Agama Pengaruhi Perubahan Perilaku pada Lingkungan

Kompas.com - 27/04/2012, 17:41 WIB
Penulis M.Latief
|
EditorLatief

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandangan manusia terhadap lingkungan ditentukan oleh agama. Selain itu, agama juga menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku terhadap lingkungan selain tiga faktor lainnya, yaitu penegakan hukum, pendidikan, dan kekuatan pasar.

Demikian landasan White (1967) yang memperkuat disertasi Dr Fachruddin Majeri Mangunjaya, dosen Fakultas Biologi Universitas Nasional (UNAS) yang secara resmi meraih gelar Doktor melalui presentasi disertasinya berjudul "Desain Ekopesantren dalam Kerangka Pembangunan Berkelanjutan". Fachruddin diputuskan berhak menyandang gelar Doktor bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan oleh Rektor Institute Pertanian Bogor (IPB) dan komisi penguji utama sekaligus komisi pembimbing yaitu, Prof. Dr. Ir, Hadi S. Alikodra, MS, Dr. drh. Akhmad Arif Amin, dan Dr. Ahmad Sudirman Abbas.

Adapun penguji luar komisi terdiri dari Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, MA dan Deputi bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr. Henri Bastaman, MES.

"Konsep disertasinya sangat menarik karena dia (Fachruddin) mencoba mengkolaborasikan konsep agama, dalam hal ini Islam, ke dalam lingkungan hidup," ujar Wakil Rektor bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) UNAS, Prof Ernawati Sinaga di Jakarta, Jumat (27/4/2012).

"Kekuatan bahasa dan ilmu agama dalam paparan disertasinya juga luar biasa. Terlebih data-data yang disajikan bukanlah data usang sehingga membuat kita asyik dalam membaca karyanya," katanya. 

 

Pada kesempatan sama, Deputi Bidang Pembinaan Sarana Teknis dan Peningkatan Kapasitas Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr Henri Bastaman mengungkapkan, ranah kepercayaan agama mempunyai posisi dan peran strategis dalam menyadarkan arti penting lingkungan hidup.

Sementara Fachruddin sendiri berharap, dengan melakukan penelitian ini dirinya dapat memberikan pemahaman terhadap pentingnya melibatkan dimensi etika (agama) dalam melestarikan lingkungan dan dapat menjadi masukan bagi masyarakat tentang keberadaan dan fungsi pesantren sebagai lembaga yang perlu diperhitungkan dalam menunjang tercapainya pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan.

Adapun Dr Fachruddin menyelesaikan disertasinya dengan meneliti tiga Pondok Pesantren Induk daerah Jawa Barat dan Banten, yaitu Pondok Pesantren (Ponpes) Buntet, Cirebon, Ponpes Al Musaddadiyah, Garut, dan Ponpes Modern Daarul Qolam, Banten.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Lembaga Masih Minta Fotokopi KTP-el, Ini Dugaan Dirjen Dukcapil

Ada Lembaga Masih Minta Fotokopi KTP-el, Ini Dugaan Dirjen Dukcapil

Nasional
BRGM Siap Percepat Penanaman Mangrove di 9 Provinsi

BRGM Siap Percepat Penanaman Mangrove di 9 Provinsi

Nasional
Demokrat Beberkan Syarat KLB yang Sah, Salah Satunya Disetujui SBY

Demokrat Beberkan Syarat KLB yang Sah, Salah Satunya Disetujui SBY

Nasional
Gaungkan Benci Produk Luar Negeri Jadi Polemik, Jokowi: Gitu Aja Rame

Gaungkan Benci Produk Luar Negeri Jadi Polemik, Jokowi: Gitu Aja Rame

Nasional
UPDATE: Tambah 2 di Kuwait, Total 3.705 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

UPDATE: Tambah 2 di Kuwait, Total 3.705 WNI Terpapar Covid-19 di Luar Negeri

Nasional
Cerita Jokowi Setiap Hari Telpon Kepala BKPM untuk Pantau Investasi

Cerita Jokowi Setiap Hari Telpon Kepala BKPM untuk Pantau Investasi

Nasional
Bapilu: Tak Ada KLB di Demokrat, jika Ada Itu Ilegal

Bapilu: Tak Ada KLB di Demokrat, jika Ada Itu Ilegal

Nasional
[POPULER NASIONAL] TNI Amankan Wanita yang Pamer Mobil Dinas Berplat Bodong | Marzuki Alie Datang ke KLB Demokrat karena Dipecat

[POPULER NASIONAL] TNI Amankan Wanita yang Pamer Mobil Dinas Berplat Bodong | Marzuki Alie Datang ke KLB Demokrat karena Dipecat

Nasional
Demonstrasi di Myanmar Ada Korban Jiwa, Evakuasi WNI Dinilai Belum Perlu

Demonstrasi di Myanmar Ada Korban Jiwa, Evakuasi WNI Dinilai Belum Perlu

Nasional
KBRI Yangon Minta WNI di Myanmar Tetap Tenang dan Berdiam di Rumah

KBRI Yangon Minta WNI di Myanmar Tetap Tenang dan Berdiam di Rumah

Nasional
Kejagung Tangkap Buron Korupsi Pengadaan Eskalator DPRD Kabupaten Bontang

Kejagung Tangkap Buron Korupsi Pengadaan Eskalator DPRD Kabupaten Bontang

Nasional
Ketika Jokowi Gaungkan Benci Produk Luar Negeri tetapi Gelar Karpet Merah untuk Investor Asing

Ketika Jokowi Gaungkan Benci Produk Luar Negeri tetapi Gelar Karpet Merah untuk Investor Asing

Nasional
Pemerintah Atur Skema Vaksinasi terhadap Lansia agar Dekat Rumah

Pemerintah Atur Skema Vaksinasi terhadap Lansia agar Dekat Rumah

Nasional
Kejagung Periksa 11 Saksi Terkait Kasus Korupsi Asabri

Kejagung Periksa 11 Saksi Terkait Kasus Korupsi Asabri

Nasional
Satgas: Lebih Dari 22.000 Posko Covid-19 Terbentuk, Jabar Terbanyak

Satgas: Lebih Dari 22.000 Posko Covid-19 Terbentuk, Jabar Terbanyak

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X