PT Bhakti Investama Baru Tagih Restitusi Rp 3,4 Miliar - Kompas.com

PT Bhakti Investama Baru Tagih Restitusi Rp 3,4 Miliar

Kompas.com - 11/06/2012, 17:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bhakti Investama (BHIT) baru menagih restitusi atau pengembalian pajak ke negara tahun ini. Jumlahnya, Rp 3,4 miliar. Hal itu diungkapkan kuasa hukum Bhakti Investama, Andi Simangungsong di Jakarta, Senin (11/6/2012).

Menurut Andi, sejak 2003, PT Bhakti Investama tidak pernah menagih kembalian pajaknya ke negara. "Sebelumnya kurang lebih tahun 2003, setiap tahun Bhakti Investama sebagai pembayar pajak, kelebihan pajak, sehingga sudah terakumulasi, dijumlahkan. Baru ditagih kemarin ini dan baru cair," kata Andi.

Menurutnya, nilai restitusi Rp 3,4 miliar tersebut tidak ada artinya dibanding pajak yang disumbangkan PT Bhakti Investama ke negara. Andi mengatakan, Bhakti Investama secara holding atau grup telah menyumbang pajak Rp 1 triliun ke negara. "Angka  Rp 3,4 miliar bukan angka berarti bagi Bhakti Investama, nilai restitusi dari tahun ke tahun. Itu dari tahun ke tahun sudah diakui oleh negara, dari beberapa tahun sebelumnya sudah dikembalikan," katanya.

Andi pun membantah kaitan pengembalian pajak PT Bhakti Investama ini dengan kasus dugaan penyuapan terhadap pegawai pajak Tommy Hindratno.

Kasus dugaan suap itu terungkap saat Tommy tertangkap tangan pada Rabu (6/6/2012) bersama pengusaha James Gunarjo. Tommy diduga menerima suap Rp 280 juta dari James. Diduga, James memiliki kaitan dengan PT Bhakti Investama.

Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas kepada Kompas mengatakan bahwa dugaan sementara KPK dalam penangkapan James dan Tommy memang mengarah pada adanya permainan dalam restitusi atau pengembalian pajak perusahaan. Namun, karena perusahaan yang terlibat bukan fiktif, menurut Busyro, ada kemungkinan kecurangan pajaknya berupa ketidaksesuaian jumlah restitusi yang harus dibayar negara.

"Modus kecurangan restitusi pajaknya memang menggunakan cara-cara lama. Ada permainan di balik besaran pengembalian pajak pemerintah. Yang dibayar negara ke perusahaan tak sesuai dengan yang seharusnya, sementara petugas pajaknya mendapat imbalan," kata Busyro (Kompas, 10/6/2012).

Jumat (8/2/2012), KPK menggeledah kantor PT Bhakti Investama di MNC Tower, Kebon Sirih, Jakarta. Andi mengatakan, KPK menyita dokumen-dokumen terkait Bhakti Investama yang banyaknya sekitar 20 gulung.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorErlangga Djumena

    Terkini Lainnya

    Berita Populer: Memanfaatkan Jeda Pemrosesan di ATM, Anak-anak Bisa Kuras ATM Anda

    Berita Populer: Memanfaatkan Jeda Pemrosesan di ATM, Anak-anak Bisa Kuras ATM Anda

    Regional
    Pagi Ini, Dua Pemimpin Korea Berjumpa dalam Pertemuan Bersejarah

    Pagi Ini, Dua Pemimpin Korea Berjumpa dalam Pertemuan Bersejarah

    Internasional
    Terungkapnya Pencuri 14 Laptop untuk UNBK di SMP Muhammadiyah Koja...

    Terungkapnya Pencuri 14 Laptop untuk UNBK di SMP Muhammadiyah Koja...

    Megapolitan
    KPK Supervisi Enam Kasus Dugaan Korupsi di Riau

    KPK Supervisi Enam Kasus Dugaan Korupsi di Riau

    Nasional
    C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara Yogyakarta

    C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara Yogyakarta

    Nasional
    Moeldoko: Presiden Tidak Akan Korbankan Negara untuk Tenaga Kerja Asing

    Moeldoko: Presiden Tidak Akan Korbankan Negara untuk Tenaga Kerja Asing

    Regional
    Berita Populer: Anak Diikat di Sepeda Motor, hingga Prediksi Kiamat oleh Da Vinci

    Berita Populer: Anak Diikat di Sepeda Motor, hingga Prediksi Kiamat oleh Da Vinci

    Internasional
    Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Hari Ini

    Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Hari Ini

    Megapolitan
    Pengamat: Pertemuan Jokowi dengan Alumni 212 Luruskan yang 'Bengkok'

    Pengamat: Pertemuan Jokowi dengan Alumni 212 Luruskan yang "Bengkok"

    Nasional
    Terjebak di Hutan Rehabilitasi, Seekor Macan Dahan Ditemukan di Pangkalan Bun

    Terjebak di Hutan Rehabilitasi, Seekor Macan Dahan Ditemukan di Pangkalan Bun

    Regional
    'Indonesia Bisa Maju dengan Inovasi dan Kreativitas Generasi Muda dan Wanita'

    "Indonesia Bisa Maju dengan Inovasi dan Kreativitas Generasi Muda dan Wanita"

    Nasional
    Melihat Lahan Parkir yang Akan Jadi Tempat Relokasi Pedagang Blok G

    Melihat Lahan Parkir yang Akan Jadi Tempat Relokasi Pedagang Blok G

    Megapolitan
    Pencabutan Hak Politik Dinilai Signifikan Beri Efek Ngeri bagi Para Politisi

    Pencabutan Hak Politik Dinilai Signifikan Beri Efek Ngeri bagi Para Politisi

    Nasional
    KPU Imbau Calon Kepala Daerah Tak Kampanyekan Capres Saat Pilkada

    KPU Imbau Calon Kepala Daerah Tak Kampanyekan Capres Saat Pilkada

    Nasional
    Mengunjungi Taman Piknik, Oase di Tengah Hiruk Pikuk Kalimalang

    Mengunjungi Taman Piknik, Oase di Tengah Hiruk Pikuk Kalimalang

    Megapolitan

    Close Ads X