KPK Kejar Bupati Buol

Kompas.com - 26/06/2012, 22:45 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi masih mengejar pihak-pihak lain yang lolos dari operasi tangkap tangan di Villa Asahan, Leok, Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, Selasa (26/6/2012) siang. Sejauh ini, KPK baru menangkap seseorang berinisial A, yang kemudian ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyuap.

"Ada beberapa pihak lain yang sedang ditelusuri dan didalami. Kalau A, pemberi, itu langsung disetujui sebagai tersangka. Beberapa nama-nama yang lain masih dalam proses penelusuran," kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, Selasa malam di Jakarta.

Informasi dari KPK menyebutkan, pihak yang masih dikejar KPK adalah Bupati Buol Amran Batalipu. Menurut Bambang, pihaknya sempat mendapat perlawanan dalam operasi tangkap tangan tersebut. Hampir saja, katanya, penyidik KPK cedera akibat perlawanan itu. "Bahkan salah satu kendaraan yang dipakai menjadi rusak," ujar Bambang.

Bambang mengatakan, operasi tangkap tangan ini berawal dari informasi masyarakat. Berdasarkan informasi tersebut, suap diduga berkaitan dengan penerbitan hak. "Sedang ditelusuri hak itu berkaitan dengan apa," kata Bambang.

Dari operasi tangkap tangan tersebut, KPK menetapkan A sebagai tersangka. Kini A masih berada di Toli-toli, Sulteng. KPK menjerat pengusaha A dengan Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHAP. Terkait dengan penangkapan A ini, ada jumlah uang tertentu yang masih ditelusuri lebih jauh.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Menkes Wacanakan Sertifikat Vaksinasi untuk Syarat Bepergian, Epidemiolog: Itu Berbahaya Sekali

    Menkes Wacanakan Sertifikat Vaksinasi untuk Syarat Bepergian, Epidemiolog: Itu Berbahaya Sekali

    Nasional
    Antisipasi Gempa Susulan, Mensos Risma Minta Warga Hindari Tepi Pantai di Sulbar

    Antisipasi Gempa Susulan, Mensos Risma Minta Warga Hindari Tepi Pantai di Sulbar

    Nasional
    Pulihkan Industri Pariwisata, Wapres: Pemerintah Siapkan Basis Data Terpadu bagi UMKM

    Pulihkan Industri Pariwisata, Wapres: Pemerintah Siapkan Basis Data Terpadu bagi UMKM

    Nasional
    UPDATE: Bertambah 15 di Jerman, Total 2.813 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

    UPDATE: Bertambah 15 di Jerman, Total 2.813 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

    Nasional
    Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Banjir, TNI AU Terbangkan Pesawat ke Kalsel

    Kirim Bantuan Logistik untuk Korban Banjir, TNI AU Terbangkan Pesawat ke Kalsel

    Nasional
    Gempa Susulan Bermagnitudo 5,0 Guncang Majene, Tak Berpotensi Tsunami

    Gempa Susulan Bermagnitudo 5,0 Guncang Majene, Tak Berpotensi Tsunami

    Nasional
    Calon Tunggal Kapolri Komjen Listyo: Antara Tantangan, Respons Positif KPK, dan Dukungan Rekan Sejawat

    Calon Tunggal Kapolri Komjen Listyo: Antara Tantangan, Respons Positif KPK, dan Dukungan Rekan Sejawat

    Nasional
    Sepekan Ini, Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Catat Rekor 3 Hari Berturut-turut

    Sepekan Ini, Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Catat Rekor 3 Hari Berturut-turut

    Nasional
    Menkes Wacanakan Penerima Vaksin Covid-19 Dapat Sertifikat, Bisa Jadi Syarat Bepergian

    Menkes Wacanakan Penerima Vaksin Covid-19 Dapat Sertifikat, Bisa Jadi Syarat Bepergian

    Nasional
    Analisis dan Catatan BMKG soal Gempa Majene, Rentetan Sejarah, hingga Potensi Gempa Susulan

    Analisis dan Catatan BMKG soal Gempa Majene, Rentetan Sejarah, hingga Potensi Gempa Susulan

    Nasional
    Jokowi: Saya Akan Terus Pantau Perkembangan Bencana di Tanah Air

    Jokowi: Saya Akan Terus Pantau Perkembangan Bencana di Tanah Air

    Nasional
    UPDATE: Hingga Sabtu Dini Hari, 189 Orang Dirawat Akibat Gempa Mamuju, 637 Orang Luka Ringan di Majene

    UPDATE: Hingga Sabtu Dini Hari, 189 Orang Dirawat Akibat Gempa Mamuju, 637 Orang Luka Ringan di Majene

    Nasional
    Saat Kedekatan Komjen Listyo dan Presiden Jokowi Disorot...

    Saat Kedekatan Komjen Listyo dan Presiden Jokowi Disorot...

    Nasional
    UPDATE: Hingga Pukul 20.00 WIB, 42 Orang Meninggal Akibat Gempa Mamuju dan Majene

    UPDATE: Hingga Pukul 20.00 WIB, 42 Orang Meninggal Akibat Gempa Mamuju dan Majene

    Nasional
    Polri Kirim Pesawat hingga Personel untuk Bantu Penanganan Gempa di Sulawesi Barat

    Polri Kirim Pesawat hingga Personel untuk Bantu Penanganan Gempa di Sulawesi Barat

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X