Diam-diam, Promotor Lady Gaga Temui Kapolda Metro - Kompas.com

Diam-diam, Promotor Lady Gaga Temui Kapolda Metro

Kompas.com - 22/05/2012, 14:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Promotor konser Lady Gaga dari Big Daddy Production bertemu dengan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Untung Suharsono Radjab, Selasa (22/5/2012) di Mapolda Metro Jaya. Tampak dua orang dari promotor Big Daddy yang menuju ke ruang Kapolda. Keduanya datang pada pukul 11.15 WIB.

Salah seorang di antaranya tampak seseorang seperti Michael Rusli atau yang biasa disapa Big Daddy. Sementara seorang rekannya lagi yang berkepala botak tampak menggunakan batik berwarna merah marun. Keduanya turun dari mobil Kijang Innova dan BMW.

Michael yang datang menggunakan kemeja putih lengan panjang langsung terburu-buru saat keluar dari mobil. Wartawan sempat menegur Michael, ia pun sempat menengok, tetapi langsung mempercepat langkahnya untuk memasuki ruangan Kapolda Metro Jaya. Sedangkan seorang rekan Michael tak lama berselang menggunakan mobil Kijang Innova hitam langsung melaju keluar dari Polda Metro. Berselang beberapa lama kemudian, mobil BMW bernomor polisi B 555 R sudah tidak terlihat lagi.

Saat dikonformasi soal kedatangan promotor Lady Gaga, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto membantah adanya pertemuan itu. "Tadi saya sudah tanya Sespri Kapolda bilang tidak ada pertemuan itu. Itu ada kiai sama teman angkatan Kapolda. Tidak ada pertemuan dengan Kapolda," ujar Rikwanto.

Sementara itu, kuasa hukum Big Daddy Production, Minola Sebayang, membenarkan adanya pertemuan itu. "Iya benar, tapi sudah selesai," ungkapnya saat dihubungi wartawan.

Diberitakan sebelumnya, konser Lady Gaga yang rencananya akan dilakukan di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada tanggal 3 Juni 2012 mendatang ditentang banyak pihak, termasuk kelompok organisasi massa. Atas dasar ini, Polda Metro Jaya kemudian menolak rekomendasi dilaksanakannya konser tersebut.

Penolakan terhadap konser Lady Gaga yang bertajuk "The Born This Way Ball Tour" itu dilancarkan beberapa kelompok karena dianggap penampilan Lady Gaga yang seronok dan lirik-liriknya yang kontroversial.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorPepih Nugraha

    Terkini Lainnya

    Berita Populer: Memanfaatkan Jeda Pemrosesan di ATM, Anak-anak Bisa Kuras ATM Anda

    Berita Populer: Memanfaatkan Jeda Pemrosesan di ATM, Anak-anak Bisa Kuras ATM Anda

    Regional
    Pagi Ini, Dua Pemimpin Korea Berjumpa dalam Pertemuan Bersejarah

    Pagi Ini, Dua Pemimpin Korea Berjumpa dalam Pertemuan Bersejarah

    Internasional
    Terungkapnya Pencuri 14 Laptop untuk UNBK di SMP Muhammadiyah Koja...

    Terungkapnya Pencuri 14 Laptop untuk UNBK di SMP Muhammadiyah Koja...

    Megapolitan
    KPK Supervisi Enam Kasus Dugaan Korupsi di Riau

    KPK Supervisi Enam Kasus Dugaan Korupsi di Riau

    Nasional
    C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara Yogyakarta

    C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara Yogyakarta

    Nasional
    Moeldoko: Presiden Tidak Akan Korbankan Negara untuk Tenaga Kerja Asing

    Moeldoko: Presiden Tidak Akan Korbankan Negara untuk Tenaga Kerja Asing

    Regional
    Berita Populer: Anak Diikat di Sepeda Motor, hingga Prediksi Kiamat oleh Da Vinci

    Berita Populer: Anak Diikat di Sepeda Motor, hingga Prediksi Kiamat oleh Da Vinci

    Internasional
    Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Hari Ini

    Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Hari Ini

    Megapolitan
    Pengamat: Pertemuan Jokowi dengan Alumni 212 Luruskan yang 'Bengkok'

    Pengamat: Pertemuan Jokowi dengan Alumni 212 Luruskan yang "Bengkok"

    Nasional
    Terjebak di Hutan Rehabilitasi, Seekor Macan Dahan Ditemukan di Pangkalan Bun

    Terjebak di Hutan Rehabilitasi, Seekor Macan Dahan Ditemukan di Pangkalan Bun

    Regional
    'Indonesia Bisa Maju dengan Inovasi dan Kreativitas Generasi Muda dan Wanita'

    "Indonesia Bisa Maju dengan Inovasi dan Kreativitas Generasi Muda dan Wanita"

    Nasional
    Melihat Lahan Parkir yang Akan Jadi Tempat Relokasi Pedagang Blok G

    Melihat Lahan Parkir yang Akan Jadi Tempat Relokasi Pedagang Blok G

    Megapolitan
    Pencabutan Hak Politik Dinilai Signifikan Beri Efek Ngeri bagi Para Politisi

    Pencabutan Hak Politik Dinilai Signifikan Beri Efek Ngeri bagi Para Politisi

    Nasional
    KPU Imbau Calon Kepala Daerah Tak Kampanyekan Capres Saat Pilkada

    KPU Imbau Calon Kepala Daerah Tak Kampanyekan Capres Saat Pilkada

    Nasional
    Mengunjungi Taman Piknik, Oase di Tengah Hiruk Pikuk Kalimalang

    Mengunjungi Taman Piknik, Oase di Tengah Hiruk Pikuk Kalimalang

    Megapolitan

    Close Ads X