Bangun Pemerintahan yang Adil di Aceh

Kompas.com - 13/04/2012, 00:28 WIB
Penulis Ilham Khoiri
|
EditorNasru Alam Aziz

JAKARTA, KOMPAS.com -- Pasangan Zaini Abdulah-Muzakir Manaf, yang dalam versi hitungan cepat diperkirakan bakal memenangi Pemilu gubernur-wakil gubernur Aceh, diharapkan serius membangun pemerintahan yang adil di Aceh. Semua kelompok di daerah pascakonflik itu harus diajak dan dilibatkan untuk mendorong kemajuan rakyat Aceh.

Harapan itu diungkapkan peneliti Imparsial, Otto Syamsuddin Ishak, Kamis (12/4/2012).

Hasil penghitungan cepat beberapa lembaga survei menunjukkan, pasangan Zaini-Muzakir diperkirakan mengumpulkan suara terbanyak dalam Pilkada Aceh, Senin. Hitungan cepat Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan Lingkaran Survei Indonesia, misalnya, mencatat pasangan itu meraih dukungan lebih dari 50 persen suara.

Otto mengatakan, jika pasangan Zaini-Muzakir benar-benar menang dalam pemilu kepala daerah, itu berarti dalam 10 tahun ini masyarakat Aceh masih mempercayakan mantan pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk mengendalikan pemerintahan di daerah itu. Kelompok yang kemudian mendirikan Partai Aceh ini masih merupakan kekuatan politik terbesar dan dominan.

Untuk tahun pertama memerintah, menurut Otto, pasangan itu harus belajar banyak, dan mau mengendalikan euforia para pendukungnya.

"Selama lima tahun ini, ada kesan kekacauan birokrasi, ditambah intervensi golongan politik tertentu. Gubernur dan wakil gubernur terpilih perlu merekonstruksi sistem birokrasi yang baik," katanya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peran Masyarakat Tionghoa dalam Pertempuran 10 November: Ikut Angkat Senjata hingga Dirikan Palang Biru

Peran Masyarakat Tionghoa dalam Pertempuran 10 November: Ikut Angkat Senjata hingga Dirikan Palang Biru

Nasional
Tahun Baru Imlek, 43 Narapidana Beragama Konghucu Dapat Remisi Khusus

Tahun Baru Imlek, 43 Narapidana Beragama Konghucu Dapat Remisi Khusus

Nasional
Kunjungi Lokasi PON 2020, Menko PMK Singgung Pembangunan dari Timur Indonesia

Kunjungi Lokasi PON 2020, Menko PMK Singgung Pembangunan dari Timur Indonesia

Nasional
BNPB Uji Coba Operasional Call Center 24 Jam

BNPB Uji Coba Operasional Call Center 24 Jam

Nasional
Kemenkumham soal Harun Masiku: Bantah Merekayasa hingga Bentuk Tim Independen

Kemenkumham soal Harun Masiku: Bantah Merekayasa hingga Bentuk Tim Independen

Nasional
Pengakuan Hasto Usai Diperiksa KPK: Ditanya soal PAW hingga Sebut Harun Masiku Korban

Pengakuan Hasto Usai Diperiksa KPK: Ditanya soal PAW hingga Sebut Harun Masiku Korban

Nasional
Belum Tahu Keberadaan Harun Masiku, KPK Minta Masyarakat Bantu Beri Informasi

Belum Tahu Keberadaan Harun Masiku, KPK Minta Masyarakat Bantu Beri Informasi

Nasional
Imigrasi dan Kejaksaan Diminta Stop Kasus Jurnalis Mongabay

Imigrasi dan Kejaksaan Diminta Stop Kasus Jurnalis Mongabay

Nasional
Dukung Nelayan Melaut di Natuna, Pemerintah Revisi 29 Regulasi

Dukung Nelayan Melaut di Natuna, Pemerintah Revisi 29 Regulasi

Nasional
Bima Arya: Banjir di Bogor Berkurang berkat Naturalisasi Kali Ciliwung

Bima Arya: Banjir di Bogor Berkurang berkat Naturalisasi Kali Ciliwung

Nasional
Bamsoet Sebut Majelis Konghucu dan PGI Minta Ada Utusan Golongan di MPR

Bamsoet Sebut Majelis Konghucu dan PGI Minta Ada Utusan Golongan di MPR

Nasional
Hasto Akui Tersangka Saeful Pernah Jadi Stafnya Tahun 2009

Hasto Akui Tersangka Saeful Pernah Jadi Stafnya Tahun 2009

Nasional
Saat Jokowi Pamerkan Desain Ibu Kota Baru di Pengukuhan DPP Hanura

Saat Jokowi Pamerkan Desain Ibu Kota Baru di Pengukuhan DPP Hanura

Nasional
TNI AL Ungkap Cara China Menangi Persaingan di Laut China Selatan

TNI AL Ungkap Cara China Menangi Persaingan di Laut China Selatan

Nasional
Menurut TNI AL, Solusi Sengketa Perairan adalah Kehadiran Pemerintah di Laut

Menurut TNI AL, Solusi Sengketa Perairan adalah Kehadiran Pemerintah di Laut

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X