SBY: Kader Bermasalah, Tinggalkan Demokrat! - Kompas.com

SBY: Kader Bermasalah, Tinggalkan Demokrat!

Kompas.com - 14/06/2012, 05:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta para kader yang tidak menjalani politik yang santun, cerdas, dan bersih, agar segera meninggalkan partai. Kader partai pemenang pemilu 2009 ini juga diminta untuk taat terhadap hukum.

"Politik seperti ini yang harus dijalankan para kader Partai Demokrat. Bagi kader partai yang tidak bersedia berbuat begitu, daripada memalukan kita di kemudian hari, lebih baik mundur sekarang juga. Tinggalkan partai ini!" kata Yudhoyono ketika membuka acara silaturahim pendiri dan deklarator Partai Demokrat di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (13/6/2012) malam.

Turut hadir pada acara tersebut antara lain jajaran pendiri dan deklarator, jajaran anggota Dewan Pembina, Dewan Pimpinan Pusat, serta ketua-ketua DPD tingkat I.Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum tidak tampak pada acara tersebut.

Pada kesempatan itu, Yudhoyono juga meminta kader PD menjauhi tindak korupsi, terutama yang berkaitan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia mengingatkan bahwa partai tidak akan pernah melindungi kadernya yang terlibat kasus korupsi.

"Untuk urusan korupsi, Partai Demokrat tidak pernah melindungi anggotanya. Kami akan serahkan ke proses hukum yang berlaku," tegasnya.

Menurut Yudhoyono, jika para kader menjalankan politik yang santun, cerdas, bersih, serta menjauhi tindak pidana korupsi, niscaya partai terbesar di Parlemen tersebut akan menjadi partai nomor satu di Indonesia.


EditorHeru Margianto

Terkini Lainnya

Libur Panjang Lebaran Dinilai Momentum Majukan Ekonomi Kreatif Daerah

Libur Panjang Lebaran Dinilai Momentum Majukan Ekonomi Kreatif Daerah

Nasional
Sandiaga : Ini Pertama Kali 'Video Call' Digunakan sejak Jakarta Smart City Berdiri

Sandiaga : Ini Pertama Kali "Video Call" Digunakan sejak Jakarta Smart City Berdiri

Megapolitan
Hinggap di Pekarangan Rumah Warga, Seekor Elang Sikep Madu Diselamatkan

Hinggap di Pekarangan Rumah Warga, Seekor Elang Sikep Madu Diselamatkan

Regional
Bus Transjakarta yang Dilukis Anak-anak Disabilitas Dioperasikan di Koridor 1

Bus Transjakarta yang Dilukis Anak-anak Disabilitas Dioperasikan di Koridor 1

Megapolitan
'Saya Kepengin Sentil Dia, Kok, Ada Orang Bisa Kejam Begitu...'

"Saya Kepengin Sentil Dia, Kok, Ada Orang Bisa Kejam Begitu..."

Megapolitan
3 Jurusan Soshum Paling Ketat di SBMPTN 2018

3 Jurusan Soshum Paling Ketat di SBMPTN 2018

Edukasi
Wali Kota Jakut Tak Mau Tanggapi Pujian Taufik

Wali Kota Jakut Tak Mau Tanggapi Pujian Taufik

Megapolitan
Mencari Lokasi Relokasi Pedagang Blok G di Blok F Pasar Tanah Abang

Mencari Lokasi Relokasi Pedagang Blok G di Blok F Pasar Tanah Abang

Megapolitan
Wali Kota di Jepang Berjuang Ubah Larangan Perempuan Masuk Arena Sumo

Wali Kota di Jepang Berjuang Ubah Larangan Perempuan Masuk Arena Sumo

Internasional
Sekjen PPP Sebut Gerindra Masih Bahas Opsi Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

Sekjen PPP Sebut Gerindra Masih Bahas Opsi Prabowo Jadi Cawapres Jokowi

Nasional
Pemilik Lahan Akui Kesulitan Cegah Warga Buang Sampah di Kolong Tol Pelabuhan

Pemilik Lahan Akui Kesulitan Cegah Warga Buang Sampah di Kolong Tol Pelabuhan

Megapolitan
SBY Akan Bertemu Presiden PKS, Partai Gerindra Tak Khawatir

SBY Akan Bertemu Presiden PKS, Partai Gerindra Tak Khawatir

Nasional
Bahas Pengurangan Uang Pensiun Tentara, Wakil Rakyat Taiwan Berkelahi

Bahas Pengurangan Uang Pensiun Tentara, Wakil Rakyat Taiwan Berkelahi

Internasional
Imbas Penemuan Bom Sisa Perang Dunia II, KBRI di Berlin Ditutup Sementara

Imbas Penemuan Bom Sisa Perang Dunia II, KBRI di Berlin Ditutup Sementara

Nasional
Umumkan Krisis Keuangan Negara, Menteri Luar Negeri Sudan Dipecat

Umumkan Krisis Keuangan Negara, Menteri Luar Negeri Sudan Dipecat

Internasional

Close Ads X