Kompas.com - 18/04/2012, 16:15 WIB
Penulis Icha Rastika
|
EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menggelar rekonstruksi atau reka ulang kasus dugaan suap terkait pembahasan perubahan Peraturan Daerah No 6 tahun 2010 tentang Dana Pengikatan tahun jamak pembangunan venue Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 Riau di tiga lokasi di Riau. Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan, tiga lokasi tersebut adalah di lantai satu dan lantai dua gedung DPRD Riau, serta di sebuah rumah makan di Jalan Sumatera, Riau.

"Saya gak tahu urutannya, tapi yang pasti di tiga lokasi," kata Johan di Jakarta, Rabu (18/4/2012). Menurut Johan, keempat tersangka kasus ini diikutsertakan dalam rekonstruksi di setiap lokasi.

Empat tersangka itu adalah dua anggota DPRD Riau berinisial MFA dan MD, Kepala Seksi Pengembangan Sarana Prasarana Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Riau berinisial EDP, serta pegawai PT Pembangunan Perumahan (PT PP) berinisial RS. Mereka diduga terlibat suap terkait rencana penambahan anggaran fasilitas PON.

Saat keempatnya tertangkap tangan KPK beberapa waktu lalu, ditemukan barang bukti uang Rp 900 juta di rumah MFA. Johan mengaku belum tahu detail rekonstruksi sehingga tidak dapat menjawab dari siapa dan kepada siapa uang itu diberikan.

Hingga kini, peran keempat tersangka belum dibeberkan KPK secara detail. Terkait kasus ini, KPK juga melebarkan penyidikannya. KPK tidak hanya mengusut indikasi korupsi terkait pembahasan perubahan Peraturan Daerah No 6 tahun 2010 tentang Dana Pengikatan tahun jamak pembangunan venue Pekan Olahraga Nasional (PON) 2012 di Riau, melainkan juga terkait pembahasan Perda Nomor 5 tentang PON.

Johan mengatakan, kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus ini selalu terbuka. "Tergantung ada tidaknya alat bukti yang cukup," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.