Kasus 3 TKI di Malaysia Serius dan Fatal

Kompas.com - 24/04/2012, 22:46 WIB
EditorTri Wahono

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Kasus tewasnya tiga orang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ditembak Polisi Diraja Malaysia dinilai sebagai kejadian sangat serius dan fatal.

Pemerintah Malaysia tidak bisa menganggap kematian tersebut sebagai kejadian biasa saja dan memulangkan begitu saja jenazah tersebut ke Indonesia.

"Kita tidak ingin masalah ini didiamkan saja oleh pihak Malaysia," kata Ketua BP KNPI di Malaysia, Sagir Alva di Kuala Lumpur, Selasa (24/4/2012) saat menanggapi kasus tewasnya tiga TKI asal Nusa Tenggara Barat itu.

Dia juga berharap Pemerintah Indonesia melalui pihak-pihak terkait seperti KBRI, Kemenlu, BNP2TKI, dan Depnaker untuk meminta pihak Malaysia agar menyelidiki masalah ini secara khusus.

Sudah seharusnya pemerintah melakukan tindakan cepat seperti mengotopsi ulang jenazah tersebut dengan disaksikan wakil dari pemerintah Indonesia, bukan hanya Malaysia.

Kalau perlu, Pemerintah Indonesia dapat menunda kembali pengiriman TKI ke Malaysia dan juga membawa kasus ini ke pihak Mahkamah Internasional selagi pihak Kerajaan Malaysia tidak menanggapi dan menyelidiki kasus ini secara serius.

Dugaan Perdagangan Organ

Otopsi ulang akan membuktikan ada tidaknya dugaan  pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil kesempatan melakukan pengambilan organ.

Hal ini perlu dilakukan oleh pihak pemerintah Indonesia, karena ini menyangkut keamanan masyarakat Indonesia di Malaysia. Jika tidak, ke depan akan banyak kasus-kasus serupa yang terjadi pada masyarakat Indonesia di Malaysia.

Pemerintah Indonesia harus menekan pihak Kerajaan Malaysia untuk mengambil tindakan hukum kepada pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini, termasuk pihak PDRM dan rumah sakit yang mungkin terlibat.

Atase Polisi KBRI KL Kombes Beni Iskandar mengatakan dugaan pencurian organ tubuh tenaga kerja Indonesia memang masih harus dibuktikan.

"Saya tidak bisa bantah. Kalau setelah dibuktikan ternyata benar, makanya itu harus dibuktikan," kata Beni usai rapat koordinasi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Batam.

Sementara itu, mengenai kronologis kejadian, ia mengatakan tiga TKI asal Lombok Nusa Tenggara Barat diduga merampok. Sesuai dengan cara kerja PDRM, ketiganya ditembak.

Namun, laporan penembakan tiga TKI itu terlambat sampai di KBRI. "Kami terima laporan, agak terlambat seminggu," kata dia.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Ini Alasan Pemerintah Tak Mau Tunda Pilkada hingga Covid-19 Berakhir

    Ini Alasan Pemerintah Tak Mau Tunda Pilkada hingga Covid-19 Berakhir

    Nasional
    Masa Kerja dari Rumah ASN Diperpanjang Lagi hingga 4 Juni 2020

    Masa Kerja dari Rumah ASN Diperpanjang Lagi hingga 4 Juni 2020

    Nasional
    Mendagri: Jika Pilkada Ditunda 2021, Apa Ada yang Menjamin Covid-19 Akan Selesai?

    Mendagri: Jika Pilkada Ditunda 2021, Apa Ada yang Menjamin Covid-19 Akan Selesai?

    Nasional
    Bahan Baku Minim di Sejumlah Industri, KSPI Sebut 'New Normal' Tak Bakal Efektif

    Bahan Baku Minim di Sejumlah Industri, KSPI Sebut "New Normal" Tak Bakal Efektif

    Nasional
    KSAL Minta Kogabwilhan I Aktif Pantau Pelanggaran Laut Natuna

    KSAL Minta Kogabwilhan I Aktif Pantau Pelanggaran Laut Natuna

    Nasional
    LPSK dan BNPT Teken MoU Perlindungan Korban Terorisme

    LPSK dan BNPT Teken MoU Perlindungan Korban Terorisme

    Nasional
    Pemerintah Diminta Pastikan Ketersediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada 2020

    Pemerintah Diminta Pastikan Ketersediaan APD untuk Penyelenggara Pilkada 2020

    Nasional
    Ketua KPU: Pilkada Tetap Desember 2020, Tidak Akan Mundur Lagi

    Ketua KPU: Pilkada Tetap Desember 2020, Tidak Akan Mundur Lagi

    Nasional
    Ketua MPR Minta Penerapan 'New Normal' Berbasis Data yang Valid

    Ketua MPR Minta Penerapan "New Normal" Berbasis Data yang Valid

    Nasional
    Ketua MPR: Jangan Sampai New Normal Jadi Pemicu Gelombang Kedua Covid-19

    Ketua MPR: Jangan Sampai New Normal Jadi Pemicu Gelombang Kedua Covid-19

    Nasional
    Kejagung Periksa 48 Staf KONI Pusat Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah

    Kejagung Periksa 48 Staf KONI Pusat Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah

    Nasional
    Kritik Lemahnya Pemberantasan Korupsi, ICW: KPK Memasuki Era 'New Normal'

    Kritik Lemahnya Pemberantasan Korupsi, ICW: KPK Memasuki Era "New Normal"

    Nasional
    Sambut New Normal, Ada Senyum Tito di Selubung Masker

    Sambut New Normal, Ada Senyum Tito di Selubung Masker

    Nasional
    Pelaksanaan New Normal di Daerah Perlu Koordinasi dengan Kemendagri

    Pelaksanaan New Normal di Daerah Perlu Koordinasi dengan Kemendagri

    Nasional
    Indonesia Diprediksi Kehilangan Kunjungan 4 Juta Wisatawan Mancanegara Selama Pandemi

    Indonesia Diprediksi Kehilangan Kunjungan 4 Juta Wisatawan Mancanegara Selama Pandemi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X