Aset Nazaruddin di Dubai Tidak Dibekukan - Kompas.com

Aset Nazaruddin di Dubai Tidak Dibekukan

Kompas.com - 29/03/2012, 18:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemberantasan Korupsi tidak membekukan aset terdakwa kasus dugaan suap wisma atlet, Muhammad Nazaruddin, yang berupa saham perusahaan minyak di Dubai. Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan, aset tersebut tidak terkait dengan perkara wisma atlet. "Yang ada di Dubai itu tidak ada yang diblokir," kata Johan saat dihubungi wartawan, Kamis (29/3/2012).

KPK hanya meminta pembekuan aset yang berkaitan dengan suatu perkara korupsi. Pernyataan Johan senada dengan salah satu jaksa KPK yang menangani perkara wisma atlet, Anang Supriyatna. Menurut Anang, pihaknya baru mengetahui kalau Nazaruddin memiliki aset berupa saham di perusahaan minyak di Dubai. "Memang (aset itu) tidak ada kaitan dengan wisma atlet, tetapi, kan, kemungkinan ada hubungannya dengan perkara lain," ujar Anang, kemarin.

Dalam persidangan kemarin, Nazaruddin mengaku memiliki saham perusahaan minyak di Dubai. Keuntungan dari perusahaan tersebutlah yang digunakan Nazaruddin untuk membayar sewa jet pribadi selama dia buron ke luar negeri. "(Dari uang) transfer perusahaan saya, perusahaan minyak saya di Dubai," ujar Nazaruddin.

Bersama istrinya, Neneng Sri Wahyuni, Nazaruddin berpindah dari satu negara ke negara lain menggunakan jet pribadi. Perusahaan minyak tersebut, kata Nazaruddin, dimilikinya sejak 2007. Namun, Nazaruddin hanya menjadi pemegang saham.

Nazaruddin juga mengatakan, KPK telah membekukan asetnya di dalam negeri yang nilainya mencapai Rp 300 miliar. Aset senilai Rp 300 miliar itu, katanya, telah dilaporkan dalam Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara, selama Nazaruddin menjadi anggota Dewan.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorI Made Asdhiana

    Terkini Lainnya

    Pagi Ini, Dua Pemimpin Korea Berjumpa dalam Pertemuan Bersejarah

    Pagi Ini, Dua Pemimpin Korea Berjumpa dalam Pertemuan Bersejarah

    Internasional
    Terungkapnya Pencuri 14 Laptop untuk UNBK di SMP Muhammadiyah Koja...

    Terungkapnya Pencuri 14 Laptop untuk UNBK di SMP Muhammadiyah Koja...

    Megapolitan
    KPK Supervisi Enam Kasus Dugaan Korupsi di Riau

    KPK Supervisi Enam Kasus Dugaan Korupsi di Riau

    Nasional
    C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara Yogyakarta

    C-130 B Hercules, T-1301 beristirahat di Museum Dirgantara Yogyakarta

    Nasional
    Moeldoko: Presiden Tidak Akan Korbankan Negara untuk Tenaga Kerja Asing

    Moeldoko: Presiden Tidak Akan Korbankan Negara untuk Tenaga Kerja Asing

    Regional
    Berita Populer: Anak Diikat di Sepeda Motor, hingga Prediksi Kiamat oleh Da Vinci

    Berita Populer: Anak Diikat di Sepeda Motor, hingga Prediksi Kiamat oleh Da Vinci

    Internasional
    Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Hari Ini

    Sejumlah Wilayah di Jabodetabek Akan Diguyur Hujan Hari Ini

    Megapolitan
    Pengamat: Pertemuan Jokowi dengan Alumni 212 Luruskan yang 'Bengkok'

    Pengamat: Pertemuan Jokowi dengan Alumni 212 Luruskan yang "Bengkok"

    Nasional
    Terjebak di Hutan Rehabilitasi, Seekor Macan Dahan Ditemukan di Pangkalan Bun

    Terjebak di Hutan Rehabilitasi, Seekor Macan Dahan Ditemukan di Pangkalan Bun

    Regional
    'Indonesia Bisa Maju dengan Inovasi dan Kreativitas Generasi Muda dan Wanita'

    "Indonesia Bisa Maju dengan Inovasi dan Kreativitas Generasi Muda dan Wanita"

    Nasional
    Melihat Lahan Parkir yang Akan Jadi Tempat Relokasi Pedagang Blok G

    Melihat Lahan Parkir yang Akan Jadi Tempat Relokasi Pedagang Blok G

    Megapolitan
    Pencabutan Hak Politik Dinilai Signifikan Beri Efek Ngeri bagi Para Politisi

    Pencabutan Hak Politik Dinilai Signifikan Beri Efek Ngeri bagi Para Politisi

    Nasional
    KPU Imbau Calon Kepala Daerah Tak Kampanyekan Capres Saat Pilkada

    KPU Imbau Calon Kepala Daerah Tak Kampanyekan Capres Saat Pilkada

    Nasional
    Mengunjungi Taman Piknik, Oase di Tengah Hiruk Pikuk Kalimalang

    Mengunjungi Taman Piknik, Oase di Tengah Hiruk Pikuk Kalimalang

    Megapolitan
    Bantah Fadli Zon, Sekjen PDI-P Sebut Jokowi Tak Pernah Panik

    Bantah Fadli Zon, Sekjen PDI-P Sebut Jokowi Tak Pernah Panik

    Nasional

    Close Ads X