MA Tolak PK Djoko Tjandra dan Syahril Sabirin - Kompas.com

MA Tolak PK Djoko Tjandra dan Syahril Sabirin

Kompas.com - 23/02/2012, 03:32 WIB

Jakarta, Kompas - Mahkamah Agung menolak permohonan peninjauan kembali Direktur Utama PT Era Giat Prima Djoko S Tjandra dan mantan Gubernur Bank Indonesia Syahril Sabirin. Dengan demikian, hukuman yang dijatuhkan Majelis PK tahun 2009 untuk Djoko dan Syahril, yaitu masing-masing dua tahun penjara, tidak berubah.

Putusan itu dijatuhkan pada Senin (20/2) oleh Majelis PK yang diketuai Harifin A Tumpa, yang juga Ketua MA. Majelis PK beranggotakan Hatta Ali, Atja Sondjaja, Imron Anwari, Abdul Kadir Mappong, Rehngena Purba, dan Zaharuddin Utama. Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur menyampaikan putusan itu kepada pers, Rabu (22/2), di Media Center MA, Jakarta.

Djoko Tjandra dan Syahril Sabirin mengajukan PK atas putusan PK yang dijatuhkan MA pada Juni 2009. Majelis PK yang dipimpin Hakim Agung Djoko Sarwoko mengabulkan permohonan PK jaksa penuntut umum atas putusan kasasi yang membebaskan keduanya. MA menyatakan keduanya terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam perkara pengalihan hak tagih piutang (cessie) Bank Bali. MA juga memerintahkan agar dana yang disimpan di rekening dana penampungan atau Bank Bali sebesar Rp 546 miliar dikembalikan kepada negara. (Kompas, 12/6/2009).

Terkait putusan PK atas PK ini, Ridwan mengatakan, Majelis PK yang dipimpin Harifin A Tumpa tidak menemukan adanya kekeliruan yang nyata dalam putusan sebelumnya. Majelis juga menilai bukti baru yang dikla- im/diajukan pemohon PK tidak dapat dikategorikan sebagai bukti baru (novum) yang bisa membatalkan putusan sebelumnya.

Kuasa hukum Syahril Sabirin, Mohammad Asegaf, mengaku sangat kecewa dengan putusan MA tersebut. Putusan itu menunjukkan ketidakkonsistenan sikap peradilan tertinggi di Indonesia terkait PK yang diajukan jaksa. Alasannya, MA sebelumnya pernah mengeluarkan putusan menolak PK jaksa dengan alasan bahwa yang berhak mengajukan PK adalah terpidana atau ahli warisnya seperti yang diatur di dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Atas putusan itu, Syahril Sabirin tidak ditahan karena dia telah menjalani hukuman sesuai dengan masa pidana yang dijatuhkan pada PK sebelumnya dan kini sudah bebas. Sementara itu, Djoko Tjandra masih buron. Ia meninggalkan Indonesia pada 10 Juni 2009 atau sehari sebelum putusan PK dijatuhkan MA pada 11 Juni 2009. (ana)


Editor

Terkini Lainnya

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Elektabilitas Masih Rendah, Golkar Yakin Bisa Bangkit Pasca Pilkada 2018

Nasional
Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Seorang Kepala Dinas Konsumsi Sabu, Bupati Aceh Utara Akan Periksa Pejabat Lainnya

Regional
Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Berkali-kali Survei Tempatkan Prabowo Di Bawah Jokowi, Prabowo Tetap Tegar

Nasional
Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, 'Teller' Bank Ditangkap Polisi

Transfer Rp 1,2 Miliar secara Ilegal ke Sejumlah Rekening, "Teller" Bank Ditangkap Polisi

Regional
50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

50 Tahun Merdeka, Swaziland Resmi Berganti Nama Jadi eSwatini

Internasional
Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Sekjen PKS dan Gerindra Bertemu, Bahas Kegiatan Teknis Perkuat Koalisi

Nasional
Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Tak Terima Diputus Pacar, Seorang ABG Lompat dari Jembatan Ampera

Regional
Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Survei Cyrus Network: Elektabilitas PDI-P Ungguli Parpol Peserta Pemilu Lain

Nasional
Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Ikuti Tes Masuk Polisi, Empat Pemuda Kedapatan Curi Boneka

Regional
Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Musim Hujan Tiba, Pengungsi Rohingya di Bangladesh Khawatir Banjir

Internasional
Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Di Kediri, Warga Miskin yang Sakit Tak Perlu Repot, Dokter Akan Datang ke Rumah

Regional
Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Presiden Uganda: Mulut untuk Makan, Bukan untuk Seks Oral

Internasional
Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Sandiaga Uno: Survei Gerindra Tunjukkan Mayoritas Masyarakat Ingin Pemerintahan Baru

Nasional
Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Tersangka Pemilik 57 Kg Merkuri Dapat Bahan Baku dari Pulau Seram

Regional
Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Kirim Dua F-16, Irak Lancarkan Serangan Udara ke Wilayah Suriah

Internasional

Close Ads X