Sebar Pesan ke Buruh, SMS dan Media Sosial Lebih Efektif

Kompas.com - 09/07/2012, 15:28 WIB
EditorWicaksono Surya Hidayat

JAKARTA, KOMPAS.com - Organisasi Perburuhan Internasional Indonesia (International Labour Office-ILO), memanfaatkan pesan singkat (SMS) dan sosial media untuk menginformasikan hak-hak buruh. Program SMS berjalan sejak Februari 2012, dan dikirimkan kepada para pekerja di pabrik garmen.

Penyampaian pesan melalui SMS dan sosial media dinilai ILO lebih efektif ketimbang poster yang biasanya ditempel di dinding pabrik ataupun buletin bulanan. Penelitian yang dilakukan ILO di beberapa pabrik di Indonesia, pada 2011 lalu menunjukkan, hampir semua buruh telah memiliki telepon genggam dan 30%-nya mengakses jejaring sosial Facebook.

Berpegang pada survei tersebut, ILO berkonsentrasi mengirimkan informasi hak buruh melalui SMS dan Facebook.

ILO akan mengirim SMS sebanyak dua kali dalam sepekan. Program Manager Better Work ILO Indonesia Simon Field mengatakan, tema konten SMS itu akan berganti setiap bulannya. "Di bulan Juli ini, ILO akan mengirim SMS bertema Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) meliputi, nutrisi, gizi, dan sebagainya. Karena, pada bulan Juli umat muslim akan berpuasa," kata Simon.

Ia melanjutkan, tema SMS di bulan Agustus adalah manajemen sistem keuangan, karena momen ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri di mana para buruh akan menerima tunjangan hari raya ataupun bonus kerja dari perusahaan.

Pada Maret 2012, tepat sebulan setelah program SMS ini berjalan, ILO melakukan evaluasi kepada buruh-buruh yang menerima SMS. "Para pekerja mengaku membaca SMS yang kami kirim. Mereka juga ingat isi SMS itu," tambah Simon.

Fokus di industri garmen

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ruang lingkup program SMS masih dikirimkan kepada buruh di pabrik garmen. Hingga saat ini ILO mengirim SMS kepada 1.000 buruh dari 7 pabrik garmen yang telah berlangganan program ini. Di bulan Agustus mendatang, ada 10 sampai 15 perusahaan yang akan ikut berlangganan.

Program SMS disinergikan dengan program Better Work Indonesia yang telah dilakukan ILO sejak 2007 silam, yang juga berfokus pada industri garmen. Simon menjelaskan, Better Work merupakan program kemitraan yang mengajak pemerintah, pengusaha, pekerja, dan pembeli internasional untuk bersama-sama meningkatkan kepatuhan terhadap standar ketenagakerjaan dan daya saing dalam rantai pasokan global.

Alasan lain kenapa memilih garmen, karena ada banyak merek garmen internasional yang membuat produknya di Indonesia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.