Belajar Memahami Logika

Kompas.com - 23/07/2012, 20:24 WIB

Secara bahasa logika adalah studi tentang alasan yang mencakup dialektikal, argumentatif dan intelektual. Karena dasar dari logika adalah perkataan, pemikiran, idea, argumentasi, alasan, atau prinsip. Oleh karena itulah, logika seringkali dikategorikan salah satu studi utama dalam filsafat, matematika, dan komputer.
Sementara menurut Ibn Sina logika adalah “alat pembeda antara benar dan salah”. Adapun Frege mendefinisikan logika sebagai “ilmu dari hukum paling umum tentang kebenaran”. Aristoteles sendiri meletakkan logika sebagai fondasi paling dasar dari filsafat. Baginya semua yang kita pelajari harus berdasarkan logika untuk mencapai pengetahuan final.

Dalam buku ini disebutkan bahwa logika Aristoteles adalah penyumbang terbesar dalam sejarah intelektual umat manusia.  Hampir dapat dikatakan bahwa tidak ada satu pun jenis pengetahuan yang tidak bersentuhan dengan logika Aristoteles. Immanuel Kant (1724-1804 M) bahkan sampai pernah menyatakan bahwa selama 20 abad lebih, logika Aristoteles tidak tergoyahkan dan tetap menjadi tonggak dan fondasi pengetahuan ilmiah manusia.
Padahal sebenarnya kata-kata logika tidak (pernah) dipergunakan oleh Aristoteles. Aristoteles bahkan cenderung menggunakan kata analitika untuk merujuk pemikiran yang ia miliki. Kata logika sendiri digunakan oleh Cicero (106-43 SM), untuk merujuk pemikiran Aristoteles ini, namun dalam artian “seni berdebat”. Adapun Alexander dari Aphrodisius (200 M), menggunakan istilah logika dengan pengertian yang kita pahami saat ini.

Tapi pada perkembangannya ketika menyinggung masalah logika menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan dengan tokoh Aristoteles. Kecendrungan ini yang kemudian menyebutkan logika Aristoteles pada masanya dikenal sebagai mazhab peripatetik. Kata peripatetik sendiri memiliki arti berjalan-jalan. Karena ketika Aristoteles mengajar, ia cenderung memberikan materi kepada para peserta, sambil berjalan-jalan. Berbeda dengan Plato, di mana dalam kelasnya Plato cenderung mengajak dialog kepada para peserta kelas.

Seperti yang disebutkan diatas bahwa peran logika memiliki sumbangsih besar dalam ilmu pengetahuan, tak terkecuali dalam khazanah peradaban Islam, peran logika pada disiplin-disiplin pengetahuan pokok, seperti ushul fiqh, teologi, gramatika bahasa Arab, dll., memainkan peran yang sangat besar pula. Prestasi gemilang yang dicapai para pemikir dan intelektual Islam awal maupun era modern jelas tidak dapat dilepaskan dari peran logika.
Bahkan tokoh Islam seperti Al-Farabi yang disebut-sebut berdiri sendiri, beliau masih ada kecenderungan kepada Aristoteles. Dan kecenderungannya paling menonjol adalah pada segi logika atau rasionalitasnya. Al-Farabi tidak menerima apabila dikatakan bahwa sesuatu itu tercipta dari tiada menjadi ada, hal ini sekali lagi membuktikan kecenderungannya pada logika Aristoteles. Bahkan al-Farabi mengikuti kesimpulan bahwa alam ini kekal walaupun kekeklannya alam ini berbeda dengan kekeklan Allah, dan itu logika Aristoteles.

Yang paling menonjol dari buku ini adalah pembahasan Silogisme yang begitu banyak mendapat porsi pembahasan ketikmbang subbab-subbab lainnya. Seperti Silogisme Bentuk Pertama hingga Keempat, Silogisme Kategoris Bersyarat, Silogisme Hipotesis, Pembahasan Lebih Lanjut Silogisme, hingga Kekeliruan dalam Silogisme. Silogisme sendiri adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposisi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).

