Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 19/06/2012, 13:17 WIB
|
EditorFransiskus Sarong

JAKARTA, KOMPAS.com - Hutan dan masyarakat yang tinggal di sekelilingnya merupakan peluang dalam pengelolaan hutan. Jika mampu digerakkan dengan baik, potensi ini bisa menjadi modal utama dalam menggerakkan perekonomian masyarakat serta mengurangi laju deforestasi-degradasi lahan hutan.

Berdasar data Dirjen RLPS (Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial) Kemenhut tahun 2006, terdapat 77 juta hektar lahan hutan kritis, dengan perkembangan 1,08 juta hektar per tahun. Sementara laju rehabilitasi hanya sebesar 700 ribu hektar per tahun. Lambatnya laju rehabilitasi belum berimbang dengan perkembangan lahan kritis.

Peran dalam menekan laju deforestasi seharusnya bisa diambil Kehutanan Masyarakat. Data CIFOR (Centre for International Forestry Research), Indonesia memiliki 48,8 juta jiwa masyarakat di dalam sekitar dan sekitar hutan. 10,2 juta diantaranya tergolong miskin. "Peluang Kehutanan Masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan sangat besar. Hal itu yang mendasari pembentukan Asosiasi Wirausaha Kehutanan Masyarakat Indonesia (AWKMI)", ujar Andri Santosa, Ketua Panitia Pelaksana Kongres AWKMI, Selasa (19/6) di Jakarta.

Organisasi AWKMI ini akan segera dibentuk dalam kongres di Semarang, 21-23 Juni 2012 mendatang. Kalangan petani, perajin dan pelaku usaha Kehutanan Masyarakat diharapkan terwakili secara politik dan professional dalam asosiasi. "Bisnis ekosistem serta green enterpreneurship  masih perlu didorong", kata Andri. "Seharusnya pengelola Kehutanan Masyarakat mengoptimalkan produk atau hasilnya agar lebih sejahtera. Konsolidasi dan kerjasama dengan pengrajin dan pelaku usaha juga perlu digalang", lanjutnya.

Hariadi Himawan, Direktur Bina Perhutanan Sosial, Kementerian Kehutanan. mwngatakan,  potensi Kehutanan Masyarakat sesungguhnya memiliki posisi tawar yang besar.Total luas hutan kemasyarakatan (HKm), Hutan Desa dan hutan tanaman rakyat (HTR) saja seluas 7,9 juta hektar. . "Hutan Rakyat (di Jawa saja) mencapai 3 juta hektar dan PHBM (Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat) yang digagas Perhutani 1 juta hektar," imbuh Bambang Sukmananto, Direktur Utama Perhutani. 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Susunan Kabinet Indonesia Maju Terbaru Usai Jokowi 'Reshuffle' Lagi

Susunan Kabinet Indonesia Maju Terbaru Usai Jokowi "Reshuffle" Lagi

Nasional
Sindir Balik Surya Paloh, Hasto Singgung Nasdem Jadikan Jaksa Agung Alat Politik

Sindir Balik Surya Paloh, Hasto Singgung Nasdem Jadikan Jaksa Agung Alat Politik

Nasional
[POPULER NASIONAL] Budi Arie Dilantik Jadi Menkominfo | Jokowi Tanggapi Kritik Surya Paloh

[POPULER NASIONAL] Budi Arie Dilantik Jadi Menkominfo | Jokowi Tanggapi Kritik Surya Paloh

Nasional
Lirik Lagu Komando Latihan Pertempuran TNI

Lirik Lagu Komando Latihan Pertempuran TNI

Nasional
Arti Restorative Justice dan Syaratnya

Arti Restorative Justice dan Syaratnya

Nasional
Ganjar dan Airlangga Bertemu, PDI-P Akui Ingin Golkar Gabung Koalisi

Ganjar dan Airlangga Bertemu, PDI-P Akui Ingin Golkar Gabung Koalisi

Nasional
Tanggal 20 Juli Memperingati Hari Apa?

Tanggal 20 Juli Memperingati Hari Apa?

Nasional
Singgung 'Last Battle' Prabowo, Relawan Bilang Pasangan Prabowo-Cak Imin Ideal

Singgung "Last Battle" Prabowo, Relawan Bilang Pasangan Prabowo-Cak Imin Ideal

Nasional
Surya Paloh Nilai Revolusi Mental Jokowi Belum Optimal, PPP: Rakyat Sudah Cerdas Lihat Realita

Surya Paloh Nilai Revolusi Mental Jokowi Belum Optimal, PPP: Rakyat Sudah Cerdas Lihat Realita

Nasional
KPU Minta Partai Buruh Fokus Pencalegan, Bukan Sebarkan 'Disinformasi' soal KPUD

KPU Minta Partai Buruh Fokus Pencalegan, Bukan Sebarkan "Disinformasi" soal KPUD

Nasional
Komandan Jenderal AD Filipina Kunjungi KSAD Dudung, Bahas Kerja Sama Militer Asia Tenggara

Komandan Jenderal AD Filipina Kunjungi KSAD Dudung, Bahas Kerja Sama Militer Asia Tenggara

Nasional
Klaim Prabowo Setuju Yusril Jadi Cawapresnya, PBB: Cuma Partainya Masih Kurang

Klaim Prabowo Setuju Yusril Jadi Cawapresnya, PBB: Cuma Partainya Masih Kurang

Nasional
Satu Jam Jokowi dan Surya Paloh Bertemu, Nasdem: Tak Bahas Reshuffle

Satu Jam Jokowi dan Surya Paloh Bertemu, Nasdem: Tak Bahas Reshuffle

Nasional
Tanggal 19 Juli Memperingati Hari Apa?

Tanggal 19 Juli Memperingati Hari Apa?

Nasional
Bakal Deklarasi Dukung Prabowo, PBB Berencana Temui Jokowi dalam Waktu Dekat

Bakal Deklarasi Dukung Prabowo, PBB Berencana Temui Jokowi dalam Waktu Dekat

Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com