Ridwan Sanjaya Divonis 6 Tahun Penjara

Kompas.com - 07/03/2012, 01:49 WIB
Editor

Jakarta, Kompas - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menyatakan Ridwan Sanjaya bersalah melakukan korupsi pengadaan solar home system.

Hakim pun memvonis pejabat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral itu dengan hukuman enam tahun penjara. Ridwan juga didenda Rp 250 juta subsider kurungan tiga bulan.

Selain itu, Ridwan juga harus membayar uang pengganti kerugian negara Rp 13,1 miliar.

”Jika tidak, harta benda terdakwa disita dan dilelang oleh negara. Apabila tak mencukupi, dijatuhi pidana selama satu tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Gusrizal saat membacakan putusan, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (6/3).

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan, Ridwan selaku Pejabat Pembuat Komitmen di Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi pada Kementerian ESDM terbukti melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama. Namun, tidak disebutkan bersama siapa Ridwan korupsi.

Dalam tuntutan jaksa, disebut Ridwan melakukan korupsi bersama-sama Direktur Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Jacobus Purwono.

Keduanya memerintahkan panitia pengadaan agar memenangkan 28 perusahaan. Padahal, perusahaan-perusahaan itu sebenarnya tidak mempunyai kemampuan melaksanakan pengadaan dan pemasangan solar home system (SHS) di semua provinsi.

”Sekitar April 2009, terdakwa mengadakan rapat dengan panitia pengadaan untuk menyusun HPS (harga perkiraan sendiri),” kata hakim Mien Trisnawati.

Ia melanjutkan, ”Atas saran terdakwa, panitia pengadaan menyusun HPS dari pengajuan harga terendah yang dilakukan PT Land Industry sebesar Rp 5,5 juta per unit tanpa melakukan pengecekan harga ke lapangan dan tanpa melakukan pengujian terhadap produk yang akan dilelang.”

”Terdakwa menyerahkan selembar kertas bertuliskan tangan terdakwa dengan 28 perusahaan kepada ketua panitia untuk dimenangkan,” ujar Mien.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penularan Virus Corona Kini Terjadi di 32 Provinsi, Ini Sebarannya...

Penularan Virus Corona Kini Terjadi di 32 Provinsi, Ini Sebarannya...

Nasional
Komjen Iwan Bule Pensiun dari Polri Per 1 April Besok

Komjen Iwan Bule Pensiun dari Polri Per 1 April Besok

Nasional
Jubir Pemerintah: Sudah Terbukti Secara Ilmiah Sabun Bisa Hancurkan Virus Corona

Jubir Pemerintah: Sudah Terbukti Secara Ilmiah Sabun Bisa Hancurkan Virus Corona

Nasional
Pemerintah Sudah Distribusikan 191.000 APD ke Seluruh RS Penanganan Covid-19

Pemerintah Sudah Distribusikan 191.000 APD ke Seluruh RS Penanganan Covid-19

Nasional
Banggar DPR Dukung Perppu Stabilitas Ekonomi, Tambahan 405,1 Triliun di APBN untuk Covid-19

Banggar DPR Dukung Perppu Stabilitas Ekonomi, Tambahan 405,1 Triliun di APBN untuk Covid-19

Nasional
Yurianto: 16 Provinsi Sudah Bentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19

Yurianto: 16 Provinsi Sudah Bentuk Gugus Tugas Penanganan Covid-19

Nasional
Bawaslu: Idealnya Pilkada 2020 Ditunda hingga Tahun Depan

Bawaslu: Idealnya Pilkada 2020 Ditunda hingga Tahun Depan

Nasional
Pengemudi Ojol Masih Ditagih Debt Collector, Ini Kata Jokowi

Pengemudi Ojol Masih Ditagih Debt Collector, Ini Kata Jokowi

Nasional
Covid-19 di DKI Diprediksi Tembus 9.000 Kasus, Jubir Pemerintah Ingatkan soal Physical Distancing

Covid-19 di DKI Diprediksi Tembus 9.000 Kasus, Jubir Pemerintah Ingatkan soal Physical Distancing

Nasional
RUU Cipta Kerja Tetap Dibahas, Baleg DPR: Covid-19 Bukan Alasan Tidak Bekerja

RUU Cipta Kerja Tetap Dibahas, Baleg DPR: Covid-19 Bukan Alasan Tidak Bekerja

Nasional
Cegah Covid-19 di Penjara, 30.000 Napi Dewasa dan Anak Akan Dibebaskan

Cegah Covid-19 di Penjara, 30.000 Napi Dewasa dan Anak Akan Dibebaskan

Nasional
Jokowi Tambah Rp 75 Triliun untuk Beli APD hingga Upgrade RS Rujukan

Jokowi Tambah Rp 75 Triliun untuk Beli APD hingga Upgrade RS Rujukan

Nasional
Sebaran 136 Pasien Positif Covid-19 yang Meninggal di 14 Provinsi

Sebaran 136 Pasien Positif Covid-19 yang Meninggal di 14 Provinsi

Nasional
Atasi Covid-19, Jokowi Cadangkan Rp 25 Triliun untuk Logistik Sembako

Atasi Covid-19, Jokowi Cadangkan Rp 25 Triliun untuk Logistik Sembako

Nasional
Kapolri: Ada 11.145 Kegiatan Pembubaran Massa Selama Penanganan Covid-19

Kapolri: Ada 11.145 Kegiatan Pembubaran Massa Selama Penanganan Covid-19

Nasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X