Toleransi Beragama dalam Konser "Ramadhan in Harmony"

Kompas.com - 21/07/2012, 10:28 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut Ramadhan 1433 Hijriah, Venusa Production bersama Yayasan Addawah menggelar konser bertajuk Ramadhan in Harmony, yang bakal digelar di Plenary Hall, Jakarta Convention Center, 11 Agustus 2012.

Konser ini akan mementaskan musik modern dipadu dengan atraksi budaya Indonesia yang menunjukkan kehidupan beragama yang damai dan indah dalam sebuah harmoni.

Komposer Erwin Gutawa akan memimpin orkestra dengan 75 pemusik yang juga dimeriahkan oleh paduan suara beranggota 60 orang. Art director konser tersebut, Jay Subyakto, akan menampilkan visual kekayaan khazanah budaya Indonesia.

"Menurut kami, musik itu paling gampang menceritakan sesuatu. Biasanya religi itu banyak bercerita, banyak hal yang bagus, mengingatkan orang jadi lebih baik, suatu keadaan yang membuat orang menyadari sesuatu, apalagi ini dekat dengan 17 Agustus," jelas Erwin dalam jumpa pers di Hard Rock Cafe Jakarta, Jumat (20/7/2012).

Erwin dengan orkestra yang dipimpinnya akan menyuguhkan sebuah konser kolosal dalam Ramadhan in Harmony. "Ya, secara teknis kalau saya bikin konser seperti biasa, pastinya kolosal dengan panggung yang besar. Paling, bedanya, kalau religi semua lagu ada artinya, sangat dalam, bercerita, enggak seperti konser saya yang biasa. Saya mau mencampurkan semua musik, ada rocknya, jazznya," kata Erwin. "Penampilnya, ada Rossa, Dira Sugandi, Gita Gutawa, GIGI, Marcell, Glenn Fredly, Bimbo, dan koreografer Hartati Swarna Dwipa featuring angklung Obby AR," lanjutnya.

Budaya Indonesia menunjukkan bahwa bangsa ini merupakan bangsa yang hidup dalam damai dan cinta harmoni. Di antara bentuk harmoni dan cinta damai adalah budaya Pela Gandong (persaudaraan dari Maluku) dan harmoni suara dalam Adzan Pitu (Adzan Tujuh), yang berasal dari Cirebon, dan angklung (Jawa Barat).

Inilah yang menjadi tugas Jay untuk menjadikannya sebuah hiburan visual. "Justru tentang toleransi menghargai keragaman kita, artisnya akan menjelaskan apa Adzan Pitu, Pelagandong, banyak jalan dari kesenian untuk menyelaraskan toleransi beragama," ujar Jay.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.