid-19 dari 28 Provinsi, Jatim Terbanyak dengan 409

Nasional
UPDATE 11 Juli: ODP Covid-19 Sebanyak 34.887 Orang, PDP 13.752 Orang

UPDATE 11 Juli: ODP Covid-19 Sebanyak 34.887 Orang, PDP 13.752 Orang

Nasional
UPDATE: 1.190 Pasien Sembuh Covid-19, Rekor Terbanyak Sejak 2 Maret 2020

UPDATE: 1.190 Pasien Sembuh Covid-19, Rekor Terbanyak Sejak 2 Maret 2020

Nasional
UPDATE 11 Juli: Tambah 66, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 3.535 Orang

UPDATE 11 Juli: Tambah 66, Pasien Covid-19 Meninggal Dunia Jadi 3.535 Orang

Nasional
UPDATE 11 Juli: Bertambah 1.190, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 34.719 Orang

UPDATE 11 Juli: Bertambah 1.190, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 Jadi 34.719 Orang

Nasional
UPDATE: Kini Ada 74.018 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 1.671

UPDATE: Kini Ada 74.018 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 1.671

Nasional
Anggota Komisi IX DPR: Gratiskan Rapid Test Covid-19 untuk Warga Tidak Mampu

Anggota Komisi IX DPR: Gratiskan Rapid Test Covid-19 untuk Warga Tidak Mampu

Nasional
Penyintas Covid-19: Jangan Takut Cek Kesehatan jika Merasakan Gejala Terpapar Corona

Penyintas Covid-19: Jangan Takut Cek Kesehatan jika Merasakan Gejala Terpapar Corona

Nasional
Kemenkumham Diminta Tak Larut Dalam Glorifikasi Keberhasilan Ekstradisi Maria Lumowa

Kemenkumham Diminta Tak Larut Dalam Glorifikasi Keberhasilan Ekstradisi Maria Lumowa

Nasional
Masyarakat Diminta Tidak Bicara Keras demi Cegah Penularan Covid-19

Masyarakat Diminta Tidak Bicara Keras demi Cegah Penularan Covid-19

Nasional
Pilkada Digelar Desember, Ma'ruf Amin Harap Tak Akibatkan Gelombang Kedua Covid-19

Pilkada Digelar Desember, Ma'ruf Amin Harap Tak Akibatkan Gelombang Kedua Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X