Anggota Komisi III DPR Ahmad Yani Minta KPK Bersabar - Kompas.com

Anggota Komisi III DPR Ahmad Yani Minta KPK Bersabar

Kompas.com - 30/06/2012, 11:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan Ahmad Yani meminta Komisi Pemberantasan Korupsi untuk bersabar terkait proses pembahasan anggaran pengajuan gedung baru lembaga antikorupsi tersebut. Yani mengatakan, ada mekanisme dan prosedur yang harus dipenuhi.

"KPK harus sabar. Mekanisme sedang berjalan. Saya yakin kita akan memberikan dukungan terkait apa yang dibutuhkan KPK. Itu sudah kita buktikan dalam postulat anggaran," kata Yani dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (30/6/2012).

Yani menegaskan, saat ini Komisi III tengah membahas pagu indikatif secara rinci seluruh lembaga yang menjadi mitra kerjanya, termasuk kepolisian. Yani menyebut adanya siklus di Badan Anggaran yang perlu diikuti. "Saat ini seluruh fraksi di DPR RI telah mendukung gedung baru untuk KPK," kata Yani.

Seperti diberitakan, pimpinan KPK menyebut gedung yang saat ini ditempati KPK di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, sudah tak lagi memadai untuk menampung semua pegawai KPK sekitar 730 orang. Saat ini, gedung itu ditempati 650 orang. Sisanya, mereka terpaksa berkantor di dua gedung lain. Padahal, kapasitas gedung itu hanya untuk 350 orang. Terlebih lagi, KPK berencana menambah pegawai untuk memenuhi tuntutan masyarakat, terutama DPR, dalam pemberantasan korupsi.

Idealnya, pegawai KPK sekitar 1.200 orang. Pihak KPK membandingkannya dengan jumlah pegawai KPK di Malaysia yang mencapai 5.000 orang dan Hongkong mencapai 3.600 orang. Belum lagi kondisi gedung yang sudah berumur 31 tahun. Menurut penjelasan konsultan, umur bangunan dan kondisi kelebihan kapasitas itu berbahaya untuk 2-3 tahun ke depan.

Penjelasan pihak KPK, total biaya yang dibutuhkan untuk membangun gedung di tanah seluas 27.600 meter persegi mencapai Rp 225,7 miliar. Rincian anggarannya, biaya pekerjaan fisik senilai Rp 215 miliar, konsultan perencana Rp 5,48 miliar, manajemen konstruksi Rp 4,38 miliar, dan pengelolaan kegiatan Rp 766 juta. Jika disetujui, maka anggaran akan dikucurkan dalam waktu tiga tahun mulai dari 2012 sampai 2014 . Tahap pertama, akan dikucurkan Rp 16,7 miliar.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorPepih Nugraha

    Terkini Lainnya

    Cerita Penjual 'Es Kepal Milo' yang Berdiri 8 Jam Melayani Pembeli

    Cerita Penjual "Es Kepal Milo" yang Berdiri 8 Jam Melayani Pembeli

    Megapolitan
    Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

    Prabowo Sering Ajak Anies Ngobrol, tetapi Bukan soal Cawapres...

    Nasional
    Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

    Kesalahan Warga Setiap Kali Melihat Lokasi Kejahatan...

    Megapolitan
    Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

    Calon Jemaah Haji yang Wafat sebelum Berangkat Kini Bisa Digantikan Keluarganya

    Nasional
    Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

    Di Persidangan, Bos First Travel Akan Beberkan soal Aset yang Dibekukan

    Nasional
    Rela Antre Berjam-jam demi 'Es Kepal Milo' yang Viral di Medsos...

    Rela Antre Berjam-jam demi "Es Kepal Milo" yang Viral di Medsos...

    Megapolitan
    Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

    Elektabilitas Ridwan Kamil-Uu Turun di Survei Indo Barometer, Apa Sebabnya?

    Nasional
    Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

    Unjuk Rasa, Massa di Aceh Tuntut Eksekusi Cambuk Tetap Digelar di Ruang Terbuka

    Regional
    Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

    Banyak Penumpang Southwest Tak Pakai Masker Oksigen dengan Benar

    Internasional
    Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

    Ini yang Harus Dilakukan Jokowi agar Pemangkasan 14 Proyek Tak Jadi Titik Lemah

    Nasional
    Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

    Mengamuk dan Melukai 3 Warga, Seekor Kerbau Ditembak Polisi

    Regional
    5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

    5 Pengakuan Bimanesh soal Fredrich dan Kejanggalan Perawatan Setya Novanto

    Nasional
    Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga 'Skybridge'

    Tahap Dua Penataan Tanah Abang, dari Blok G hingga "Skybridge"

    Megapolitan
    Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

    Penutupan Sense Karaoke di Mangga Dua yang Berjalan Tanpa Perlawanan

    Megapolitan
    Sidang Dokter Bimanesh Sutarjo Akan Hadirkan Setya Novanto

    Sidang Dokter Bimanesh Sutarjo Akan Hadirkan Setya Novanto

    Nasional

    Close Ads X