Kontras: Penembakan Mako Tabuni Disengaja

Kompas.com - 15/06/2012, 11:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil investigasi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyebutkan, ada dugaan kesengajaan penembakan Wakil Ketua Komite Nasional Papua Barat Mako Tabuni hingga tewas oleh kepolisian. Tewasnya Mako itu mengakibatkan kerusuhan di Jayapura.

Koordinator Kontras, Haris Azhar, mengatakan, hasil investigasi timnya di lokasi penembakan, saat itu datang tiga mobil dengan pelat nomor sipil. Para penumpang yang berpakaian sipil lalu mendekati Mako.

"Orang berpakaian sipil itu lalu menembaki (Mako)," kata Haris saat diskusi di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/6/2012).

Haris mengatakan, awalnya pihaknya menduga penembakan itu sama seperti penembakan misterius yang selama ini terjadi di Papua. Pasalnya, dalam beberapa jam pertama pascapenembakan, tidak ada keterangan resmi dari kepolisian. Apalagi mereka yang melakukan penyergapan berpakaian sipil.


Sebelumnya, kepolisian menyebutkan sudah mencoba mengajak berdialog Mako untuk dilakukan penangkapan. Namun, Mako menolak dan mencoba untuk melarikan diri. Polisi mengejar dan mencoba menangkap Mako.

Sempat terjadi perebutan senjata. "Saat moncong senjata mengarah ke petugas yang sedang bergumul dengan Mako, anggota lain terpaksa menembaknya," ujar Kapolda Papua Irjen BL Tobing.

Kepolisian juga menyebut menemukan satu pistol Taurus dengan enam peluru di dalam baju Mako ketika diperiksa di rumah sakit. Di dalam tasnya, menurut keterangan polisi, ada 16 peluru kaliber 38.

Haris meragukan keterangan kepolisian itu. Pasalnya, kata dia, pernyataan adanya senjata api dan peluru itu baru belakangan disampaikan kepolisian kepada publik. Haris mengaitkan sikap Polri itu ketika menangani terorisme selama ini, yakni menembak mati target.

"Polisi lalu klaim teroris yang akan melakukan penyerangan," ucap dia.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorA. Wisnubrata

    Terkini Lainnya

    Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

    Digugat Ratusan Peserta Pemilu di MK, KPU Siapkan Dua Hal Ini

    Nasional
    Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

    Tim Kuasa Hukum KPU Sebut Tak Ada Persiapan Khusus Hadapi Gugatan Prabowo-Sandiaga

    Nasional
    Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

    Selisih 16,9 Juta Suara, Kubu Jokowi Nilai Gugatan ke MK Sulit Ubah Hasil Pilpres

    Nasional
    Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

    Amnesty International Minta Kekerasan 22 Mei 2019 Diusut Tuntas

    Nasional
    Jenguk Korban Kerusuhan 22 Mei, Waketum Demokrat Minta Pengusutan Tuntas

    Jenguk Korban Kerusuhan 22 Mei, Waketum Demokrat Minta Pengusutan Tuntas

    Nasional
    Mudik 2019, Pemerintah Siapkan 6.047 Fasilitas Layanan Kesehatan

    Mudik 2019, Pemerintah Siapkan 6.047 Fasilitas Layanan Kesehatan

    Nasional
    KPU Siapkan 20 Pengacara untuk Hadapi BPN Prabowo-Sandiaga di MK

    KPU Siapkan 20 Pengacara untuk Hadapi BPN Prabowo-Sandiaga di MK

    Nasional
    Nasdem Klaim Raih Peningkatan Suara Terbanyak di Pileg 2019

    Nasdem Klaim Raih Peningkatan Suara Terbanyak di Pileg 2019

    Nasional
    Mantan Hakim MK: Narasi Bambang Widjojanto Berbahaya Sekali

    Mantan Hakim MK: Narasi Bambang Widjojanto Berbahaya Sekali

    Nasional
    Hoaks atau Fakta Sepekan: Seputar Kerusuhan 22 Mei, Isu Cacar Monyet hingga Tol Ambruk

    Hoaks atau Fakta Sepekan: Seputar Kerusuhan 22 Mei, Isu Cacar Monyet hingga Tol Ambruk

    Nasional
    'Kalau Alat Bukti BPN Masih Seperti yang ke Bawaslu, Perkara di MK Akan Cepat Selesai'

    "Kalau Alat Bukti BPN Masih Seperti yang ke Bawaslu, Perkara di MK Akan Cepat Selesai"

    Nasional
    Tim Hukum BPN Keluhkan Penutupan Jalan Ke MK, Ini Tanggapan Polri

    Tim Hukum BPN Keluhkan Penutupan Jalan Ke MK, Ini Tanggapan Polri

    Nasional
    Kapolri Bentuk Tim Pencari Fakta Terkait Korban Kerusuhan 22 Mei

    Kapolri Bentuk Tim Pencari Fakta Terkait Korban Kerusuhan 22 Mei

    Nasional
    Menurut Pakar, 51 Bukti yang Dibawa Tim Hukum Prabowo-Sandiaga ke MK Sangat Sedikit

    Menurut Pakar, 51 Bukti yang Dibawa Tim Hukum Prabowo-Sandiaga ke MK Sangat Sedikit

    Nasional
    Polri Janji Tindak Anggota yang Langgar SOP Saat Kerusuhan 22 Mei

    Polri Janji Tindak Anggota yang Langgar SOP Saat Kerusuhan 22 Mei

    Nasional

    Close Ads X