KPK Masih Berkutat pada Transaksi Mencurigakan Wa Ode

Kompas.com - 24/02/2012, 21:31 WIB
Penulis Khaerudin
|
EditorRobert Adhi Ksp

JAKARTA, KOMPAS.com - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan sudah menyebut ada 2.000 transaksi mencurigakan milik anggota Dewan Perwakilan Rakyat, akan tetapi Komisi Pemberantasan Korupsi masih berkutat pada rekening mencurigakan milik mantan anggota Badan Anggaran DPR Wa Ode Nurhayati. KPK masih belum menyentuh 2000 transaksi mencurigakan milik anggota DPR.

Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan sampai saat ini data transaksi mencurigakan dari PPATK yang dipakai menelisik kasus korupsi dana percepatan infrastruktur daerah baru data milik WON (Wa Ode Nurhayati).

"Kalau data yang 2000 transaksi mencurigakan itu belum diserahkan PPATK ke KPK. Tapi memang ada juga data PPATK terkait kasus DPPID, dan itu masih terkait dengan WON," kata Johan di Jakarta, Jumat (24/2/2011).

Menurut Johan selain data PPATK soal transaksi mencurigakan pada anggota Banggar DPR, KPK masih terus mendalami temuan dalam penggeledahan di ruangan Wa Ode dan sekretariat Banggar DPR. "Temuannya banyak jadi masih harus kami dalami," kata Johan. 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terintegrasi dengan LRT dan MRT

    Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Terintegrasi dengan LRT dan MRT

    Nasional
    Berhasil Kumpulkan Dana hingga Rp 100 Miliar, Dompet Dhuafa Apresiasi Para Donatur

    Berhasil Kumpulkan Dana hingga Rp 100 Miliar, Dompet Dhuafa Apresiasi Para Donatur

    Nasional
    Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tingkatkan Efisiensi Layanan Transportasi

    Jokowi Ingin Kereta Cepat Jakarta-Bandung Tingkatkan Efisiensi Layanan Transportasi

    Nasional
    Jokowi Targetkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diuji Coba Akhir 2022

    Jokowi Targetkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Diuji Coba Akhir 2022

    Nasional
    Vaksinasi Gotong Royong Dimulai, Pemerintah Berharap Investor Lebih Percaya Diri

    Vaksinasi Gotong Royong Dimulai, Pemerintah Berharap Investor Lebih Percaya Diri

    Nasional
    Kemenlu Segera Mulai Vaksinasi WNI Kelompok Rentan di Penampungan Luar Negeri

    Kemenlu Segera Mulai Vaksinasi WNI Kelompok Rentan di Penampungan Luar Negeri

    Nasional
    Didampingi Dubes China dan Luhut, Jokowi Tinjau Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    Didampingi Dubes China dan Luhut, Jokowi Tinjau Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

    Nasional
    Polemik TWK Pegawai KPK, Komisi III Berharap Ada Keputusan Tepat dan Cepat

    Polemik TWK Pegawai KPK, Komisi III Berharap Ada Keputusan Tepat dan Cepat

    Nasional
    Revisi UU Otsus dan Kesejahteraan Papua

    Revisi UU Otsus dan Kesejahteraan Papua

    Nasional
    Jokowi: Mencari Vaksin Covid-19 Tidak Mudah, Rebutan 215 Negara

    Jokowi: Mencari Vaksin Covid-19 Tidak Mudah, Rebutan 215 Negara

    Nasional
    Jokowi Ingin Vaksinasi Covid-19 Capai 70 Juta Penduduk pada September 2021

    Jokowi Ingin Vaksinasi Covid-19 Capai 70 Juta Penduduk pada September 2021

    Nasional
    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ribu Benur di Lampung Tengah

    TNI AL Gagalkan Penyelundupan Ratusan Ribu Benur di Lampung Tengah

    Nasional
    Vaksinasi Covid-19 Baru 23 Juta Dosis, Jokowi: Ini Masih Jauh Sekali

    Vaksinasi Covid-19 Baru 23 Juta Dosis, Jokowi: Ini Masih Jauh Sekali

    Nasional
    Vaksinasi Gotong Royong Dimulai, Jokowi: Semoga Kawasan Industri Terlindungi dari Covid-19

    Vaksinasi Gotong Royong Dimulai, Jokowi: Semoga Kawasan Industri Terlindungi dari Covid-19

    Nasional
    461.626 Kendaraan Diputarbalikkan Selama Peniadaan Mudik, 835 Travel Gelap Ditindak

    461.626 Kendaraan Diputarbalikkan Selama Peniadaan Mudik, 835 Travel Gelap Ditindak

    Nasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X