Wilmar Fokus Ekspansi Usaha di Luar Negeri

Kompas.com - 08/03/2012, 20:23 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Perusahaan perkebunan kelapa sawit Wilmar Indonesia memfokuskan ekspansi usaha di luar negeri. Langkah itu diambil karena lahan untuk memperluas perkebunan di Indonesia semakin sulit didapatkan. Selain itu, respons negara-negara tujuan investasi sangat pos itif.

Komisaris Wilmar Indonesia, MP Tumanggor di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (8/3/2012), mengatakan, pihaknya saat ini telah berinvestasi di Afrika yakni di Uganda, Ghana, dan Pantai Gading. Luas lahan di negara-negara itu mencapai 100.000 hektar (ha). Sebanyak 30.000 ha dari luas lahan itu sudah ditanam.

Saat ini, Wilmar Indonesia tengah menjajaki kemungkinan berinvestasi di Myanmar namun Tumanggor belum dapat memastikan potensi luas lahan yang dapat digarap. Perluasan perkebunan di negara-negara la in dilakukan karena pemerintahnya bersikap sangat terbuka.

"Kami bertemu dengan presiden di negara-negara tujuan investasi. Karena itu, kami merasa diterima dengan baik. Istilahnya, disambut dengan karpet merah," ujarnya. Wilmar Indonesia sudah mulai membuka perkebunan di luar negeri sejak tahun 2004.

Saat ini, luas perkebunan Wilmar Indonesia sekitar 150.00 ha di Indonesia. Perkebunan itu tersebar di sembilan provinsi yakni Riau, Kalteng, Jambi, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Barat.

Sebagai gambaran sulitnya mendapatkan lahan baru, Wilmar Indonesia memerkirakan pada tahun 2012 hanya menambah lahan sekitar 2.000-3.000 ha. Biaya investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 40 juta per ha. Tumanggor m enambahkan, pihaknya juga akan melakukan penanaman ulang dengan luas sekitar 4.000 ha.

Di Kalteng misalnya, kendala mendapatkan lahan yakni, rencana tata ruang dan wilayah provinsi (RTRWP) belum ditetapkan, ujarnya. Karena itu, ekspansi di luar negeri di lakukan sebagai upaya agar perluasan perkebunan tetap berjalan namun tak menimbulkan potensi konflik lahan di dalam negeri.

Sekarang, mendapatkan lahan untuk memperluas kebun sangat sulit dilakukan. Karena itu, kami juga fokus mengembangkan industri hilir, ujarnya. Perkebunan Wilmar paling luas terdapat di Kalteng, sekitar 84.000 ha. Selain perkebunan sawit, Wilmar Indonesia juga memproduksi minyak goreng, sawit, serta pupuk.

Tumanggor menambahkan, dalam mengembangkan perkebunan, Wilmar Indonesia tak menggarap lahan gambut karena dianggap merusak lingkungan. "Kami juga menerima minyak sawit mentah (CPO). Tapi, kalau CPO berasal dari kebun yang berada di lahan gambut, kami akan menolaknya," ujarnya.

Menurut Manajer Konservasi Wilmar Indonesia, Syahrial Anhar, pihaknya sangat memerhatikan konservasi dalam mengelola perkebunan. "Kami menanam pohon-pohon secara rutin di kawasan konservasi yang berada dalam perkebunan. Pergerakan satwa dilindungi seperti orangutan selalu dimonitor," ujarnya. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.