PAN Tak Cocok dengan Duet Foke-Nara

Kompas.com - 25/03/2012, 20:09 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Amanat Nasional (PAN) yang sebelumnya mendukung pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli tiba-tiba saja beralih mendukung pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini.

PAN pun akhirnya meninggalkan partai koalisinya terdahulu, Partai Demokrat, dan bergabung bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung Hidayat Nur Wahid.

Ketua DPP PAN, Bima Arya Sugiarto, mengungkapkan alasan PAN mengalihkan dukungannya kepada Hidayat karena keputusan pencalonan Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, bersama Nachrowi sangat mendadak dan tidak pernah dikomunikasikan ke partai koalisi, termasuk PAN.

"Keputusan pencalonan Foke-Nachrowi sangat last minute. Duet pasangan itu sama sekali belum pernah didiskusikan oleh partai," ungkap Bima, Minggu (25/3/2012), usai kunjungan Hidayat-Didik di Kali Krukut, Pejompongan, Jakarta Pusat.

Bima mengatakan, PAN awalnya sudah setuju saat nama Adang Ruchiatna yang merupakan kader PDI-P disandingkan bersama Foke. "Kami melihat ada nuansa baru dengan majunya nama Adang, tetapi ternyata yang terjadi Foke-Nachrowi, dan ini tidak pernah dikomunikasi ke DPP. Jadi ada kelemahan komunikasi," ucap Bima.

Akibat dipilihnya Nachrowi Ramli sebagai wakil bagi Foke, PAN pun akhirnya menarik diri setelah pendaftaran pasangan ini dilakukan. Wakil Sekretaris Jenderal PAN, Teguh Juwarno, mengatakan, setelah menarik diri dari koalisi dengan Demokrat partainya kemudian menyiapkan kandidat lainnya.

"Kami setelah berdiskusi merasa lebih sreg dengan mendukung kader sendiri. Dan saat itu Pak Didik kebetulan mau maju sebagai wakil Pak Hidayat. Ini aspirasi dan kami berikan dukungan kepada beliau," tutur Teguh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ia mengatakan, ada beberapa aspek yang menjadi pertimbangan PAN sampai akhirnya melabuhkan pilihan kepada Hidayat-Didik. Pertama, rekam jejak keduanya dianggap tanpa cela.

"Yang kami butuhkan di era sekarang ini pimpinan seperti itu yang tidak punya beban masa lalu sehingga mereka bisa berbuat yang terbaik. Hidayat dan Didik punya track record menyuarakan kepentingan masyarakat," papar Teguh.

Kedua, Teguh menilai persoalan Jakarta seperti kemacetan, kesemrawutan kota, sampai banjir tidak mampu dituntaskan oleh pemerintah daerah saat ini. Padahal, anggaran DKI Jakarta mencapai Rp 36 triliun.

"Dengan anggaran sebesar itu, tapi tak mampu menuntaskan masalah, yah buat apa didukung lagi," imbuh Teguh.

Keputusan PAN mendukung Hidayat-Didik, kata Teguh, juga sudah solid dari tingkat pusat sampai akar rumput. "Kami punya semangat yang sama. Saat ini semua kader bekerja untuk pemenangan pasangan ini," tandas Teguh.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.