Hakim Diminta Fokus Kuasai Satu Spesialisasi - Kompas.com

Hakim Diminta Fokus Kuasai Satu Spesialisasi

Kompas.com - 25/06/2012, 20:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mahkamah Agung dalam waktu dekat akan mengeluarkan larangan bagi hakim, untuk mengambil dobel spesialisasi.

Hakim khusus tindak pidana korupsi (tipikor) misalnya, diminta fokus pada bidang tersebut, dan tidak merangkap jadi hakim khusus yang lain.

"Saya imbau bagi hakim yang sudah memilih menjadi hakim khusus tipikor, jangan jadi hakim khusus yang lain. Misalnya, juga menjadi hakim khusus PHI (perselisihan hubungan industrial), hakim khusus niaga atau yang lain. Itu nanti tunjangannya dobel-dobel," kata Juru bicara MA, Djoko Sarwoko, Senin (25/6/2012) di Jakarta.

Dobel spesialisasi, tambah Djoko, akan mengakibatkan para hakim tersebut menerima tunjangan ganda. Seperti diakui Djoko, tunjangan tersebut cukup besar.

Selain menghindari dobel tunjangan, Djoko juga mengungkapkan kebijakan ini sejalan dengan system kamar yang sudah diterapkan di Mahkamah Agung (MA). "Hakim memang harus mengambil spesialisasi, demi prestasi dan kinerja mereka," ujarnya.

MA sudah menerapkan sistem kamar sejak tahun lalu. Sistem kamar merupakan sistem yang dibuat, agar perkara-perkara yang masuk di MA hanya ditangani oleh hakim agung sesuai keahliannya.


EditorAgus Mulyadi

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X