KPK Telusuri Keterlibatan Bhakti Investama dan Agis - Kompas.com

KPK Telusuri Keterlibatan Bhakti Investama dan Agis

Kompas.com - 10/06/2012, 14:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri keterlibatan PT Bhakti Investama Tbk dan PT Agis Tbk di balik penyuapan terhadap pegawai pajak, Tommy Hindratno.

Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan bahan terkait dua perusahaan tersebut. "Masih terus melakukan profiling terhadap perusahaan tersebut untuk menggali dan mencari tahu keberadaan dan keterlibatan perusahaan-perusahaan tersebut," kata Abraham melalui pesan singkat, Minggu (10/6/2012).

Menurut Abraham, KPK menduga ada keterlibatan Bhakti Investama dalam kasus penyuapan ini. Memang, katanya, barang bukti suap hanya Rp 280 juta. "Tapi karena ada keterlibatan wajib pajak dari perusahaan cukup besar yaitu Bhakti Investama, maka KPK melakukan penyidikan kasus ini secara intensif," kata  Abraham.

KPK, lanjutnya ingin membongkar permainan mafia perpajakan di Indonesia melalui pengembangan penyidikan kasus ini. "Untuk melihat keterlibatan pihak-pihak lain yang kemungkinan terlibat dalam kasus ini," lanjut Abraham.

KPK menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan penyuapan terkait kepengurusan pajak ini. Keduanya adalah Tommy Hindratno, Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi Kantor Pelayanan Pajak Pratama, Sidoarjo Selatan, Jawa Timur dan James Gunarjo, seorang wajib pajak yang diduga terkait dengan Bhakti Investama.

Jumat kemarin, KPK menggeledah kantor Bhakti Investama dan kantor PT Agis Tbk yang sama-sama berlokasi di gedung MNC Tower, Kebon Sirih, Jakarta. PT Agis berkantor di lantai 6 gedung sedangkan Bhakti Investama berkantor di lantai 5. Dari penggeledahan di PT Bhakti Investama tersebut, KPK menyita sejumlah dokumen terkait perusahaan yang jumlahnya sekitar 20 gulungan.

Terkait penggeledahan di kantor PT Agis tersebut, Wakil Ketua KPK, Busyro mengakui hal itu dilakukan karena KPK menduga, James merupakan bagian dari perusahaan tersebut. "Meskipun dibantah, kami punya keyakinan sendiri. Nanti hal itu akan dibuktikan," katanya (Kompas, 10/6/2012). Busyro menyatakan, dugaan sementara KPK dalam penangkapan James dan Tommy memang mengarah pada adanya permainan dalam restitusi atau pengembalian pajak perusahaan. Namun, karena perusahaan yang terlibat bukan fiktif, menurut Busyro, ada kemungkinan kecurangan pajaknya berupa ketidaksesuaian jumlah restitusi yang harus dibayar negara.

"Modus kecurangan restitusi pajaknya memang menggunakan cara-cara lama. Ada permainan di balik besaran pengembalian pajak pemerintah. Yang dibayar perusahaan ke negara tak sesuai dengan yang seharusnya, sementara petugas pajaknya mendapat imbalan," katanya.

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, PT Bhakti Investama tercatat sebagai pemegang saham PT Agis Tbk pada 2002 dan 2004. Profil dan laporan tahunan (prospektus) PT Agis menyebutkan, saham PT Bhakti Investama di perusahaan tersebut mencapai 41,3 persen atau Rp 138 miliar pada 2002 dan 40,74 persen atau Rp 152,9 miliar pada 2004.


EditorEgidius Patnistik

Terkini Lainnya

Kisah Bahagia Tyas, Anak Satpam yang Raih Gelar Doktor di UGM

Kisah Bahagia Tyas, Anak Satpam yang Raih Gelar Doktor di UGM

Regional
Menurut KPU, Tak Perlu Lagi Ada Wacana Pilkada melalui DPRD

Menurut KPU, Tak Perlu Lagi Ada Wacana Pilkada melalui DPRD

Nasional
Berita Populer Regional: Serial Romansa Pebulu Tangkis Huang Hua dan Tertangkapnya Bos Miras Oplosan

Berita Populer Regional: Serial Romansa Pebulu Tangkis Huang Hua dan Tertangkapnya Bos Miras Oplosan

Regional
Berita Populer: Ayah Perkosa Anak Kandung, hingga Pria Tambun Berubah Jadi Juara Binaraga

Berita Populer: Ayah Perkosa Anak Kandung, hingga Pria Tambun Berubah Jadi Juara Binaraga

Internasional
Jalan Sempit Bersihkan Timbunan Sampah Plastik di Kolong Tol di Tanjung Priok

Jalan Sempit Bersihkan Timbunan Sampah Plastik di Kolong Tol di Tanjung Priok

Megapolitan
Berita Populer Nasional: Jaket Jins Andalan Jokowi di IIMS 2018 dan Skenario Kecelakaan Novanto

Berita Populer Nasional: Jaket Jins Andalan Jokowi di IIMS 2018 dan Skenario Kecelakaan Novanto

Nasional
Survei Cyrus: Partai Mana yang Paling Banyak Uang? Perindo Urutan Teratas

Survei Cyrus: Partai Mana yang Paling Banyak Uang? Perindo Urutan Teratas

Nasional
Solusi Bahan Bakar Alternatif, Karolin Perkenalkan Kompor Sawit

Solusi Bahan Bakar Alternatif, Karolin Perkenalkan Kompor Sawit

Regional
Soal Ujian Akhir Bakal Dibuat Sesuai Standar Internasional

Soal Ujian Akhir Bakal Dibuat Sesuai Standar Internasional

Edukasi
Kisah Cinta Huang Hua, Mantan Ratu Bulu Tangkis China hingga Dipinang Pria asal Klaten (3)

Kisah Cinta Huang Hua, Mantan Ratu Bulu Tangkis China hingga Dipinang Pria asal Klaten (3)

Regional
Pertemuan Gerindra dan PKS Sempat Bahas Peluang Zulkifli Hasan Jadi Cawapres

Pertemuan Gerindra dan PKS Sempat Bahas Peluang Zulkifli Hasan Jadi Cawapres

Nasional
5 Fakta Menarik tentang Penutupan Sense Karaoke dan Diskotek Exotic

5 Fakta Menarik tentang Penutupan Sense Karaoke dan Diskotek Exotic

Megapolitan
Polisi di Indonesia Diperintahkan untuk Razia Besar-besaran Minuman Keras

Polisi di Indonesia Diperintahkan untuk Razia Besar-besaran Minuman Keras

Regional
Wilayah Jakarta yang Berpotensi Hujan Hari ini

Wilayah Jakarta yang Berpotensi Hujan Hari ini

Megapolitan
Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Penganiyaan Bonek hingga Korban Tewas

Polisi Cari Tersangka Lain Kasus Penganiyaan Bonek hingga Korban Tewas

Regional

Close Ads X