Psikolog Juga Dampingi Tim Penolong dan Wartawan

Kompas.com - 14/05/2012, 14:50 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com — Ratusan anggota tim gabungan dari Badan SAR Nasional atau Basarnas, TNI, Polri, dan unsur-unsur terkait dikerahkan untuk mencari serpihan dan korban di titik jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100. Sudah tiga hari, sebanyak 25 kantong jenazah berhasil dibawa dari beratnya medan dasar jurang.

Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menyadari bahwa tim penolong memiliki tekanan fisik dan mental tersendiri karena langsung bersentuhan dengan korban dan medan yang berat. Untuk itu, tak hanya untuk keluarga korban, pendampingan psikologis yang telah dilakukan selama tiga hari belakangan juga disediakan bagi tim penolong dan wartawan yang memantau perkembangan peristiwa tersebut.

"(Pendampingan psikologis) biasanya kalau ada bencana, ada teman-teman yang melakukan evakuasi, melihat langsung jenazah. Bisa juga buat wartawan yang lelah mantau perkembangan ini. Kan psikologisnya terganggu juga pastinya," ujarnya.

Organisasi berlatar belakang profesional tersebut sebelumnya telah membuka layanan hotline pendampingan bagi keluarga korban atas nama Murti dengan nomor 0811950014. Baik keluarga, tim penolong, maupun wartawan bisa melakukan konseling dengan 30 psikolog yang telah disediakan secara gratis.

"Konseling bagi keluarga itu beda-beda; ada yang cepat mengatasi rasa duka ini, ada yang lama, dan ada yang nggak selesai-selesai, itu gejala yang perlu diwaspadai," ujarnya.

Saat ini, pihaknya telah membuka tiga posko. Satu di RS Polri Bhayangkara, Halim Perdanakusuma, dan satu layanan hotline yang telah aktif mulai hari ini. Pihaknya juga tak menutup kemungkinan untuk tak hanya berkomunikasi via telepon, tetapi juga bertemu langsung.

"Ya, itu sesuai kesepakatan saja," katanya.

Untuk batas waktu, Mira mengatakan, mengikuti asas fleksibilitas. "Antisipasi kami tiga bulan," ujarnya.

Hingga Senin siang, sudah tak tampak keluarga yang menunggu di Rumah Sakit Polri dan Halim Perdanakusuma setelah sebelumnya pihak Mabes Polri mengimbau mereka untuk pulang sambil menunggu identifikasi lebih lanjut. Sementara itu, sebanyak 25 kantong jenazah telah diangkut melalui jalur udara ke Halim Perdanakusuma, dan selanjutnya dikirim ke RS Polri untuk diidentifikasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.