Hartati Murdaya: Demi Tuhan, Saya Tidak Suap - Kompas.com

Hartati Murdaya: Demi Tuhan, Saya Tidak Suap

Kompas.com - 11/07/2012, 12:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Direktur PT Hardaya Inti Plantations Siti Hartati kembali mengklaim bahwa dirinya tak memerintahkan Yani Anshori, petinggi PT Hardaya Inti Plantations, untuk memberikan uang Rp 3 miliar kepada Bupati Buol Amran Batalipu.

"Demi Tuhan, saya orang beragama. Tidak bohong, deh," kata Hartati kepada para wartawan seusai menggunakan hak suaranya pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta di TPS 01 Teuku Umar, Menteng, Jakarta, Rabu (11/7/2012).

Ketika ditanya pernyataan pejabat KPK bahwa lembaga antikorupsi tersebut telah menemukan bukti adanya perintah suap, Hartati hanya mengatakan, tidak ada bukti. "Saya hanya bisa mengatakan, tidak ada suap. Itu asli kondisi di sana. Saya mendapat laporan lewat telepon, kondisinya memang seram. Warga di sana keras dan kami diganggu. Jadi kita harus minta bantuan aparat keamanan, polisi, termasuk pemda," katanya.

Hartati yang telah dicegah ke luar negeri menyatakan siap memberikan keterangan kepada KPK secara jujur dan apa adanya. Dirinya tak ingin menutupi kejadian yang sebenarnya. "Namun, saat ini belum ada surat panggilan," kata Hartati.

Informasi yang diperoleh Kompas.com dari KPK menyebutkan adanya perintah Hartati kepada Yani untuk memberikan uang kepada Amran terkait penerbitan hak guna usaha lahan PT HIP dan PT CCM.

Secara terpisah, penasihat hukum Hartati, Patra M Zein, juga membantah adanya perintah Hartati untuk memberikan uang kepada Bupati Buol. "Tidak pernah ada perintah dari Ibu memberikan uang untuk Bupati," kata Patra.

Patra mengakui, dua dari tiga orang yang dijadikan tersangka oleh KPK dalam kasus ini adalah petinggi PT HIP, yakni Yani Anshori selaku Manajer Umum PT HIP di Buol dan Gondo Sudjono NS selaku Direktur Operasional PT HIP. Menurut Patra, Hartati sempat menerima permintaan bantuan sosial untuk masyarakat di sekitar lokasi perusahaan di Buol. "Tetapi, Ibu tidak tahu, apalagi mengurusi cara penyalurannya. Sumbangan itu untuk bakti sosial masyarakat sekitar perkebunan. Yang Ibu tahu ada permintaan sumbangan untuk masyarakat," katanya.

Saat ditanya mengapa sumbangannya mencapai miliaran rupiah, Patra mengatakan, Hartati mengetahui pengeluaran sebesar itu dari media. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyebut, uang suap ke Bupati Buol mencapai Rp 3 miliar. Patra mengatakan, pihaknya tengah mempelajari fakta kasus ini. "Jika masalah HGU (hak guna usaha) kaitannya dengan BPN (Badan Pertanahan Nasional), bukan Pemkab Buol," katanya.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorLaksono Hari W

    Terkini Lainnya

    Ketua DPR Usul Rumah Dinas untuk Anggota Baru Diganti Tunjangan Perumahan

    Ketua DPR Usul Rumah Dinas untuk Anggota Baru Diganti Tunjangan Perumahan

    Nasional
    Selain Korban Tewas, Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur Akibatkan 19 Orang Luka dan 5 Rumah Terbakar

    Selain Korban Tewas, Ledakan Sumur Minyak di Aceh Timur Akibatkan 19 Orang Luka dan 5 Rumah Terbakar

    Regional
    Sandiaga: Saya Alami Sendiri di Pilkada 2017, Netralitas ASN DKI Sangat Luar Biasa

    Sandiaga: Saya Alami Sendiri di Pilkada 2017, Netralitas ASN DKI Sangat Luar Biasa

    Megapolitan
    Polisi Lacak Nomor Telepon Penipu yang Ancam Adik Kwik Kian Gie

    Polisi Lacak Nomor Telepon Penipu yang Ancam Adik Kwik Kian Gie

    Megapolitan
    Sumur Minyak di Aceh Timur Meledak, 10 Orang Dilaporkan Tewas

    Sumur Minyak di Aceh Timur Meledak, 10 Orang Dilaporkan Tewas

    Regional
    Hitung Kerugian Negara, BPKP DKI Audit Proyek Jalan Nangka Depok

    Hitung Kerugian Negara, BPKP DKI Audit Proyek Jalan Nangka Depok

    Megapolitan
    Jokowi Akui Bertemu Alumni 212, Ingin Jaga Silaturahim

    Jokowi Akui Bertemu Alumni 212, Ingin Jaga Silaturahim

    Nasional
    Trump: Kim Jong Un Sangat Terbuka dan Terhormat

    Trump: Kim Jong Un Sangat Terbuka dan Terhormat

    Internasional
    Ketua DPR Anggap Tak Ada Urgensi Bentuk Pansus Tenaga Kerja Asing

    Ketua DPR Anggap Tak Ada Urgensi Bentuk Pansus Tenaga Kerja Asing

    Nasional
    Jokowi Sebut Ada Kepentingan Politis di Balik Isu Tenaga Kerja Asing

    Jokowi Sebut Ada Kepentingan Politis di Balik Isu Tenaga Kerja Asing

    Nasional
    Penipu Rp 50 Juta Pura-pura Jadi Kwik Kian Gie yang Sedang Disandera

    Penipu Rp 50 Juta Pura-pura Jadi Kwik Kian Gie yang Sedang Disandera

    Megapolitan
    Pemerintah Filipina Deportasi Biarawati asal Australia

    Pemerintah Filipina Deportasi Biarawati asal Australia

    Internasional
    Cegah Masuknya Pasukan Asing, TNI AL Gorontalo Tanam Mangrove

    Cegah Masuknya Pasukan Asing, TNI AL Gorontalo Tanam Mangrove

    Regional
    Bertemu Maman, Ojek 'Online' yang Gratiskan Tarif ke Pelajar hingga Penumpang yang Pergi Ibadah

    Bertemu Maman, Ojek "Online" yang Gratiskan Tarif ke Pelajar hingga Penumpang yang Pergi Ibadah

    Megapolitan
    Siapkan Pendidikan Anak yang Berkualitas

    Siapkan Pendidikan Anak yang Berkualitas

    BrandzView

    Close Ads X