Korban Sukhoi Tidak Luka Bakar

Kompas.com - 14/05/2012, 15:21 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com — Semua korban kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang sampai di Rumah Sakit Polri Sukanto tidak ada yang mengalami luka bakar. Korban yang tewas mengalami luka akibat benturan keras sehingga tubuh korban terpisah menjadi banyak bagian.

"Tidak ada yang hangus di sini. Potongan tubuh itu terpisah dalam banyak potongan. Paling besar setengah badan," kata Direktur RS Polri Sukanto Jakarta Timur Brigadir Jenderal (Pol) Agus Prayitno, Senin (14/5/2012).

Meski penelitian antropologi forensik sudah dilakukan, tim identifikasi gabungan belum dapat memisahkan sesuai kedekatan ras mongoloid atau kaukasoid. Sejauh ini tim identifikasi baru dapat mengumpulkan 22 sidik jari.

Namun, jejak sidik jari ini masih permulaan. Tim identifikasi masih mencocokkannya dengan sidik jari hasil pendataan ante mortem dari keluarga korban.

Sejauh ini sudah ada 25 kantong jenazah yang tiba di RS Polri Sukanto. Dari jumlah ini, empat kantong berisi properti milik korban. Properti yang dimaksud meliputi baju, kartu identitas, sepatu, dan barang-barang lain milik penumpang Sukhoi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.