BBPOM Semarang Sita Obat Kuat Berbahaya

Kompas.com - 23/04/2012, 17:41 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang menyita lebih dari 25 jenis obat-obatan dan kosmetik tanpa izin edar dan mengandung bahan kimia berbahaya. Obat tersebut disita dari dua toko kelontong di Kecamatan Sarang dan Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang sejak awal April 2012.

Kepala BBPOM Semarang Supriyanto Utomo mengatakan dari hasil sitaan tersebut terdapat banyak obat yang tidak jelas serta obat kuat yang berbahaya jika dikonsumsi. Obat-obatan ada yang hasil selundupan dari luar negeri serta racikan rumahan.

"Ada obat kuat, obat sakit gigi dan ada juga obat 'dengkul' ini kan aneh, obat ini tidak jelas tapi ada labelnya makanya kami sita," ujarnya Senin (23/4/2012).

Selain itu, juga terdapat beberapa merek obat yang diduga dipalsukan serta obat keras yang harusnya menggunakan resep dokter namun justru dijual bebas. Dari penyitaan tersebut didapatkan dua tersangka yakni RHB dari Sarang Rembang dan MS dari Sulang Rembang.


"Kedua tersangka akan diproses dan dijerat dengan pasal 196 dan 197 UU RI no 36 tahun 2009 tentang kesehatan," tambahnya.

Informasi beredarnya obat-obatan berbahaya ini ungkapnya didapatkan dari laporan dinas terkait di wilayah tersebut. Ia mengatakan masyarakat juga diminta untuk lebih berhati-hati ketika akan membeli obat ditempat-tempat yang tidak jelas.

"Ini orangnya jualan macam-macam kebutuhan dan juga jualan obat, masyarakat diimbau untuk membeli obat di apotik jangan di sembarang tempat," ujarnya.

Selain itu, selama bulan April ini petugas BBPOM juga menyita sekitar satu ton mie basah beserta formalin dan boraks. Barang-barang tersebut disita dari dua produsen mie di wilayah Kabupaten Batang. Dari hasil pemeriksaan, ditetapkan dua tersangka yakni IR dan MF yang diduga memproduksi mie basah mengandung bahan kimia berbahaya.


PenulisPuji Utami
EditorAsep Candra

Terkini Lainnya

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Melalui Anaknya, Seorang Ibu Sumbang Sandiaga Uno Rp 500.000

Regional
Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Dukung Ma'ruf Amin, Ketua PWNU Jatim Sebut Masa Depan Negara di Tangan NU

Regional
Akar Masalah Mandeknya Dunia Riset Tanah Air Dinilai Belum Tersentuh Kedua Paslon

Akar Masalah Mandeknya Dunia Riset Tanah Air Dinilai Belum Tersentuh Kedua Paslon

Nasional
Menyangkut Masa Depan Bangsa, Pengamat Kecewa Imunisasi Tak Dibicarakan di Debat Ketiga

Menyangkut Masa Depan Bangsa, Pengamat Kecewa Imunisasi Tak Dibicarakan di Debat Ketiga

Nasional
Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Pengungsi Banjir Bandang di Jayapura Butuh Selimut dan Tenda

Regional
Terbukti Bersalah, Mantan Direktur Keuangan Pertamina Tak Dihukum Uang Pengganti

Terbukti Bersalah, Mantan Direktur Keuangan Pertamina Tak Dihukum Uang Pengganti

Nasional
Atasi Pengangguran, Kedua Paslon Dinilai Tak Manfaatkan Infrastruktur yang Ada

Atasi Pengangguran, Kedua Paslon Dinilai Tak Manfaatkan Infrastruktur yang Ada

Nasional
2 Jenazah WNA Malaysia Korban Longsoran Air Terjun di Lombok Dipulangkan

2 Jenazah WNA Malaysia Korban Longsoran Air Terjun di Lombok Dipulangkan

Regional
Korban Ungkap Teroris di Selandia Baru Bingung dengan Denah Masjid

Korban Ungkap Teroris di Selandia Baru Bingung dengan Denah Masjid

Internasional
Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Ketika Matematika Digunakan untuk Menangani Wabah Penyakit

Edukasi
Polisi Tangkap 2 Penjambret Mahasiswi di Kupang, 1 Pelaku Ditembak

Polisi Tangkap 2 Penjambret Mahasiswi di Kupang, 1 Pelaku Ditembak

Regional
KPK Temukan Uang di Ruangan Menterinya, Ini Tanggapan Kementerian Agama

KPK Temukan Uang di Ruangan Menterinya, Ini Tanggapan Kementerian Agama

Nasional
Menurut Pengamat, Ini Alasan Mengapa Ma'ruf Tampil 'di Luar Ekspektasi' saat Debat Ketiga

Menurut Pengamat, Ini Alasan Mengapa Ma'ruf Tampil "di Luar Ekspektasi" saat Debat Ketiga

Nasional
Kekerasan Seksual Itu Bernama 'Revenge Porn', Apa Itu? Ini 6 Tandanya

Kekerasan Seksual Itu Bernama "Revenge Porn", Apa Itu? Ini 6 Tandanya

Edukasi
Banjir di Gunungkidul, Puluhan Kepala Keluarga Masih Mengungsi

Banjir di Gunungkidul, Puluhan Kepala Keluarga Masih Mengungsi

Regional

Close Ads X