Jokowi-Ahok Bukti Partai Tak Bisa Dibeli

Kompas.com - 19/03/2012, 07:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerakan Indonesia Raya, Minggu (18/3/2012) malam, telah sepakat berkoalisi dan mencalonkan Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta.

Pagi ini, Senin (19/3/2012), kedua partai ini rencananya baru akan memastikan calon wakil gubernurnya. Peluang terbesar jatuh kepada anggota DPR dari Partai Golkar, Basuki Tjahja Purnama atau biasa disapa Ahok.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon sampai semalam menegaskan, Partai Gerindra akan tetap mendorong PDI-P pada pencalonan Ahok.

Partai berlambang burung garuda itu menilai Ahok pernah punya pengalaman menjadi bupati Belitung dan sukses.

"Pasangan Jokowi-Ahok juga mencerminkan pluralitas. Jakarta itu ibu kota metropolitan. Harus plural," kata Fadli Zon.

Ahok sendiri, sampai semalam, masih menunggu kepastian itu. Namun, apa pun keputusannya hari ini, dia tetap mengapresiasi. "Kalau Jokowi-Ahok terpilih, ini bukti nyata bahwa tidak benar kalau Anda tidak punya dana, Anda tidak akan pernah dicalonkan partai. Buktinya DKI yang orang berpikir uangnya harus punya buat beli partai, ada partai yang mau pilih Jokowi-Ahok," tuturnya.

"Persepsi parpol hanya mau pilih yang bayar terbukti tidak benar. Yang penting punya karakter teruji bersih, transparan, profesional, parpol akan mau calonkan BTP," kata anggota DPR berinisial BTP itu sambil tertawa.

"Akan tetapi, apabila dirinya tidak terpilih, artinya pihak Gerindra atau PDI-P merasa Jokowi-Ahok tidak akan menang sehingga harus dipasangkan dengan pasangan lain," ujar Ahok tanpa beban.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorRobert Adhi Ksp
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Close Ads X