Belajar Atasi Gelandangan dan Pengemis Zaman Jepang - Kompas.com

Belajar Atasi Gelandangan dan Pengemis Zaman Jepang

Kompas.com - 31/07/2012, 10:02 WIB

MARHABAN ya Ramadan, selamat datang bulan Suci Ramadan. Bulan ini adalah bulan yang di tunggu-tunggu oleh umat muslim seluruh dunia karena merupakan bulan ampunan dan penuh rahmat.

Lucunya, di Indonesia, gepeng alias gelandangan dan pengemis pada bulan Ramadan jumlahnya semakin banyak. Tidak percaya? Pusat data Informasi Kementerian Sosial mencatat dalam kurun 5 tahun ini jumlah gepeng meningkat sebanyak 17 persen!

Ternyata penyebabnya bukan melulu korban dari tidak adanya lapangan pekerjaan, tapi juga dari faktor tidak adanya keinginan berusaha dan tidak memiliki ketrampilan (sumber: rehsos.depsos.go.id).

Pada masa pendudukan Jepang, ada suatu usaha yang cukup berhasil dilakukan untuk mengatasi para gepeng ini. Apakah itu? Yang dilakukan pemerintah pendudukan Jepang saat itu adalah membuat suatu badan khusus untuk merawat kaum gelandangan dan pengemis, yang dinamakan: "Rumah Pemeliharaan Pengemis," seperti yang diberitakan dalam surat kabar Asia Raya; "Baru-baru ini Bogor Shi (Korapraja Bogor) telah menyelesaikan rencananya yang merupakan usaha untuk merawat kaum pengemis, terutama mereka yang bergelandangan dan tidak mempunyai tempat tinggal yang tertentu. Usaha ini akan segera dijalankan.

Mengingat banyaknya kaum pengemis yang kian hari kian bertambah jumlahnya maka pihak yang berwajib akan mendirikan barak-barak untuk merawat mereka yan tidak sehat atau ada penyakitnya. Jika mereka ini sudah sembuh dan sehat badannya mereka itu akan dipekerjakan sebagai pekerja" (Asia Raya, 18 Januari 1945).

Hebatnya, Pengurus Rumah Pemeliharaan Pengemis sedang menyiapkan kaum pengemis yang telah insaf dan berbadan kuat untuk menangkap saudara-saudaranya yang masih bergelandangan di jalan-jalan, guna diajak ikut pelatihan ketrampilan.

Razia dan pembinaan yang dilakukan oleh pemerintah daerah tidak efektif, karena setelah keluar dari panti, mereka kembali mengemis! Mungkin salah satu sebabnya adalah mengemis menjadi profesi! Sungguh menyedihkan. Ada baiknya kita membantu pemerintah dengan melakukan gerakan "Anti Memberi" kepada para anak jalanan, gelandangan dan pengemis di jalan-jalan protokol.

(Lily Utami, pemerhati sejarah dan budaya)


EditorPingkan

Terkini Lainnya

Kisah Anak Satpam, Raih Gelar Doktor di UGM

Kisah Anak Satpam, Raih Gelar Doktor di UGM

Regional
Menurut KPU, Tak Perlu Lagi Ada Wacana Pilkada melalui DPRD

Menurut KPU, Tak Perlu Lagi Ada Wacana Pilkada melalui DPRD

Nasional
Berita Populer Regional: Serial Romansa Pebulu Tangkis Huang Hua dan Tertangkapnya Bos Miras Oplosan

Berita Populer Regional: Serial Romansa Pebulu Tangkis Huang Hua dan Tertangkapnya Bos Miras Oplosan

Regional
Berita Populer: Ayah Perkosa Anak Kandung, hingga Pria Tambun Berubah Jadi Juara Binaraga

Berita Populer: Ayah Perkosa Anak Kandung, hingga Pria Tambun Berubah Jadi Juara Binaraga

Internasional
Jalan Sempit Bersihkan Timbunan Sampah Plastik di Kolong Tol di Tanjung Priok

Jalan Sempit Bersihkan Timbunan Sampah Plastik di Kolong Tol di Tanjung Priok

Megapolitan
Berita Populer Nasional: Jaket Jins Andalan Jokowi di IIMS 2018 dan Skenario Kecelakaan Novanto

Berita Populer Nasional: Jaket Jins Andalan Jokowi di IIMS 2018 dan Skenario Kecelakaan Novanto

Nasional
Survei Cyrus: Partai Mana yang Paling Banyak Uang? Perindo Urutan Teratas

Survei Cyrus: Partai Mana yang Paling Banyak Uang? Perindo Urutan Teratas

Nasional
Solusi Bahan Bakar Alternatif, Karolin Perkenalkan Kompor Sawit

Solusi Bahan Bakar Alternatif, Karolin Perkenalkan Kompor Sawit

Regional
Soal Ujian Akhir Bakal Dibuat Sesuai Standar Internasional

Soal Ujian Akhir Bakal Dibuat Sesuai Standar Internasional

Edukasi
Kisah Cinta Huang Hua, Mantan Ratu Bulu Tangkis China hingga Dipinang Pria asal Klaten (3)

Kisah Cinta Huang Hua, Mantan Ratu Bulu Tangkis China hingga Dipinang Pria asal Klaten (3)

Regional
Pertemuan Gerindra dan PKS Sempat Bahas Peluang Zulkifli Hasan Jadi Cawapres

Pertemuan Gerindra dan PKS Sempat Bahas Peluang Zulkifli Hasan Jadi Cawapres

Nasional
5 Fakta Menarik tentang Penutupan Sense Karaoke dan Diskotek Exotic

5 Fakta Menarik tentang Penutupan Sense Karaoke dan Diskotek Exotic

Megapolitan
Polisi di Indonesia Diperintahkan untuk Razia Besar-besaran Minuman Keras

Polisi di Indonesia Diperintahkan untuk Razia Besar-besaran Minuman Keras

Regional
Wilayah Jakarta yang Berpotensi Hujan Hari ini

Wilayah Jakarta yang Berpotensi Hujan Hari ini

Megapolitan
Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Penganiyaan Bonek hingga Korban Tewas

Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Penganiyaan Bonek hingga Korban Tewas

Regional

Close Ads X