Tangkap Pengguna Narkoba, "Bonus" Buron Kasus Korupsi

Kompas.com - 16/05/2012, 08:31 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

SURABAYA, KOMPAS.com - Jajaran Satuan Narkoba Polrestabes Surabaya baru saja mendapatkan tangkapan "plus", karena selain berhasil menangkap pengguna narkoba, secara tidak sengaja juga berhasil menangkap buron Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak Surabaya dalam kasus korupsi lelang pengadaan bibit mangrove senilai Rp 700 juta.

Kasi Pidana Khusus Kejari Tanjung Perak, Agus Prasetya Rahardja, saat dikonfirmasi Selasa (15/5/2012) kemarin membenarkan penangkapan itu. Menurutnya, buron atas nama Wahyu Pudjianto (42), warga Jalan Gemblongan Surabaya itu masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sejak dua bulan lalu atau sejak kasusnya diputus.

"Yang bersangkutan langsung dijebloskan ke Rutan Medaeng," katanya.

Tindakan itu sengaja dilakukan tanpa menunggu dampingan pengacara, karena putusan kasus Wahyu Pudjianto sudah berkekuatan hukum tetap. Wahyu telah melakukan gratifikasi (penyuapan) terhadap Sehat Budiman, ketua tim lelang pengadaan bibit mangrove.

Untuk bisa meloloskan CV nya, Wahyu menjanjikan uang Rp 30 juta kepada Sehat. Dalam putusan Mahkamah Agung yang diterima Kejaksaan Negeri Tanjung Perak 25 November 2011 lalu, Wahyu diputus 15 bulan penjara. MA memastikannya bersalah melanggar Pasal 5 ayat 1 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Informasi yang dihimpun KOMPAS.com di kalangan aparat Polrestabes Surabaya, Wahyu Pudjianto ditangkap bersama dua pengguna narkoba di kawasan perumahan Darmo Indah Timur Surabaya belum lama ini. Wahyu juga diduga akan melakukan pesta narkoba bersama dua orang tersebut. Ketiganya lantas dibawa ke kantor polisi. Setelah polisi melakukan interogasi, diketahui jika wahyu adalah DPO Kejari Tanjung Perak. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.