Mungkin motivasi penulis lebih menonjolkan silogisme dalam buku ini karena silogisme merupakan suatu cara berpikir secara logis dan masuk ke dalam penalaran. Penalaran dalam bentuk ini jarang ditemukan atau dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kita lebih sering mengikuti polanya saja, meskipun kadang-kadang secara tidak sadar.
Silogisme penalaran adalah proses berpikir dari apa yang terjadi dan menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan kejadian yang sejenis juga akan membentuk sudut pandang sejenis, berdasarkan sejumlah sudut pandang yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah sudut pandang baru yang sebelumnya tidak diketahui.

Buku Logika Lengkap (Ilm al-Mantiq) karya Muhammad Nur Ibrahimi ini merupakan buku yang sederhana namun padat, disajikan secara sistematis, tentang seluk-beluk logika. Penyertaan banyak contoh dan latihan di setiap akhir babnya membuat buku ini lebih mudah dipahami oleh pemula yang berminat belajar logika. Lebih dari itu, buku edisi ini juga dilengkapi dengan beberapa penambahan contoh, penjelasan, serta hal-hal yang penting demi memudahkan pembaca dalam memahami logika.

Kholil Aziz
Peneliti Muda di Universitas Pelita Harapan Surabaya

Data Buku

Judul      : Logika Lengkap
Penulis   : Muhammad Nur Ibrahimi
Penerbit : IRCiSod
Cetakan : I, Juni 2012
Ukuran  : 14x20cm
Harga    : Rp. 30.000,-
ISBN    : 978-602-764-119-8

 



EditorJodhi Yudono
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Polri Tegaskan Penangkapan 2 Ketua Ormas di Cirebon Tak Terkait Terorisme

Nasional
Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Romy Mengaku Ditanya Khofifah dan Asep Saifuddin soal Perkembangan Nominasi Haris Hasanuddin

Nasional
Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Tim Hukum 01 Temui Ma'ruf Amin Sampaikan Perkembangan Persidangan

Nasional
Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Penangkapan 2 Orang Di Cirebon Diduga terkait Kepemilikan Senjata Tajam dan Pelanggaran ITE

Nasional
Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Kontras Pertanyakan Penangguhan Penahanan Eggi Sudjana dan Soenarko

Nasional
Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Kontras Minta Polisi Gunakan Cara Persuasif Menangani Aksi Massa di MK

Nasional
Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Kumpul Jelang Putusan MK, Relawan Jokowi Janji Wujudkan Suasana Kondusif

Nasional
Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Romahurmuziy Sempat Terima Tas Hitam Berisi Rp 250 Juta dari Haris Hasanuddin

Nasional
Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Ada Tugas Negara Sangat Penting, Jokowi Batal Hadiri Silaturahmi Relawan

Nasional
ICJR Usul Pemerintah Tambah Opsi Terkait Bentuk Pemulihan Hak Korban Penyiksaan

ICJR Usul Pemerintah Tambah Opsi Terkait Bentuk Pemulihan Hak Korban Penyiksaan

Nasional
ICJR Desak Pemerintah Kaji Fenomena Tingginya Daftar Tunggu Eksekusi Mati

ICJR Desak Pemerintah Kaji Fenomena Tingginya Daftar Tunggu Eksekusi Mati

Nasional
Jelang Putusan MK, Tim Hukum 02 Singgung Lagi Jabatan Ma'ruf Amin di 2 Bank

Jelang Putusan MK, Tim Hukum 02 Singgung Lagi Jabatan Ma'ruf Amin di 2 Bank

Nasional
Argentina Dorong Kerjasama Perdagangan Bebas Indonesia-Mercosur

Argentina Dorong Kerjasama Perdagangan Bebas Indonesia-Mercosur

Nasional
Perludem: KPU Tak Sedang Membela Paslon 01, melainkan Mempertahankan Hasil Kerja

Perludem: KPU Tak Sedang Membela Paslon 01, melainkan Mempertahankan Hasil Kerja

Nasional
Perludem: Kita Tak Perlu Bangga Menyelenggarakan Pemilu Paling Rumit di Dunia

Perludem: Kita Tak Perlu Bangga Menyelenggarakan Pemilu Paling Rumit di Dunia

Nasional

Close Ads X