Dirjen Pajak Beri Sanksi Disiplin 39 Pegawainya

Kompas.com - 23/02/2012, 11:35 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mengklaim secara konsisten melakukan pengawasan internal terhadap para pegawainya. Salah satu buktinya adalah lembaga ini telah menjatuhi hukuman disiplin kepada sejumlah pegawainya. "Data penjatuhan hukuman disiplin pegawai Direktorat Jenderal Pajak per tanggal 22 Februari 2012 dari Januari 2012, menunjukkan bahwa sudah ada 39 pegawai yang dikenakan hukuman disiplin," ujar Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas, Dedi Rudaedi, dalam rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (23/2/2012).  

Dedi menyebutkan, tingkat dan jenis hukuman disiplin yang dijatuhkan bervariasi, mulai dari hukuman disiplin ringan sampai dengan hukuman disiplin berat.  Dari 39 pegawai tersebut, 2 pegawai dijatuhkan hukuman disiplin berat berupa pemberhentian sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2012. Sementara itu, 2 pegawai dijatuhkan hukuman pemberhentian sementara (skorsing) berdasarkan PP Nomor 4 Tahun 1966. "Selama tahun 2011, Direktorat Jenderal Pajak telah menjatuhkan hukuman disiplin kepada 263 pegawai," tambah dia. 

Dari jumlah tersebut, 32 pegawai dijatuhi hukuman disiplin berat mulai dari penurunan jabatan, pembebasan jabatan sampai dengan pemberhentian tidak dengan hormat.  Namun, apabila dibandingkan dengan tahun 2010, maka jumlah pegawai yang dikenai hukuman disiplin tahun 2011 mengalami penurunan.  Jumlah pegawai yang dijatuhi hukuman disiplin tahun 2010 mencapai 657 pegawai atau 60 persen lebih tinggi dibandingkan dengan 2011. Demikian juga untuk jenis hukuman disiplin berat, mengalami penurunan sebanyak 7 pegawai yaitu dari 64 pegawai di tahun 2010 menjadi  57 pegawai di tahun 2011.

"Diharapkan, ke depan, jumlah hukuman disiplin akan semakin berkurang dan suatu saat nanti akan menjadi nihil.  Yang pasti, Direktorat Jenderal Pajak terus berkomitmen untuk mendukung dan mewujudkan tata kelola pemerintahaan yang baik," pungkas Dedi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.