Kompas.com - 28/06/2012, 12:25 WIB
Penulis Sandro Gatra
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq menilai positif hasil riset yang menyebut partai-partai berbasis massa Islam cenderung ditinggalkan konstituennya. Hasil riset itu, menurut Luthfi, bisa dijadikan evaluasi menghadapi Pemilu 2014.

"Itu bagus, karena itu early warning buat semua partai Islam agar mereka kerja keras. Early warning bahwa selera publik tidak match dengan partai islam," kata Luthfi di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (28/6/2012).

Sebelumnya, Lembaga Survei Nasional (LSN) menyebut partai berbasis massa Islam cenderung ditinggalkan konstituennya, terutama jika dibandingkan dengan perolehan suara beberapa pemilu sebelumnya. Partai-partai itu mencakup Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Jika pemilu dilakukan sekarang, masing-masing partai itu hanya memperoleh di bawah 5 persen.

Luthfi memprediksi hal itu bisa terjadi lantaran parpol Islam selama ini tak menyentuh persoalan aktual yang dirasakan masyarakat. "Umpamanya masalah pendidikan dan lapangan kerja. Bagaimana sekolah Islam langsung link and match dengan lapangan kerja," kata dia.

Meski demikian, Luthfi mengatakan, masih ada sisa waktu sekitar dua tahun buat parpol Islam untuk memperbaiki. Dia mengaku pihaknya mengambil poin-poin penting hasil survei dari berbagai lembaga survei untuk pembenahan di internal.

"PKS masih yang tertinggi dibanding partai Islam lain," kata Anggota Komisi I itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.