Identifikasi Masuki Pemeriksaan DNA

Kompas.com - 13/05/2012, 16:44 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) korban tragedi Sukhoi Superjet 100 segera memasuki tahapan pemeriksaan DNA. Tahapan pemeriksaan forensik, odontologi (gigi), patologi, dan antropologi diharapkan selesai malam ini.

"Kita harapkan malam ini juga rangkaian forensik bisa diselesaikan," kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri Brigjen Polisi Musaddeq Ishaq Minggu (13/5) di RS Polri Kramat Jati.

Pemeriksaan DNA kemungkinan memakan waktu selama dua minggu. Test DNA menjadi andalam dalam proses identifikasi korban Sukhoi karena jasad yang ditemukan hanya berupa potongan-potongan tubuh baik besar maupun kecil.

Musaddeq juga menjelaskan, pengumpulan ante mortem dari keluarga sudah lengkap untuk 45 korban Sukhoi Superjet 100. "Beberapa jam lalu kami telah menerima data ante mortem dari korban 8 orang warga Rusia, satu dari AS, dan satu sari Perancis," katanya.

Empat puluh lima penumpang Sukhoi terdiri dari 35 warga Indonesia, dan 10 warga asing. Data ante mortem meliputi, sidik jari korban, data gigi korban, properti yang dipakai, serta DNA orang tua atau anak dari korban.

Sejauh ini, RS Polri Kramat Jati telah menerima 21 kantong dari tempat kejadian, terdiri dari 18 kantong berisi bagian tubuh dan tiga kantong properti. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.