Pemeriksaan Anas Positif - Kompas.com

Pemeriksaan Anas Positif

Kompas.com - 29/06/2012, 02:45 WIB

Jakarta, Kompas - Pemeriksaan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi kepada Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dinilai sebagai sesuatu yang positif. Pemeriksaan ini menjadi semacam klarifikasi atas berbagai tuduhan kepada Anas yang menyandera Partai Demokrat.

”Itu (pemeriksaan) bagus. Anas sudah menyatakan bahwa pemeriksaan itu bagus buat dia untuk mengklarifikasi seluruh tuduhan yang tidak benar,” ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Syarifuddin Hasan, di Kantor Presiden, Kamis (28/6). Penilaian itu disampaikan Syarifuddin yang juga Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah sebelum mengikuti sidang kabinet paripurna.

Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi A Mallarangeng menilai, pemeriksaan terhadap Anas penting agar segala sesuatunya menjadi jelas. ”Siapa pun yang melakukan penyimpangan harus bertanggung jawab secara hukum,” tegas Menteri Pemuda dan Olahraga itu.

Anas, Rabu silam, datang ke KPK untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi proyek pembangunan kompleks olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Nama Anas pertama kali disebut terlibat oleh terpidana kasus wisma atlet Muhammad Nazaruddin dalam pelariannya di luar negeri. Sampai sekarang, KPK masih dalam tahap penyelidikan kasus dan segera meningkatkannya ke tahap penyidikan dengan menetapkan tersangka.

Menurut Syarifuddin, penilaian Nazaruddin bahwa keterangan Anas seusai diperiksa KPK adalah bohong harus diklarifikasi KPK. ”Saya serahkan kepada KPK untuk mengklarifikasinya. Justru itu perlunya ada KPK,” tuturnya.

Syarifuddin menilai, ada baiknya Anas melaporkan Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, ke polisi atas tuduhannya memberikan keterangan palsu. ”Pihak yang merasa dizalimi tentu tidak berkenan,” jelasnya.

Diminta menanyakan

Di tempat terpisah, anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Ignatius Mulyono, mengatakan hanya diminta Anas untuk bertanya ke Badan Pertanahan Nasional terkait proses tanah untuk Kemenpora yang tidak kunjung selesai. Dia mengaku tidak pernah disuruh Anas mengurus sertifikat tersebut.

”Silakan Anda yang menafsir. Saya sebagai anggota fraksi diminta Pak Anas atau Pak Nazaruddin untuk menanyakan. Silakan menafsirkan.”

Sebagai anggota fraksi, Ignatius mengaku patuh ketika diminta tolong Anas, Ketua Fraksi Partai Demokrat. Saat itu, Ignatius adalah satu-satunya anggota Fraksi Partai Demokrat di Komisi II sejak 2004. BPN adalah mitra kerjanya.

Ignatius membenarkan dirinya yang mengambil surat keputusan BPN tertanggal 6 Januari 2010. (ATO/NWO)


Editor

Terkini Lainnya

Berita Populer: Perang 'Paling Sopan', hingga 4 Mantan Presiden AS Reuni

Berita Populer: Perang "Paling Sopan", hingga 4 Mantan Presiden AS Reuni

Internasional
Dua Orang yang Ditemukan Lemas di Mobil Mengaku Usai Minum Jus

Dua Orang yang Ditemukan Lemas di Mobil Mengaku Usai Minum Jus

Regional
Pelajar SMP dan Kekasihnya di Bantaeng Akhirnya Menikah

Pelajar SMP dan Kekasihnya di Bantaeng Akhirnya Menikah

Regional
Gatot Nurmantyo Pilih Capres, Berkuda hingga Pembangunan Manusia

Gatot Nurmantyo Pilih Capres, Berkuda hingga Pembangunan Manusia

Nasional
Survei 'Kompas': Gatot dan Anies Teratas Jadi Cawapres bagi Prabowo

Survei "Kompas": Gatot dan Anies Teratas Jadi Cawapres bagi Prabowo

Nasional
Hari Ini, Setya Novanto Hadapi Vonis Hakim

Hari Ini, Setya Novanto Hadapi Vonis Hakim

Nasional
Berita Populer Politik: Survei 'Kompas' Elektabilitas Jokowi vs Prabowo dan Soal Ganjalan Ijazah SMA Susi Pudjiastuti

Berita Populer Politik: Survei "Kompas" Elektabilitas Jokowi vs Prabowo dan Soal Ganjalan Ijazah SMA Susi Pudjiastuti

Nasional
Survei 'Kompas': JK dan Prabowo Teratas Jadi Cawapres Jokowi

Survei "Kompas": JK dan Prabowo Teratas Jadi Cawapres Jokowi

Nasional
BMKG: Waspadai Petir dan Angin Kencang di Jaktim dan Jaksel

BMKG: Waspadai Petir dan Angin Kencang di Jaktim dan Jaksel

Megapolitan
Jangan Tinggalkan Sampah Plastikmu, Yuk Bawa Wadah Sendiri ke Tempat Wisata

Jangan Tinggalkan Sampah Plastikmu, Yuk Bawa Wadah Sendiri ke Tempat Wisata

Megapolitan
Dedi Mulyadi: Generasi Milenial Itu Justru Paham Pentingnya Lingkungan

Dedi Mulyadi: Generasi Milenial Itu Justru Paham Pentingnya Lingkungan

Regional
Tangis Histeris Ibu Wakapolres Labuhan Batu, 'Andi, Mamak Ini, Anakku...'

Tangis Histeris Ibu Wakapolres Labuhan Batu, "Andi, Mamak Ini, Anakku..."

Regional
Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Saat Konser Rhoma Irama, Pendukung Sudirman-Ida Kenakan Kaus #2018GantiGubernurJateng

Regional
Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Irak dan UEA Sepakat Bangun Kembali Masjid Agung di Kota Mosul

Internasional
Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Gatot: Apabila Republik Memanggil dan Rakyat Berkehendak, Saya Siap jadi Presiden

Nasional

Close Ads X