Minta Hasil Otopsi, Keluarga TKI Surati Malaysia - Kompas.com

Minta Hasil Otopsi, Keluarga TKI Surati Malaysia

Kompas.com - 08/06/2012, 13:39 WIB

MATARAM, KOMPAS.com - Keluarga tiga orang tenaga kerja Indonesia (TKI) korban penembakan di Malaysia melayangkan surat kepada Pemerintah Malaysia untuk meminta hasil otopsi (Post Moterm Report) ketiga kerabat mereka tersebut.

Juru bicara Aliansi untuk Keadilan TKI (AKUT) NTB Muhammad Saleh menyatakan, pengiriman surat tersebut berdasarkan permintaan dari Direktur Perlindungan TKI Kementerian Luar negeri RI, Tatang Budi Utama Razak. “Surat ini menjadi pra syarat untuk kerja-kerja tim di Malaysia, baik itu kepolisian dan Jaksa Agung untuk melakukan tindakan dan penyelidikan lebih jauh,” kata Saleh.

Dalam surat Direktur Perlindungan WNI dan BHI dijelaskan, proses investigasi terhadap kasus penembakan tiga WNI asal Lombok Timur, masing-masing Herman, Abdul Kadir Zailani dan Mad Noor, telah dilakukan pihak kepolisian Malaysia dan akan diserahkan kepada kejaksaan Agung (Attorney General) Malaysia untuk ditindak lanjuti. Dalam proses investigasi itulah hasil otopsi dibutuhkan, hanya saja proses meminta hasil otopsi harus melalui permintaan pihak keluarga.

Permintaan hasil otopsi, menurut Saleh, tidak serta merta menjadi pembenar bahwa otopsi yang pernah dilakukan pihak Malaysia itu adalah atas izin dari keluarga. Hal ini juga terlihat dalam salah satu baris surat yang ditandatangani oleh keluarga tiga TKI. Dalam surat yang ditulis tangan oleh Nurmawi, kakak kandung almarhum Mad Noor tertulis bahwa otopsi 3 (tiga) TKI oleh Pejabat Malaysia ini sebelumnya tidak pernah meminta izin pada keluarga.

Sementara itu hingga hari ini pihak keluarga belum menerima hasil otopsi kedua yang dilakukan pihak kepolisian Daerah Polda NTB dan tim Dokter Universitas Mataram yang dilakukan 25-26 April silam. Permintaan hasil otopsi itu telah diupayakan keluarga ketiga TKI, termasuk dengan menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.


EditorGlori K. Wadrianto

Terkini Lainnya

Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Usai Pesta Miras, Empat Pemuda Perkosa Seorang Gadis di Kompleks Makam

Regional
Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

Ini Lima Momen Menarik Selama Persidangan Setya Novanto

Nasional
Fransika Berencana Laporkan Lagi Sandiaga soal Kasus Penggelapan Lahan

Fransika Berencana Laporkan Lagi Sandiaga soal Kasus Penggelapan Lahan

Megapolitan
10 Fakta Persidangan Setya Novanto dan Aliran Uang Korupsi E-KTP

10 Fakta Persidangan Setya Novanto dan Aliran Uang Korupsi E-KTP

Nasional
Berita Populer: Perang 'Paling Sopan', hingga 4 Mantan Presiden AS Reuni

Berita Populer: Perang "Paling Sopan", hingga 4 Mantan Presiden AS Reuni

Internasional
Mobil Mendadak Berhenti di Tengah Jalan, 2 Penumpang Pingsan Usai Minum Jus

Mobil Mendadak Berhenti di Tengah Jalan, 2 Penumpang Pingsan Usai Minum Jus

Regional
Pelajar SMP dan Kekasihnya di Bantaeng Akhirnya Menikah

Pelajar SMP dan Kekasihnya di Bantaeng Akhirnya Menikah

Regional
Gatot Nurmantyo Pilih Capres, Berkuda hingga Pembangunan Manusia

Gatot Nurmantyo Pilih Capres, Berkuda hingga Pembangunan Manusia

Nasional
Survei 'Kompas': Gatot dan Anies Teratas Jadi Cawapres bagi Prabowo

Survei "Kompas": Gatot dan Anies Teratas Jadi Cawapres bagi Prabowo

Nasional
Hari Ini, Setya Novanto Hadapi Vonis Hakim

Hari Ini, Setya Novanto Hadapi Vonis Hakim

Nasional
Berita Populer Politik: Survei 'Kompas' Elektabilitas Jokowi vs Prabowo dan Soal Ganjalan Ijazah SMA Susi Pudjiastuti

Berita Populer Politik: Survei "Kompas" Elektabilitas Jokowi vs Prabowo dan Soal Ganjalan Ijazah SMA Susi Pudjiastuti

Nasional
Survei 'Kompas': JK dan Prabowo Teratas Jadi Cawapres Jokowi

Survei "Kompas": JK dan Prabowo Teratas Jadi Cawapres Jokowi

Nasional
BMKG: Waspadai Petir dan Angin Kencang di Jaktim dan Jaksel

BMKG: Waspadai Petir dan Angin Kencang di Jaktim dan Jaksel

Megapolitan
Jangan Tinggalkan Sampah Plastikmu, Yuk Bawa Wadah Sendiri ke Tempat Wisata

Jangan Tinggalkan Sampah Plastikmu, Yuk Bawa Wadah Sendiri ke Tempat Wisata

Megapolitan
Dedi Mulyadi: Generasi Milenial Itu Justru Paham Pentingnya Lingkungan

Dedi Mulyadi: Generasi Milenial Itu Justru Paham Pentingnya Lingkungan

Regional

Close Ads X