Kembangkan Kerukunan dan Toleransi

Kompas.com - 08/08/2012, 02:22 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak segenap rakyat Indonesia untuk mengembangkan dan mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa, salah satunya kerukunan dan toleransi. Nilai ini relevan untuk membangun solidaritas bangsa dan menghadapi tantangan dan harmoni dalam kehidupan saat ini.

Ajakan ini disampaikan Presiden dalam sambutannya pada peringatan Nuzulul Quran tahun 1433 Hijriah/2012 tingkat nasional di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/8) malam. Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya Al Quran ke bumi.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Presiden Boediono beserta Ny Herawati Boediono, Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali, Ketua BPK Hadi Poernomo, Ketua Komisi Yudisial Eman Suparno, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, dan duta besar negara sahabat.

”Saya mengajak, mulai saat ini marilah kita hidup berdampingan secara damai, apa pun agama, suku, daerah, dan perbedaan identitas lain,” kata Presiden.

Lima sikap

Menurut Presiden, ada lima sikap luhur yang perlu dikembangkan untuk membangun bangsa Indonesia yang makin maju. Sikap itu meliputi daya pikir dan daya nalar; kesadaran dan perilaku untuk menjalankan nilai demokrasi yang baik; serta rasa cinta damai, kerukunan, dan toleransi. Selain itu, sikap patriotisme dan nasionalisme, serta kepatuhan pada pranata hukum.

Dalam uraian hikmah Nuzulul Quran, Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Malang Prof Dr Imam Suprayogo mengatakan, Al Quran memerintahkan umat untuk berdzikir dan merenungi penciptaan langit dan bumi. Penciptaan itu tak sia-sia.

Imam juga mengatakan, Al Quran merupakan ajaran yang luas, komprehensif, serta berisi rahmat, penjelas, dan pembeda. Dengan demikian, Al Quran bisa dijadikan dasar untuk membangun peradaban yang unggul di tengah kehidupan masyarakat.

Adapun Menteri Agama Suryadharma Ali mengatakan, Al Quran memiliki visi yang maju dalam membangun peradaban manusia. Al Quran bukan sekadar kitab yang mengajarkan peribadatan dan hukum-hukum, melainkan juga memotivasi manusia untuk mencapai puncak peradaban yang tinggi sebagai penciptaan terbaik. (WHY)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.