Kompas.com - 12/04/2012, 20:53 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Saud Usman Nasution menyatakan, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mendatangi Badan Reserse Kriminal Polri, Senin (9/4/2012) lalu.

Saat itu, kata Usman, Fadilah meminta klarifikasi terkait namanya yang disebut-sebut sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat kesehatan untuk kejadian luar biasa tahun 2005.

"Dia datang sendiri dalam rangka klarifikasi. Di persidangan, anak buahnya menjelaskan bahwa dia mempunyai peran di situ sehingga dia datang ke Bareskrim untuk mengklarifikasi," ujar Saud dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Yang mengherankan, nama anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu baru disebut-sebut menjadi tersangka oleh mantan bawahannya, Mulya Hasjmy dan Hasnawaty, ketika bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, hari ini.

Namun, Fadilah justru telah datang Senin lalu dengan alasan klarifikasi atas keterangan bawahannya. Kedatangannya pun bukan sebagai saksi meski ia, kata Saud, memang pernah diperiksa sebagai saksi untuk kasus tersebut.

"Bukan, dia datang bukan sebagai saksi. Dia datang untuk klarifikasi dulu," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Fadilah disebut dalam persidangan di Pengadilan Tipikor sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Namun, hal ini dibantah Polri karena belum ada cukup bukti yang menunjukkan keterlibatannya.

Dalam kasus itu baru dijerat empat tersangka, yaitu MH selaku pejabat pembuat komitmen dan HS selaku anggota panitia pengadaan.

Sementara dari perusahaan rekanan ditetapkan tersangka MN, Direktur Operasional PT I, sebagai penyedia barang atau pemenang lelang dan MS, Direktur Utama PT MM, sebagai subkontraktor.

Berkas keempatnya telah masuk dalam persidangan dan mereka menjadi terdakwa di Pengadilan Tipikor.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Menkumham Tandatangani Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura

    Menkumham Tandatangani Perjanjian Ekstradisi Indonesia-Singapura

    Nasional
    Tuntutan terhadap Azis Syamsuddin Dinilai Terlalu Ringan dan Tak Berikan Efek Jera

    Tuntutan terhadap Azis Syamsuddin Dinilai Terlalu Ringan dan Tak Berikan Efek Jera

    Nasional
    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang 25-31 Januari, Ini Aturannya...

    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang 25-31 Januari, Ini Aturannya...

    Nasional
    Rekomendasi Perhimpunan Dokter Paru untuk Cegah Sistem Kesehatan Kolaps akibat Gelombang Covid-19

    Rekomendasi Perhimpunan Dokter Paru untuk Cegah Sistem Kesehatan Kolaps akibat Gelombang Covid-19

    Nasional
    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Sepekan, 75 Kabupaten/Kota Berstatus Level 2

    PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Sepekan, 75 Kabupaten/Kota Berstatus Level 2

    Nasional
    PPKM Diperpanjang Sepekan, 52 Daerah di Jawa-Bali Berstatus Level 1

    PPKM Diperpanjang Sepekan, 52 Daerah di Jawa-Bali Berstatus Level 1

    Nasional
    Kasus Covid-19 Terus Naik,  Pemerintah Klaim Pandemi Masih Terkendali

    Kasus Covid-19 Terus Naik, Pemerintah Klaim Pandemi Masih Terkendali

    Nasional
    Terkuaknya Kerangkeng Manusia Milik Bupati Nonaktif Langkat yang Terjaring OTT KPK

    Terkuaknya Kerangkeng Manusia Milik Bupati Nonaktif Langkat yang Terjaring OTT KPK

    Nasional
    Deretan Pengawal Jokowi yang Dapat Promosi TNI

    Deretan Pengawal Jokowi yang Dapat Promosi TNI

    Nasional
    [POPULER NASIONAL] Agus Subiyanto dan Nyoman Cantiasa Jabat Letjen | Dugaan Penjara Perbudakan Para Pekerja Sawit oleh Bupati Langkat

    [POPULER NASIONAL] Agus Subiyanto dan Nyoman Cantiasa Jabat Letjen | Dugaan Penjara Perbudakan Para Pekerja Sawit oleh Bupati Langkat

    Nasional
    PPKM Diperpanjang, Jabodetabek Berstatus Level 2 Selama Sepekan Mendatang

    PPKM Diperpanjang, Jabodetabek Berstatus Level 2 Selama Sepekan Mendatang

    Nasional
    Selain Dugaan Korupsi, Bupati Nonaktif Langkat Bisa Terjerat Pidana Lain Terkait Adanya Kerangkeng Manusia di Rumahnya

    Selain Dugaan Korupsi, Bupati Nonaktif Langkat Bisa Terjerat Pidana Lain Terkait Adanya Kerangkeng Manusia di Rumahnya

    Nasional
    Kala Risma, Ridwan Kamil hingga Ahok Buka Suara soal Kepala Otorita IKN Incaran Jokowi

    Kala Risma, Ridwan Kamil hingga Ahok Buka Suara soal Kepala Otorita IKN Incaran Jokowi

    Nasional
    Migrant Care: Pekerja Sawit Tak Pernah Terima Gaji, Kerja 10 Jam Sehari lalu Masuk Kerangkeng Bupati Langkat

    Migrant Care: Pekerja Sawit Tak Pernah Terima Gaji, Kerja 10 Jam Sehari lalu Masuk Kerangkeng Bupati Langkat

    Nasional
    PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo Dipanggil, Ketua PBNU: Kami Cuma Minta Klarifikasi

    PCNU Banyuwangi dan Sidoarjo Dipanggil, Ketua PBNU: Kami Cuma Minta Klarifikasi

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.