Pengumbar Tembakan di Kembangan Gunakan Colt Peluru Karet - Kompas.com

Pengumbar Tembakan di Kembangan Gunakan Colt Peluru Karet

Kompas.com - 14/03/2012, 18:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Suntana menjelaskan bahwa pria yang mengumbar tembakan di Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (13/3/2012), menggunakan senjata pistol Colt berpeluru karet.

"Pelaku gunakan senjata (peluru) karet. Jenisnya Colt," kata Kombes Suntana dalam jumpa pers di Markas Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (14/3/2012).

Ia juga menjelaskan, pelaku adalah warga biasa atau sipil. Senjata yang digunakan didapatkan pelaku secara resmi dan berizin. Hanya, izin kepemilikan senjata yang dikantongi pelaku sudah tidak berlaku. "Setelah kami cek, ternyata izinnya sudah mati," lanjut Suntana.

Kapolres Metro Jakarta Barat menguraikan, pelaku yang bernama Deni Supriatna mengumbar tembakan lantaran kesal dengan suara bising yang berasal dari pembangunan rumah tetangganya di Perumahan Permata Regency, Kembangan. Lantaran kerap terganggu oleh suara mesin dan kegaduhan proyek bangunan rumah tinggal itu, Deni sempat melaporkan dan meminta bantuan petugas keamanan kompleks.

Kesal karena permintaannya tidak diindahkan, Deni pun melakukan intimidasi dengan menembakkan senjata yang dimilikinya. "Setelah kejadian, pelaku langsung melaporkan diri ke Polsek Kembangan," kata Kombes Suntana.

Deni tidak dikenai status tahanan atas perbuatan itu. Namun, Suntana menyatakan bahwa pelaku tetap dalam pengawasan pihak kepolisian.


EditorAloysius Gonsaga Angi Ebo

Terkini Lainnya

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Bos First Travel Tak Akui Beli Mobil Hingga Jalan-jalan Keliling Eropa Pakai Uang Perusahaan

Nasional
Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Jaya Suprana Puji Drama Musikal Napi, Usul DPR Buat Hal yang Sama

Nasional
Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Merasa Nama Baik Dicemarkan, Guntur Romli Melapor ke Polda Metro Jaya

Megapolitan
Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Pemprov DKI Kirim Surat Jawaban soal Tanah Abang kepada Ombudsman Senin Sore

Megapolitan
14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

14 Narapidana Lapas Manokwari Kabur dengan Mengancam Sipir

Regional
Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Saksi Jelaskan Kronologi Penipuan Hotel BCC, Terdakwa Tjipta Membantah

Regional
Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Militer Israel Lancarkan Serangan ke Artileri Milik Rezim Suriah

Internasional
Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek 'Online' Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Sampaikan 3 Tuntutan, Pengemudi Ojek "Online" Tunggu Realisasi Janji Komisi V DPR

Megapolitan
Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Ratusan Napi Gelar Drama Teater di TIM, Wiranto Nilai Istimewa

Nasional
Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Hilang Dua Bulan, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Pulau Tak Berpenghuni

Internasional
Dua Orang yang Ditemukan Lemas di Mobil Diduga Keracunan

Dua Orang yang Ditemukan Lemas di Mobil Diduga Keracunan

Regional
Sandiaga Sebut Rencana Induk Penataan Tanah Abang Masih Disusun

Sandiaga Sebut Rencana Induk Penataan Tanah Abang Masih Disusun

Megapolitan
Diprotes Rakyatnya, PM Armenia Mengundurkan Diri

Diprotes Rakyatnya, PM Armenia Mengundurkan Diri

Internasional
Saat Bos First Travel Yakinkan Jaksa Perusahaannya Masih Mampu Berangkatkan Calon Jemaah

Saat Bos First Travel Yakinkan Jaksa Perusahaannya Masih Mampu Berangkatkan Calon Jemaah

Nasional
Akan Dilaporkan Kembali oleh Fransiska, Sandiaga Bilang, 'Lu Lagi Lu Lagi'

Akan Dilaporkan Kembali oleh Fransiska, Sandiaga Bilang, "Lu Lagi Lu Lagi"

Megapolitan

Close Ads X