Agusrin Ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang - Kompas.com

Agusrin Ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang

Kompas.com - 11/04/2012, 03:15 WIB

Jakarta, Kompas - Setelah dua kali mangkir, terpidana korupsi Agusrin M Najamuddin, Selasa (10/4), akhirnya memenuhi panggilan kejaksaan untuk dieksekusi. Agusrin datang ke Lembaga Pemasyarakatan Cipi- nang dan mulai ditahan di sana sekitar pukul 17.30.

Gubernur (nonaktif) Bengkulu itu akan menjalani hukuman penjara empat tahun, sesuai putusan kasasi Mahkamah Agung.

Sebelum menyerahkan diri, Agusrin bersama penasihat hukumnya, Yusril Ihza Mahendra, menghadiri sidang permohonan peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Yusril mengatakan, Agusrin mengajukan PK karena terdapat empat novum atau bukti baru dalam kasusnya. ”Agusrin juga yakin terdapat kekeliruan dan kekhilafan fatal hakim kasasi Mahkamah Agung yang menghukum dirinya,” kata Yusril.

Dalam putusan kasasi MA, Agusrin dinyatakan terbukti korupsi dana Pajak Bumi dan Bangunan serta Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (PBB dan BPHTB) Provinsi Bengkulu tahun anggaran 2006. Agusrin didakwa melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No 20/2001, dan Pasal 55 Ayat (1) kesatu Kitab Undang-Undang Hukum Pidana

Dakwaan terhadap Agusrin terkait dengan dakwaan terhadap Kepala Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Bengkulu Chairudin, yang lebih dahulu dijatuhi pidana 18 bulan oleh MA karena terbukti melanggar Pasal 3 UU No 31/1999. Dakwaan atas Pasal 2 tidak terbukti.

PN Jakarta Pusat membebaskan Agusrin, tetapi MA menyatakan Agusrin terbukti korupsi. Agusrin dinilai terbukti melanggar Pasal 2 UU No 31/1999 bersama-sama dengan Chairuddin.

Secara terpisah, Wakil Ketua Komisi Yudisial Imam Anshori Saleh mengatakan, Kejaksaan Agung harus segera melaksanakan putusan pengadilan yang bersifat tetap (inkracht). Hal ini penting untuk mencegah menghilangnya terpidana kasus korupsi seperti Satono, Bupati (nonaktif) Lampung Timur.

(ana/jon/faj)


Editor

Terkini Lainnya

Pagi Ini, Dua Pemimpin Korea Berjumpa dalam Pertemuan Bersejarah

Pagi Ini, Dua Pemimpin Korea Berjumpa dalam Pertemuan Bersejarah

Internasional
Terungkapnya Pencuri 14 Laptop untuk UNBK di SMP Muhammadiyah Koja...

Terungkapnya Pencuri 14 Laptop untuk UNBK di SMP Muhammadiyah Koja...

Megapolitan
KPK Supervisi Enam Kasus Dugaan Korupsi di Riau

KPK Supervisi Enam Kasus Dugaan Korupsi di Riau

Nasional
C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara Yogyakarta

C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara Yogyakarta

Nasional
Moeldoko: Presiden Tidak Akan Korbankan Negara untuk Tenaga Kerja Asing

Moeldoko: Presiden Tidak Akan Korbankan Negara untuk Tenaga Kerja Asing

Regional
Berita Populer: Anak Diikat di Sepeda Motor, hingga Prediksi Kiamat oleh Da Vinci

Berita Populer: Anak Diikat di Sepeda Motor, hingga Prediksi Kiamat oleh Da Vinci

Internasional
Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Hari Ini

Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Hari Ini

Megapolitan
Pengamat: Pertemuan Jokowi dengan Alumni 212 Luruskan yang 'Bengkok'

Pengamat: Pertemuan Jokowi dengan Alumni 212 Luruskan yang "Bengkok"

Nasional
Terjebak di Hutan Rehabilitasi, Seekor Macan Dahan Ditemukan di Pangkalan Bun

Terjebak di Hutan Rehabilitasi, Seekor Macan Dahan Ditemukan di Pangkalan Bun

Regional
'Indonesia Bisa Maju dengan Inovasi dan Kreativitas Generasi Muda dan Wanita'

"Indonesia Bisa Maju dengan Inovasi dan Kreativitas Generasi Muda dan Wanita"

Nasional
Melihat Lahan Parkir yang Akan Jadi Tempat Relokasi Pedagang Blok G

Melihat Lahan Parkir yang Akan Jadi Tempat Relokasi Pedagang Blok G

Megapolitan
Pencabutan Hak Politik Dinilai Signifikan Beri Efek Ngeri bagi Para Politisi

Pencabutan Hak Politik Dinilai Signifikan Beri Efek Ngeri bagi Para Politisi

Nasional
KPU Imbau Calon Kepala Daerah Tak Kampanyekan Capres Saat Pilkada

KPU Imbau Calon Kepala Daerah Tak Kampanyekan Capres Saat Pilkada

Nasional
Mengunjungi Taman Piknik, Oase di Tengah Hiruk Pikuk Kalimalang

Mengunjungi Taman Piknik, Oase di Tengah Hiruk Pikuk Kalimalang

Megapolitan
Bantah Fadli Zon, Sekjen PDI-P Sebut Jokowi Tak Pernah Panik

Bantah Fadli Zon, Sekjen PDI-P Sebut Jokowi Tak Pernah Panik

Nasional

Close Ads X